BERANDA HATI
Maafkan aku semua, wahai sahabat, kawan, teman, saudara, kekasih, dari semua yang pernah kenaliku dan tersentuh oleh jemariku, terbuai akan…
Maafkan aku semua, wahai sahabat, kawan, teman, saudara, kekasih, dari semua yang pernah kenaliku dan tersentuh oleh jemariku, terbuai akan…
Bagian 3 SD Swasta Laea Di bagian paling belakang sekolah itu, berdiri deretan pot kecil dari batok kelapa. Masing-masing anak…
Lukisan pulau pulau indah diteplak dari lukisan yang direkam oleh mata itu bukan sekadar imaji dalam kata kata yang disusunnya…
Bagian 1 – SD Swasta Laea Aku datang pagi itu. Langit belum biru sepenuhnya, dan embun belum menyerah dari ilalang.…
Radio genggam itu tidak pernah dimatikan. Bahkan saat suara-suara dari laut terdengar seperti dengung asing yang tak bisa dikenali, ia…
Kayu itu disimpan sejak anak sulungnya lahir. Bukan kayu biasa. Bitti[1] tua yang dipilih langsung dari hutan Maginti, dibawa turun…
Bagian 7 Di pesisir Vanua Levu[1], perahu dibangun tanpa paku. Hanya dengan simpul, anyaman, dan keyakinan bahwa kayu akan saling…
Bagian 1 Nelayan dari Tassipi datang dengan perahu kayu sempit dan layar sobek yang dijahit ulang berkali-kali. Mereka tidak membawa…
Bagian 2 Mereka duduk membentuk lingkaran di Pulau Pasir yang sunyi. Angin asin menyelinap di antara bekal yang baru dibuka:…
Bagian 3 Bagi orang Tassipi, nama Rote bukan hadir pertama lewat peta, tapi dari kisah-kisah yang dibiarkan mengering di geladak…
Bagian 4 Sore itu hujan belum benar-benar reda, tapi aku sudah duduk di ruang tengah rumah panggungnya yang rendah di…