KABUT
tanpa suara
kabut itu pun
tercipta
beraneka warna
memasuki jendela
dan kamar-kamar
dari rumah-rumah
yang tertutup
dan terbuka.
jalan ini
adalah peta
dan segala kabar
hanyalah kemah
tempat istirah.
dalam senyap
segalanya
melesat
jadi peluru.
dan diam-diam
segala kesenangan
jadi senjata
pembunuh massal
paling mematikan.
Depok, 29092025.

PUISI Diro Aritonang
KABUT (2)
ia begitu dekat
dalam urat nadi kita
jadi tirai,
jadi hijab
bagi segala.
mata kita
kian lama
kian samar
menilai yang ada.
musim yang datang
musim yang menghilang
kian menyembunyikan
nama-nama
di kesunyian.
dalam gelap
mereka terus berlayar
mengendap-ngendap
jadi wabah
jadi maut
di sekujur
tubuhmu.
Depok, 29092025

PUISI Yanuar Abdillah Setiadi
KABUT (3)
semua takkan lagi
jadi milikmu!
tanah, rumah,
bahkan, tubuhmu
kau takkan pernah tahu lagi
siapa tuannya.
pada masa itu
kau hanya bisa berkata:
semua telah terjadi!
segala
yang kau genggam
hari ini
telah jadi senjata
paling mematikan
milik mereka.
namun,
seperti biasa
kau tak pernah
benar-benar
mau percaya.
Depok, 29092025









