Sendok yang Tak Kunjung Datang dalam “Cara Menjadi Sederhana”

sendok yang tak kunjung datang

dok. foto ku;turkita.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

YOGYAKARTA — Sebuah meja makan, sejumlah makanan, minuman, buah-buahan, lilin, dan dua manusia. Tidak ada yang tampak rumit. Namun, satu benda yang tidak tersedia membuat seluruh kesederhanaan itu berubah menjadi persoalan panjang: sendok.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Itulah titik berangkat pertunjukan Cara Menjadi Sederhana, karya Ab Asmarandana. Pertunjukan ini tampak sederhana dari judul maupun peristiwa yang dibangunnya. Dua tokoh, sepasang suami istri, hanya menunggu sebuah sendok sebelum memulai makan. Tetapi dari penantian terhadap benda kecil itu, pertunjukan berkembang menjadi percakapan tentang masa lalu, aturan, prosedur, politik, kehendak manusia, hingga pertanyaan filosofis tentang bagaimana seseorang menentukan pilihan hidup.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Seorang penonton, yang tidak terbiasa menyaksikan teater absurd, mengaku justru menemukan pengalaman yang mengejutkan. Ia melihat absurditas pertunjukan tersebut terasa sangat realistis.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Kedua tokohnya digambarkan sebagai pasangan lanjut usia. Karakter tersebut membuat percakapan yang pada awalnya terdengar tidak masuk akal justru memperoleh kewajaran. Mereka tidak sedang berusaha menjadi absurd. Mereka menjalani absurditas itu sebagaimana manusia menjalani kesehariannya.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Di situlah kekuatan pertunjukan bekerja.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Alur Cara Menjadi Sederhana sebenarnya tidak berliku. Sepasang suami istri duduk di meja makan. Makanan telah tersedia. Pelayan bahkan sudah mengantarkan berbagai perlengkapan, kecuali sendok. Mereka kemudian berhadapan dengan pertanyaan sederhana: apakah tetap menunggu atau mulai makan?(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Persoalannya, mereka tidak segera mengambil keputusan.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Sendok kemudian tidak lagi sekadar sendok. Ia berubah menjadi tanda dari sesuatu yang lebih besar: prosedur, fasilitas, aturan, bahkan cara berpikir manusia yang pada mulanya dibuat untuk memudahkan kehidupan tetapi dapat berubah menjadi penghambat.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Pertanyaan sederhana pun muncul: jika manusia memiliki tangan, mengapa harus menunggu sendok untuk makan?(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Dari benda kecil itu, pertunjukan membuka persoalan yang lebih besar. Manusia sering kali memiliki pilihan, tetapi memilih menunggu sesuatu yang dianggap harus tersedia terlebih dahulu. Akal yang semestinya membantu manusia mengambil keputusan justru dapat menjadi alat yang membelenggu.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Cara kerja semacam itu mengingatkan pada Waiting for Godot karya Samuel Beckett. Dalam karya Beckett, manusia menunggu Godot yang tak kunjung datang. Dalam Cara Menjadi Sederhana, yang ditunggu adalah sendok. Keduanya berbeda dalam bentuk dan konteks, tetapi memiliki satu titik temu: penantian yang perlahan berubah menjadi keadaan hidup.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Namun, pertunjukan Ab Asmarandana tidak berhenti pada permainan absurditas. Percakapan berkembang menjadi nostalgia pasangan, pembicaraan mengenai prosedur dan aturan, sindiran terhadap keadaan politik Indonesia, lalu bergerak menuju pertanyaan filosofis mengenai kehendak manusia.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Komedi menjadi kendaraan untuk membawa persoalan-persoalan itu. Penonton dapat tertawa pada satu adegan, tetapi setelah tawa selesai, pertanyaannya justru tertinggal.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Konflik utama pertunjukan ini pun bukan semata-mata konflik antara suami dan istri. Konfliknya berada di dalam diri manusia: antara kehendak dan aturan, antara keinginan bertindak dan kebiasaan menunggu, antara kemampuan memilih dan ketakutan menentukan pilihan.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Ketika absurditas terasa nyata(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Aldo, seorang pantomimer di Yogyakarta sekaligus sutradara kelompok Zizaluka, menjadi salah satu penonton yang dapat membaca pertunjukan ini dari perspektif praktik teater tubuh dan keaktoran.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

aldo 1
Aldo, praktisi teater.

Bagi Aldo, persoalan penting dalam pertunjukan semacam ini bukan hanya apa yang dikatakan aktor, tetapi bagaimana tubuh, tempo, jeda, dan situasi membentuk makna. Absurditas tidak selalu harus dimainkan secara ganjil. Justru ketika aktor memperlakukannya sebagai sesuatu yang normal, absurditas dapat terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Aldo mengenai permainan aktor, (Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Jika dibaca dari perspektif pantomim, tubuh para aktor dalam Cara Menjadi Sederhana memiliki peran penting. Benda yang sederhana dapat menjadi pusat perhatian bukan karena ukurannya, melainkan karena tindakan manusia terhadap benda tersebut. Menunggu, melihat, duduk, bangkit, ragu, marah, tertawa, dan kembali diam menjadi bahasa yang sama pentingnya dengan dialog.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Pertunjukan akhirnya mengajak penonton melihat kembali kebiasaan yang selama ini dianggap normal.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Mungkin manusia memang tidak kekurangan alat untuk hidup. Yang sering hilang justru keberanian untuk bertindak tanpa menunggu alat itu sempurna.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Setelah tawa, muncul pertanyaan(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Kesan paling menarik dari pertunjukan ini justru muncul setelah pertunjukan selesai. Penonton yang semula tertawa mulai membawa persoalan itu ke dalam kehidupan sendiri.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Jangan-jangan kita juga terlalu banyak menunggu.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Jangan-jangan dalam kehidupan sehari-hari, kita memiliki “sendok-sendok” lain yang terus kita tunggu sebelum berani mengambil keputusan.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Karena itu, Cara Menjadi Sederhana menjadi ironi terhadap judulnya sendiri. Ia berbicara tentang kesederhanaan dengan cara yang tidak sederhana.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Dan mungkin di situlah letak permainan Ab Asmarandana.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Sebuah sendok tidak datang. Dua manusia terus menunggu. Penonton tertawa. Kemudian pertunjukan selesai.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Tetapi pertanyaan tentang mengapa manusia terus menunggu justru baru dimulai setelah lampu panggung padam.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Bahkan seorang penonton masih membawa satu pertanyaan yang terdengar bercanda tetapi cukup mengganggu: mengapa harus sendok? Jangan-jangan “sendok” memang sengaja dibuat sebagai benda yang membuat manusia terus menunggu.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Atau, dalam permainan bunyi yang agak nakal, jangan-jangan sendok adalah “se-ndok” sesuatu yang belum pernah benar-benar kita pahami.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Pertunjukan boleh selesai. Sendok boleh tetap tidak datang.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Yang tersisa adalah manusia dan pilihannya.(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Sumber Informasi: Ab Asmarandana
Pengunggah: Redaksi
(Source: kosapoin.com/sendok-yang-tak-kunjung-datang-dalam-cara-menjadi-sederhana)

Redaksi

Apakah artikel ini membantu?
IP: 216.73.216.111
Negara: United States (Ohio)
Device: Desktop
OS: Unknown, Browser: Unknown

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *