PUISI Ayie S Bukhary

PENGEMBARA

HAKIKAT ENGKAU

Engkau tidak akan menemukan dirimu sendiri
Kalau masih berkutat dengan keramaian kehidupan setiap hari
Bukan berarti sosialisasi tidak berarti sama sekali
Itu semata hiburan pelemasan kejenuhan yang seharusnya disadari
Dan Itu akan menguap tanpa engkau sadari
Menerapkan dan menuliskan yang dipahami dari selidik mata hati kepala dan telinga
Harus ditemukan saat engkau sendiri merenungkan segala yang menganga
Baru engkau yang pertama yang menemukan kesadaran harum bunga
Kesadaran itu pintu masuk kesendirian
Jalannya hening tidak berkesudahan
Itu bentuk diri yang merdeka bebas seluas leluasa
Kebebasan selalu datang saat kita sendiri sungguh
Karena hakikat hidup menampakan dirinya dengan utuh
Hakikatnya engkau sendiri tidak melepuh

Bandung, 24122025

PUISI Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

PUISI Yesmil Anwar

MEMBACA KESADARAN DIRI

Sesungguhnya kematian adalah hal yang akrab dengan kita
Hanya ketakutan yang tidak berkesudahan tertanam di lubuk terdalam sehingga sulit dijangkau di alam bawah sadar
Untuk mengembalikannya perlu merekonstruksi diri dengan benar
Sekalipun harus telanjang kembali pada pabrikan semula
Seperti perangkat lunak di update membersihkan virus atau kapasitas sampah yang menumpuk menghambat lancarnya berselancar
Mengingat semua terbaca algoritma kalender
Terlepas untuk pergantian penanggalan baru
Kematian yang kita alami setiap detik adalah perubahan yang sangat masiv
Sampai-sampai nyaris tidak terdeteksi
Pada kulit perubahan mengelupas meninggalkan kulit ari menjadi daki setiap membersihkan diri
Pada gigi mulai tanggal
Pada mata mulai buram
Pada pendengaran semakin gemuruh
Pada rambut mulai memutih
Jantung melambat dalam penyesuaian usia
Pada saraf-saraf baru yang lama tergantikan
Topangan tulang tidak tahan dalam ketegakan
Tremor menggerakan kestabilan tubuh
Hampir seluruh perangkat tubuh tergantikan dengan yang baru
Bersesuaian dengan perubahan dari masifnya kematian sel
Kita sudah mengalaminya setiap hari kematian kecil
Musabab yang melupakan perasaan itu bukan untuk kita
Kadang kematian besar menyadarkan sedikit pada kesadaran
Orang tua, saudara, kerabat, handai tolan telah lebih dulu meninggalkan kita
Air mata berkaca karena kehilangan
Yang terbaca meninggalkan bayangan
Pertama yang menampilkan bayangan diri adalah pantulan kaca cermin
Yang membaca dengan keakraban tentu diri sendiri
Yang belum khatam mengkaji kejadian yang bertoleransi kecepatan tinggi
Kematian besar dan kecil mutlak terjadi
Untuk dimensi lebih tinggi

Bandung, Mei 8 2025

PUISI Hermana HMT
Baca Tulisan Lain

PUISI Hermana HMT

MENEPIS SUCI

Bukan sedang melolong seperti serigala ditengah malam
Menyeringai mempertontonkan taring tajam
Atau menandai wilayah dengan pesing
Seperti si aku menepuk dada tatapan miring
Angkuh berjalan pundak terangkat
Menatap kecil kawan sahabat kerabat
Tidak !
Bukan !
Celaka aku bila demikian
Masuk jurang tak berkesudahan
Melainkan dalam kesulitan menemukan pedang setajam sembilu
Untuk meng gurih diri sampai perih ngilu
Melepas tidak berbatas ayat
Telanjang tanpa sehelai benang aurat

Bandung, 24122025

PUISI Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

PUISI Yesmil Anwar


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *