Kategori: Prosa
SARINAH ANGELLA
Sebuah Cerita Novel SARINAH ANGELLA mahakarya BAMBANG OEBAN BAGIAN – 01 | RUMAH TUA Krekeeet … braaak,zzzssshhh, plassshhh …… Suasana…
PAGI MEREVISI PAGI
EMPIRIS :Pagi yang cerah dengan semburat sulur-sulur cahaya emas, disepuh merah muda dan biru tua, serta ungu muda jadi lukisan…
BERANDA HATI
Maafkan aku semua, wahai sahabat, kawan, teman, saudara, kekasih, dari semua yang pernah kenaliku dan tersentuh oleh jemariku, terbuai akan…
REKAMAN KATA , KATANYA
Lukisan pulau pulau indah diteplak dari lukisan yang direkam oleh mata itu bukan sekadar imaji dalam kata kata yang disusunnya…
Ibu Penjaga Gelombang
Radio genggam itu tidak pernah dimatikan. Bahkan saat suara-suara dari laut terdengar seperti dengung asing yang tak bisa dikenali, ia…
Kontu Wuna dari Maginti
Kayu itu disimpan sejak anak sulungnya lahir. Bukan kayu biasa. Bitti[1] tua yang dipilih langsung dari hutan Maginti, dibawa turun…
Lelaki Camakau dan Perempuan Malige
Bagian 7 Di pesisir Vanua Levu[1], perahu dibangun tanpa paku. Hanya dengan simpul, anyaman, dan keyakinan bahwa kayu akan saling…
Pulau Pasir dan Lelaki Laut
Bagian 1 Nelayan dari Tassipi datang dengan perahu kayu sempit dan layar sobek yang dijahit ulang berkali-kali. Mereka tidak membawa…
