Bantal Merah-Ku(Source: kosapoin.com/puisi-yanuar-abdillah-setiadi-2)
Rebahkan punggungmu
Rebahkan lelahmu
Rebahkan jiwamu
pada pelukan-Ku.(Source: kosapoin.com/puisi-yanuar-abdillah-setiadi-2)
Purbalingga, 2026(Source: kosapoin.com/puisi-yanuar-abdillah-setiadi-2)

SAJAK-SAJAK Husni Hamisi
Payung Ungu(Source: kosapoin.com/puisi-yanuar-abdillah-setiadi-2)
akan aku lindungimu
dari hujan air mata
air mata, mata airmu.(Source: kosapoin.com/puisi-yanuar-abdillah-setiadi-2)
Purbalingga, 2026(Source: kosapoin.com/puisi-yanuar-abdillah-setiadi-2)

PUISI Denny Cholid Rachmat
Sebuah Karet(Source: kosapoin.com/puisi-yanuar-abdillah-setiadi-2)
ajari aku cara
untuk mengikat
sesuatu yang
amat rumit untuk diikat
yaitu: waktu.(Source: kosapoin.com/puisi-yanuar-abdillah-setiadi-2)
Purbalingga, 2026(Source: kosapoin.com/puisi-yanuar-abdillah-setiadi-2)

PUISI Yesmil Anwar
Bagaimana Kalau(Source: kosapoin.com/puisi-yanuar-abdillah-setiadi-2)
Presiden itu seorang penulis fiksi
apakah ia akan membuat
akhir cerita yang menggantung
atau selesai begitu saja?
Apakah ia juga akan memungut pajak
dari kata-kata, dari pena dan dari kopi?
Ah, apakah dia percaya pada
kerja-kerja yang imbalannya adalah
keabadian?(Source: kosapoin.com/puisi-yanuar-abdillah-setiadi-2)
Purbalingga, 2026(Source: kosapoin.com/puisi-yanuar-abdillah-setiadi-2)


