KELANGIT JAUH
Daripada tidak berbuat
Barangkali bisa menebus salah berkarat
Berangkat dan menepi hajat
Lemas sejenak wahai engkau saraf
Lepas ruh pada hening gemuruh
Tak beranjak barang se-peluh
Menengok makom tubuh lusuh
Berkaca pada waktu simpuh
Kembali ke bumi membasuh tubuh
Ada sisa untuk tempuh
Walau hilang utuh
Bandung, 11122014

PUISI Rachman Sabur
TERJAGA
Kreativitas sangatlah cerewet
Sama bawelnya dengan produktivitas
Pengkatup kerumitan bersahaja
Jangan mudah terpesona dengan hal sementara
Dalam libido harus ada pemanasan
Jaga durasi dengan ritme teratur
Karena klimaks barang suci
Peraduan kusut sampai kelambu
Tinggal bikini menjaga nyaris telanjang
Rapikan kembali diri dalam jaga
Untuk jauh menafsir perlu pakaian
Tidak berhijab misteri hilang materi
Tandai lingkaran territory
Walau cerewet dan bawel terumbar
Jangan merasa cukup mengungkap sadar
Menjaga kendali mencari pribadi
Tidak terhenti karena tipu daya jadi
Bandung, 25112025

SAJAK Mohammad Rohanudin
BATAS ADA GELAP
Kita akan selalu bertanya pada yang jauh di batas
Ada apa dibalik gelap merata nan luas
Selalu saja penasaran walau berujung tidak puas
Kita berada lengkap dengan gagap
Cahaya kita redup di luas gelap
Jarak langkah sebatas kaki ngangkang
Sampai melangkah pun tidak bisa mendahului bayang
Terikat kuat jarak pandang
Sementara angan jauh melayang
Tubuh terikat bungkus mudah kusut
Digerus terus menerus waktu ingsut
Tengadah pada titik bintang kedip
Terpesona jadi ritual mengintip
Jiwa mengerdil dalam tubuh dekil
Rindu rumah di bukit terpencil
Asal mula dengan pengada
Sebagai katup takut gelap hilang ada
Kita makhluk kecil banyak tanya
Terbatas di luas semesta raya
Bandung, 25112025

SAJAK-SAJAK Bambang Oeban
TELUNJUK TAJAM
Engkau jatuh dalam keadaan nikmat penuh pahala
Tidak merasakan sakit yang hakiki karena mabuk pusing kepala
Jebakan pengetahuan, filsafat, seni, mitos, etos dan budaya jadi bantalan jatuh ke jurang
Jebakan telah menjadi sandaran kesadaran alang kepalang
Engkau telah merubah diri sendiri dalam diwan
Melumuri tubuh dan ruh dengan arak di cawan
Hening yang luas merata tidak engkau jambangi segera
Ketakutan telah memutus sebagai manusia pengarung samudra
Jebakan jaring laba laba menjerat leher menutup saluran udara
Engkau telah jadi wadah ketakutan yang berselancar sejak zaman purba
Dan engkau merevisinya lalu dengan gagah perkasa hidup dalam sabda
Validitas menjadikan tanda tangan penuh percaya diri
Jeratan semakin langkah tidak beranjak susah berlari
Genap sudah engkau jatuh babak belur
Susah bangun terus ngelindur
Gemerincing itu nyaring
Tidak terdengar selain denging
Bandung, 13122025








