TIPU DAYA KEPURA PURAAN
Seperti napi mencintai penjaranya sendiri
Bermain dengan ilusi optik
Gambaran terbalik pun merasa bebas
Padahal kenyataan jadi budak kehancuran
Diperogram dimesin sosial
Dijerat martabat makna populis
Hidup penuh halusinasi
Dengan ketakutan yang semakin akut
Bermain dengan moral politik yang disucikan
Penakut pada ruang gelap
Kesunyian yang seharusnya tempat transformasi kesadaran bangkit tidak tersentuh
Maka dirinya dibiarkan memikul sampah dan limbah laboratorium
Teori teori dicitrakan
Yang menjadi gaun kemewahan menutupi bolong diri
Keberanian telanjang tumbuh pun tidak
Pelajaran gelap untuk hidup hilang redup
Bandung, 28112025

PUISI Pakesit
LIMBAH INTELEKTUALITAS
Rupanya kita terkontaminasi pencari makna
Keracunan di tingkat yang brutal
Sampai pada tingkat delusi
Jiwa pecah menepi ke skizofrenik
Ketakutan bawaan pada kematian
Mencari alasan yang absurd
Melegitimasi produknya hingga jadi sistem memenjarai
Moral, agama, budaya, teknologi, pengetahuan, filsafat, seni, dan produk intelektualitas lainnya
Racun itu berjamur di musim penghujan
Menjadi penjara diri sendiri
Terjebak dikelilingi limbah atas dasar kesadaran
Kebebasan untuk membawa diri pun gelap tak berkesudah
Perjalanan ketakutan seperti tak berdasar
Punden berundak
Layar belum tertutup
Ilusi masih dipijak
Bandung, 27112025

SAJAK-SAJAK Mataya Sutiragen
TANAM TUAI
Yang menjadikan diri hanyalah diri sendiri
Luar maupun dalam kesatuan mandiri
Seperti penyemai menanam panen pun pasti dituai
Salah bibit salah pupuk tumbuh pun sesuai
Lahan tandus haruslah diolah
Bukanlah masalah bagi perubah
Penggemburan tanah ada niat mau berkeringat
Penyubur sebab ada tekad bulat
Penggarapan untuk menyuburkan lahan adalah upaya yang benar
Semua musim ada di kesadaran nalar
Gunung es dibatasi puncak
Bawah gunung nyaris melebihi jarak
Menanam di lahan langit luar berpetak
Menanam kedalam luas beranjak
Melimpah hasil kesatuan kesadaran mutlak
Bandung,18042025

SAJAK Dody Satya Ekagustdiman
DI ALTAR KITA IMAMNYA
Akan tiba pada waktunya semua hanya cahaya
Semua prasangka, bahasa, agama, pengetahuan, suku bangsa dan budaya
Tidak lain sebuah fase
Untuk pergelaran keluasan etalase
Segala penafsiran tidak diperlukan taat
Ruang dan waktu tidak lain hitungan kasat
Hilang tidak ada makna dalam gelaran
Satu kesatuan penuh dengan pencahayaan
Itu kita tidak dalam ilusi akal penalaran
Melainkan satu wujud kesadaran
Alam semesta itu kita sendiri
Semua dimensi melekat kuat terpatri
Kita jagat raya tak bertepi
Bandung,17042025

SAJAK-SAJAK Mataya Sutiragen
MENEPI KESADARAN
Ketakutan adalah pikiran kolektif yang belum disembuhkan
Pengobatan haruslah keluar untuk masuk kedalamannya
Jangan serahkan pada dunia yang akan menambah parah keadaan
Lalu melupakannya dalam keterpaparan
Penyembuhan ada pada keheningan
Persis keterkaitan miliaran bintang
Menyatu dengan keselarasan merentang
Pucuk gunung es mengerucut dalam pandang
Luas berlipat di bawah lebih memanjang
Keheningan memanggil untuk pulang
Kesadaran tak lain cahaya terang
Luar dan dalam satu tidak saling silang
Bandung,18042025

SAJAK-SAJAK Ayie S. Bukhary
MENGENALI SUNYI
Padahal waktu tidak pernah menunggu
Tidak seperti kesadaran menunggu ketakutan bawaan masa lalu hilang
Atau lebih jauh ke belakang ketakutan yang purba
Untuk berubah perlu melepas dan telanjang
Sebagai katup menuju transformasi baru
Di ruang pelajaran gelap untuk hidup
Mengenali sunyi penuh seksama
Menunggu melangkah kapan bayang gerak
Subversi pada diri bukan dosa besar
Seperti memutus DNA
Kuasa kita yang punya
Dan alam tidak pernah berdoa
Diri sendirilah yang upaya
Sunyi arena sidik jari
Maka mati pun tak luka
Bandung, 28112025









