SAJAK-SAJAK Husni Hamisi

husni

— Ada yang datang di kepala, memilih menjadi puisi, saat pengumuman amnesti dan abolisi diumumkan orang-orang itu, seraya mereka berjabat tangan dan bibir yang mengenakan senyum kepuasan — :(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

Tanda Tanya di Ujung Pabrik(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

Kami berdiri
Di gerbang pabrik yang tak lagi bernama,
Menunggu daftar baru,
Tapi yang datang hanya angin
Membawa kertas lamaran
Yang pernah kami tulis
Dengan tinta utang dan air doa terakhir.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

(huha_2025)(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

PUISI Lintang Ismaya
Baca Tulisan Lain

PUISI Lintang Ismaya

Gaji yang Turun Bersama Hujan(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

Sore tadi, gaji turun,
Tapi juga hujan—
Kami tak sempat menadah
Keduanya.
Yang satu habis untuk sewa kamar,
Yang lain membasahi sepatu
Dan membuat kami demam
Sepanjang bulan depan.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

(huha_2025)(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

PUISI Agung Maulana
Baca Tulisan Lain

PUISI Agung Maulana

Manekin Tanpa Kepala(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

Di toko-toko mewah
Ada manekin tanpa kepala—
Aku berdiri di hadapannya
Dan merasa disapa.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

Mungkin karena kami berdua
Tak pernah tahu
Siapa yang memutuskan
Kami hanya dipajang,
Kemudian dilakbankan.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

(huha_2025)(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

PUISI Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

PUISI Yesmil Anwar

Upah Harian(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

Kami digaji dengan jam dinding
Yang setiap detiknya mencuri napas,
Dan disuruh bersyukur
Karena masih bisa batuk
Tanpa potong gaji.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

Upah kami bukan angka
Melainkan cerita anak
Yang menolak sarapan
Karena tahu besok
Tak ada minyak goreng.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

(huha_2025)(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

PUISI Mataya Sutiragen
Baca Tulisan Lain

PUISI Mataya Sutiragen

Dapur yang Tidak Tahu Siapa
Menteri Tenaga Kerja
(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

Pengangguran punya cara sendiri
Menyanyikan lagu kebangsaan:
Dengan perut kosong,
Kompor padam,
Dan istri yang diam-diam
Menjajakan mimpinya
Ke toko kelontong terdekat.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

(huha_2025)(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

Refleksi di Kaca Etalase(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

Kami yang berdiri di luar toko
Melihat boneka-boneka manekin
Dengan baju kantor
Dan sepatu pantofel.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

Kami mengenali tubuh kami
Di balik pakaian itu,
Tapi tak punya kunci
Untuk masuk ke kaca.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

(huha_2025)(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

PUISI Ayie S Bukhary
Baca Tulisan Lain

PUISI Ayie S Bukhary

Pengumuman di Balik Tembok Bata(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

Di dinding itu tertempel lowongan
Bertahun-tahun lamanya.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

Tapi yang menempelkan
Sudah meninggal,
Yang mencetak brosurnya
Sudah jadi tukang parkir,
Dan yang membaca
Cuma kami—
Yang tak lagi bisa membaca apa pun
Selain tanda tanya
Di wajah anak kami.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

(huha_2025)(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-husni-hamisi)

PUISI Rachman Sabur
Baca Tulisan Lain

PUISI Rachman Sabur


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *