Di antara sisa cahaya Ramadan yang masih berpendar di relung jiwa, serta desir Lebaran yang sayup-sayup masih bergema, suasana kebersamaan belum benar-benar usai. Kriuk kakaren yang masih ingin dilahap, dan tali persaudaraan yang terus ingin dijalin, menjadi ruang hangat yang menyatukan rasa. Dalam momentum inilah, peringatan Hari Teater Dunia hadir sebagai waktu yang tepat untuk kembali berkumpul, merayakan, dan memaknai keberadaan seni pertunjukan sebagai ruang perjumpaan batin.
Ngaos Art Foundation bersama sejumlah kelompok teater akan menggelar perhelatan bertajuk “Qobiltu Hatedu”, sebuah ruang artistik sekaligus spiritual yang mengajak setiap individu untuk hadir tidak hanya sebagai penonton, tetapi sebagai bagian dari peristiwa itu sendiri.
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal: Jumat, 27 Maret 2026
Waktu: Pukul 16.00 WIB hingga selesai (jadwal terlampir)
Tempat: Studio Ngaos Art, Amanda Residen, Tasikmalaya
Dengan segala kerendahan hati, Ngaos Art Foundation mengundang seluruh insan teater—dari berbagai latar, ruang, dan pengalaman—untuk hadir dan menyaksikan perhelatan ini. Lebih dari sekadar pertunjukan, “Qobiltu Hatedu” adalah sebuah perjanjian batin: ruang di mana tubuh menjadi saksi, kata menjelma doa, dan setiap langkah adalah bentuk penerimaan.
Datanglah, dan ambillah bagian dalam peristiwa ini. Karena panggung bukan hanya tempat untuk dilihat, tetapi untuk dialami, dirasakan, dan dihidupi bersama.
Qobiltu Hatedu
“Kami menerima panggung ini—dengan segala luka, cinta, dan kejujurannya.”









