Serangan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela pada 3 Januari 2026, yang berujung pada penahanan Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya Cilia Flores, menimbulkan gelombang kecaman internasional. Langkah ini dianggap melanggar hukum internasional, Piagam PBB, serta norma dasar hubungan antarnegara.
China menjadi yang paling vokal menentang, menuntut agar AS segera membebaskan Maduro dan menyelesaikan permasalahan politik Venezuela melalui dialog, bukan intervensi militer. Tak hanya Beijing, beberapa negara yang senafas dengan China, seperti Rusia, Iran, Kuba, Nikaragua, dan Bolivia, juga mengecam tindakan AS. Mereka menegaskan bahwa operasi militer sepihak terhadap negara berdaulat dapat mengganggu stabilitas regional dan mencederai prinsip kedaulatan.
Solidaritas ini menandai munculnya garis baru antara kekuatan global yang menentang dominasi unilateral AS.
Dampak Strategis dan Ancaman bagi AS
Serangan ini tidak hanya soal politik, tetapi juga menimbulkan serangkaian risiko strategis bagi Amerika Serikat.
Pertama, citra AS sebagai penegak hukum internasional mengalami penurunan. Operasi ini memicu persepsi bahwa kebijakan luar negeri Amerika tetap didorong oleh kepentingan sepihak.
Kedua, aliansi anti-AS semakin menguat. China, Rusia, Iran, dan beberapa negara Amerika Latin kini semakin terikat solidaritas politik dan diplomatik, yang bisa menurunkan pengaruh AS di berbagai forum internasional.
Ketiga, tekanan diplomatik meningkat. PBB, organisasi regional, serta beberapa negara Eropa mengecam keras tindakan tersebut, menuntut AS menghormati kedaulatan Venezuela.
Keempat, keamanan regional Amerika Latin terancam. Intervensi sepihak meningkatkan risiko demonstrasi anti-AS, ketegangan politik, dan potensi konflik internal di negara-negara tetangga, yang pada gilirannya menurunkan stabilitas kawasan.
Kelima, efek ekonomi dan perdagangan ikut terasa. Investor asing dan mitra dagang mungkin menahan kerjasama karena risiko reputasi dan diplomatik.
Tindakan yang dianggap agresif dapat menimbulkan ketidakpastian bagi sektor bisnis dan menurunkan posisi Amerika di pasar global. Keenam, preseden bagi intervensi militer menjadi berbahaya. Negara lain bisa mencontoh atau menentang intervensi AS, yang membuat dinamika geopolitik lebih kompleks dan memperbesar risiko konflik berskala internasional.
Studi Kasus: Sejarah intervensi AS di Amerika Latin menunjukkan risiko jangka panjang dari operasi militer unilateral. Contohnya, invasi AS ke Panama (1989) dan Haiti (1994) menimbulkan ketidakstabilan politik selama bertahun-tahun, memicu kritik internasional, dan menurunkan citra Amerika di kawasan tersebut. Serangan di Venezuela berpotensi menimbulkan efek serupa, tetapi dengan dampak lebih luas karena keterlibatan negara-negara besar seperti China dan Rusia.
Analisis dan Implikasi
Kecaman global terhadap AS menunjukkan bahwa tindakan militer sepihak tidak lagi bisa dilakukan tanpa konsekuensi diplomatik serius. China dan negara-negara sekutunya memanfaatkan momen ini untuk memperkuat posisi diplomatik, memperluas pengaruh di Amerika Latin, dan menegaskan kepatuhan pada prinsip kedaulatan.
Bagi AS, konsekuensi dari tindakan ini bukan hanya politik, tetapi juga strategis dan ekonomi. Penurunan reputasi diplomatik, meningkatnya aliansi anti-AS, dan tekanan ekonomi dari investor maupun negara sekutu akan memaksa Amerika meninjau ulang pendekatan intervensinya. Operasi yang dilakukan tanpa konsensus internasional kini menimbulkan risiko bagi posisi Amerika di forum global dan kancah Indo-Pasifik maupun Amerika Latin.
Penutup
Kasus Venezuela memperlihatkan bahwa kekuatan militer saja tidak menjamin keberhasilan diplomasi. Kedaulatan, legitimasi, dan opini global kini menjadi faktor utama dalam menentukan pengaruh sebuah negara. Kecaman China dan sekutunya menegaskan bahwa intervensi sepihak membawa konsekuensi luas, yang melampaui sekadar pertarungan politik internal Venezuela. Maka bagi dunia, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa stabilitas internasional menuntut penghormatan pada hukum, kedaulatan, dan jalur diplomasi yang terukur.









