Bojonegoro, Mei 2026 | Sebuah pergerakan seni independen siap melintasi jalur-jalur kebudayaan di tanah Jawa. Kelompok seni Teater Ruang Hening secara resmi mengumumkan peluncuran tur keliling mereka yang bertajuk “Gerilya Budaya”. Perjalanan ini bukan sekadar panggung unjuk bakat, melainkan sebuah misi organik untuk merajut kembali tali silaturahmi yang intim antar kelompok teater, pegiat seni pertunjukan, dan masyarakat lintas kota. Rangkaian program kebudayaan berskala regional ini secara penuh didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation.
Dalam lawatan artistik kali ini, Teater Ruang Hening mengusung lakon teatrikal monumental berjudul “Topeng-Topeng”, sebuah buah pikir karya dramawan Rahman Sabur. Di bawah arahan sutradara Owot, naskah ini akan dihidupkan melalui keaktoran yang ekspresif oleh Mr. Dadan. Sentuhan visual dan estetika panggung digarap secara apik oleh penata artistik Cepot Hakim, menjanjikan sebuah sajian visual dan dramaturgi yang kuat sekaligus reflektif di setiap kota singgahnya.
Mengenai esensi lakon ini, sutradara Owot mengungkapkan bahwa “Topeng-Topeng” merupakan sebuah refleksi teatrikal yang mendalam tentang kepalsuan dan realitas sosial manusia, di mana karakter-karakter di dalamnya bergerak di antara bayang-bayang kepura-puraan demi bertahan hidup di tengah kerasnya benturan zaman. Melalui pertautan visual yang simbolik dan eksplorasi psikologis yang intens, karya Rahman Sabur ini menelanjangi ego serta lapis demi lapis topeng kehidupan yang kerap diadopsi masyarakat modern, mengajak penonton untuk berkaca dan menemukan kembali hakikat kejujuran yang perlahan memudar di balik riuh rendah panggung duniawi.
Namun, bagi Teater Ruang Hening, esensi dari “Gerilya Budaya” melampaui riuh rendah tepuk tangan penonton di akhir pertunjukan. Tur ini dirancang sebagai ruang temu yang cair, sebuah medium dialog terbuka untuk meruntuhkan sekat-sekat geografis antar komunitas seni. Melalui kehadiran fisik dan pertukaran gagasan langsung, mereka berharap dapat memicu simpul-simpul kolaborasi baru serta mendorong nafas regenerasi seni pertunjukan di tingkat akar rumput (daerah).

Jadwal Perjalanan “Gerilya Budaya”
Tur ini akan merambah tiga kota di Jawa dengan rangkaian waktu pelaksanaan sebagai berikut:
- Bojonegoro – 28–30 Mei 2026
- Tegal – 5–7 Juni 2026
- Kudus – 12–14 Juni 2026
Semangat “Sinau Bareng” Lewat Workshop
Menegaskan komitmennya pada pembagian pengetahuan, rangkaian “Gerilya Budaya” di setiap kota tidak hanya menyuguhkan malam pementasan, tetapi juga diisi dengan ruang edukasi yang inklusif. Teater Ruang Hening membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat umum, pelajar, maupun sesama praktisi seni untuk terlibat dalam kegiatan penularan ilmu berbasis kolektif.
Selain pementasan, rangkaian Gerilya Budaya juga menghadirkan:
- Workshop Keaktoran (Menggali potensi tubuh, vokal, dan rasa dalam seni peran)
- Workshop Pembuatan Boneka Nusantara (Eksplorasi kriya dan visual berbasis kekayaan tradisi lokal)
Kedua workshop ini terbuka untuk umum dengan semangat sinau bareng dan berbagi ilmu. Pemateri workshop adalah Owot, Mr. Dadan, dan Cepot Hakim yang diletakkan sebagai ruang setara untuk saling menginspirasi, bertukar teknik, dan memperkuat kapasitas kreatif lokal. Melalui kegiatan ini, Teater Ruang Hening berharap dapat membuka ruang dialog, kolaborasi, dan regenerasi seni pertunjukan di daerah. []








