SAJAK-SAJAK Imas Utami Lokayanti

DRAMATIKCK

JINGKRAK MAUT SANG DEWAN

Sore udara berdebu
Pelangi hampir tak terlihat
Padahal indah sekali kelihatannya
Kabar disana ada Demo menggiring debu kemarahan

Berbalut kecamuk kabar anak Indonesia
Pemberani dan tak gentar juang
Derita Rakyat terus berbalut balut-resah
Duka Rakyat Indonesia duka Negeri

Guru beban Negara
Air mata menetes ingat kenangan
Mengajar PAUD 14 tahun anak-anak kurang beruntung
Gaji guru 150.000/bulan sebanyak 7 orang

Hasil dari kenceng gak seberapa
Terselip rasa duka setiap bulan sisihkan
Penghasilan suami sebagai PNS
Ya Rabb apakah pemimpin itu tak bersekolah.

Dewan yang terhormat
Tega nya bicara Rakyat Indonesia Tolol sedunia
Memicu amarah duka mendalam
Tak akan ada api kalau tak ada asap

Ibu Pertiwi jberhujan tangis
Semua Mahasiswa turun murka Demonstrasi
Murka satu murka semua
Dewan bicara nyaring tanpa penyaringan

Apa yang bisa Rakyat genggam
Gaji melejit naik
Tanpa rasa iba rakrat terkais kais
mencari sesuap nasi bahan pokok naik semua demi memenuhi tuan dan puan
Udara majh ke senja
Ojol digilas tanpa belas kasihan
Mobil Rantis meluncur tanpa ampun
Banyak otak telah di cuci nafsu berakhir tragis.

Indonesia Terluka rakyat merana, tuan puan berjingkrak.
Menari nari naikkan pajak
Demi gaji Tuan Tuan
Pajak di samakan seperti potongan Amilin

Bandung, 5 September 2025

SAJAK-SAJAK Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

SAJAK-SAJAK Yesmil Anwar

NASIB ORANG KECIL

Dari pintu ke pintu
Jajakan makanan Kecil
Pagi berembun
Seorang ibu menenteng makanan

Pikiran menerawang jauh
Saat bunda ditinggal yanda
pensiun janda belum diterima
Jam tiga pagi sibuk di dapur

Berbekal lampu patromak

Siang sedikit banyak orang datang bawa tampah masing masing
Mereka mulai jajakan pastel dan peuyeum Bol buatan bunda

Ya Rabb betapa tersiknyanya Bunda

Tidur hanya beberapa menit
Malam tadarus Al’qur’an
sambil ngajar anak-anak yang datang
Siang menjahit waktu tersita seperti
Pegawai dan buruh harian

Anak-anak masih kecil terawat
Anak sekolah tak tau susah
Bunda pahlawan kehidupan kami
Hingga dewasa penjahit itu tetap melekat

Merekam jejak peristiwa
Tanpa luang ku kirim do’ a
Keduanya di persatukan kembali
Bunda yandaku tak ingin berganti pasangan sampai akhir hayat.

Setiap pagi
Ibu penjual kue itu menunggu
Di pagar rumah
Senyum sumringah selamat pagi.

Bandung, 4 09 2025

SAJAK-SAJAK Rachman Sabur
Baca Tulisan Lain

SAJAK-SAJAK Rachman Sabur

PADANG KELALBU

Hempasan langit hitam
Air hujan melimpah ruah
Kekasih….
Dimana kini

Lara yang engkau sematkan
Bagai karang terjal tengah lautan
Deru arus ombak menyatu rasa

Mentari bersinar setia
Memberi cahaya ruang kelam
Matamu teduh selamat jalan

Menyemai rindu kala jauh
Sebait kata cinta
Terukir dalam sukma
Cinta dan waktu

Bergandeng tangan
Senyuman hingga waktu menua
warna pelangi terobos sukma
Engkau pergi kekasih

Engkau telah pergi jauh
Udara dingin bak sembilu mengirin kalbu
Bukankah masih.ada ruang untukku
Mata teduh itu tatapnya tak sarat waktu

Bandung 03 09 2025

PUISI Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

PUISI Yesmil Anwar

JELAJAH WAKTU

Setiap rasa ada cerita
Setiap gerak tanggung jawab
Setiap langkah perubahan
Setiap jejak menuai sejarah

Kala sepi sunyi merenung diri
Disana gambar kita
Setiap lara bercerita
Disana ada kata tentang kita

Serpihan tanam ribuan suka duka luka
Tapi mengapa masih disini?
Waktu terus menggerus
Teruskan tidur menganyam mimpi

Kemarin dan hari ini
Masih dahaga masih lapar
Masih…masih…masih..
Oh Tuhan tuntun aku bimbing aku
Karena waktu adalah Engkau

Bandung , 27 12 24

KERING

Hujan tak singgah
Kemarau menghujani sawah retak retak
Angin menaparkan debu halaman rumah , lewat jendela debu menyusup setiap lobang

daun terbang warnanya menguning
Kering air sumur mulai kosong
Beberapa orang sibuk mencari air
Air …air ..air apa saja yang bisa di minum

Dahaga tak ada sisa
Gerah ..geraaaaahhh
Dunia kami gerahh
Pohon…pohon, meranggas

Nelayan tak melaut
Petani tak berkebun
Kering kerontang
Beras kering , air kering

Dompet kering,
cerita sudah berpuluh tahun
Rakyat imbas kehidupan
Sederhana kah tuan
300 T dirampok hanya butuh 6.5 thn di penjara???

Hahahahaha….penjara Perdeo
Pastinya seperti hotel Tuan
Hanya singgah sebentar
Sedang kekeringan rakyat menusuk jantung

Menghujam penjuru bumi
makanan mewah tak terbeli
Mencari sesuap nasi agar tetap hidup.
Hati nurani Tuan telah hilang rakyat tetap jelata.

Bandung, 11 01 2025

SAJAK-SAJAK Hasbi Afifi
Baca Tulisan Lain

SAJAK-SAJAK Hasbi Afifi

DO’A PENGEMIS TUA

Tengah malam hening
Munazat diri pada Yang Kuasa
Kabulkan segala urusan
Kabulkan harapanku Tuhan

Pagi sebelum sinar matahari datang
Bergegas menuju pasar
Begitu rumit perjalanan hidup
Berselendang kantong tipis

topi lusuh biasa di pakai
Kaleng penerang jalan hidup
Di simpannya depan kakinya
Wajah memelas bibir berdo’a pada siapa
yang memberi sedekah pagi

Begitu rumit perjalanan hidup
Kakek tua pucat pasi
hanya berbekal belas kasih
Dari ujung jalan serine berbunyi

Semua pedagang kaki lima lari pontang panting
Tibum..Tibumm..Tibuuummmm!!!
Sesekali menoleh ke belakang
Pengemis tua terseret

Terinjak tanpa belas kasih
Sebuah roda jatuh tepat di kakinya
Allohu Akbar…
pengemis diam tanpa kata
Sakratul Maut menjemput
Ternyata Allah lebih sayang.

20 09 2024

SAJAK-SAJAK Rachman Sabur
Baca Tulisan Lain

SAJAK-SAJAK Rachman Sabur


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *