PUISI Pakesit

jurnalis

Sajak Tukang Wartawan pada Istrinya(Source: kosapoin.com/puisi-pakesit)

Aku ini cuma tukang wartawan,
penyambung kata di antara jeda dan kesunyian, berlari dari kabar ke kabar, mencatat luka, menyalin harapan dalam berita yang tak semua orang sudi baca.(Source: kosapoin.com/puisi-pakesit)

Kau, istriku, adalah matahari
tak hanya bersinar tapi menghangatkan langkahku yang kadang pulang dengan lelah, kadang tak pulang sama sekali
karena harus mengejar suara yang tenggelam di balik suara-suara yang lebih keras dan lebih dianggap.(Source: kosapoin.com/puisi-pakesit)

Aku ini kumbang liar,
menyusuri ladang peristiwa yang penuh debu dan kadang diludahi karena tulisan dianggap tak penting, karena aku bukan penyair, bukan pahlawan, hanya pencatat yang nyaris dilupakan.(Source: kosapoin.com/puisi-pakesit)

Tapi kaulah bunga matahariku,
yang setiap pagi membuka kelopak tanpa mengeluh, meski aku lebih sering membawa kabar buruk daripada sekotak martabak atau seikat senyum.(Source: kosapoin.com/puisi-pakesit)

Kau tahu?
Cintaku bukan pada dunia yang riuh ini,
tapi padamu yang diam-diam memetik sabar saat aku sibuk mewawancarai derita orang lain, padahal luka sendiri belum sempat kuseka.(Source: kosapoin.com/puisi-pakesit)

Kita bukan kisah yang viral,
tapi kita nyata. Kau setia di ujung doa,
dan aku setia menulis, agar dunia tahu:
ada cinta yang tumbuh dari peluh dan debu, bukan dari pujian atau panggung semu.(Source: kosapoin.com/puisi-pakesit)

Istriku, jika nanti aku tak sempat pulang
karena tertimbun tugas atau tenggelam dalam kejar tayang, ingatlah:
hatiku selalu menulis namamu
di lembar paling sunyi dalam hidupku.(Source: kosapoin.com/puisi-pakesit)

2024(Source: kosapoin.com/puisi-pakesit)

PUISI Ayie S. Bukhary
Baca Tulisan Lain

PUISI Ayie S. Bukhary


Apakah artikel ini membantu?
IP: 216.73.216.204
Negara: United States (Ohio)
Device: Desktop
OS: Unknown, Browser: Unknown

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *