Dua puluh enam tahun aku hidup bersama Kepahitan, ada manisnya tapi cuma sedikit, sedikit sekali. Setiap hari hanya mendengar teriakan-teriakan, menyakitkan kuping. ” Tidak ada beras “ Piring seng terbang.. Preeeng ” Gas habis “ Cangkir seng mengelinding Prang, prang.. ” Galon kosong “ Panci almunium terbang Preng,, prang, preng. ” Sabun mandi habis “, Gayung berisi air Kreng seŕr, kreng serrr. ‘ Kamu hanya duduk, baca naskah drama, tidak pernah berfikir bagaiman caranya mencari makan, kerja, kerja, kerja, ayo kerja, cari duit sono “ Aku diam, tutup naskah, ambil HP dan WA, Sahabat kreatif baikku, nunggu sepuluh menit, WA bunyi, baca WA, Alhamdulillah, lumayan cukup untuk beli semua yang Isteriku teriakan tadi Aku pamit, pergi ke ATM, Aku belikan semua kebutuhan tadi.. Ini ada tambahan buat jajan anak-anak.. Isteriku diam tak bicara apa-apa. Senyuman bahagia…
Cinta Kau jauh di langit ke tujuh Cinta Kau jauh di bintang-bintang Cinta Kau jauh entah di mana Cinta Kau ada di dalam hati ku Apakah aku ada di hati mu ?
Nurrahmat SN, lahir di Tasikmalaya, 19 Agustus 1960 Sepintas ia tampak menyeramkan, gemar berbusana hitam-hitam, berkulit hitam, tetapi ia berhati putih, gemar menolong, sedikit bicara banyak bekerja, dan intens dalam menyiasati persoalan keseniannya. Ia jebolanASTI/STSI/ISBI Bandung, jurusan Pemeranan, baginya sekolah adalah alat bantu dalam pencarian seniteater yang ia geluti sejak masih remaja. Berkelana keliling. Indonesia. membuka ladang, mencangkul keseniannya. Sebagai Aktor, ia bergabung dengan banyak grup teater, antara lain, Studi club Teater Bandung, Sanggar Kita Bandung, Teater 81 Bandung, StudioTeater ASTI/STSI/ISBI Bandung,Teater Payung Hitam Bandung (1981-1991) danTeater Koma (1992-2005), terlibat dalam banyak lakon penting dan kini bergerak dan mengalir one-man-show. Ia mengajar seni teater untuk pelajar dan mahasiswa, guru-guru TK dan SD juga para pelaku teater di Balai Latihan Kesenia Jakarta atau Pusat Pelatihan Seni Budaya Jakarta. Workshop Dramaturgi bekerja sama Teater Koma dan Goethe Institute. Ia terkait proses kreatif di Gegar Teater awal pembentukan janin pada tahun 1994, hingga Lab Teater Batavia sampai tujuan menjadi Dur Bengkel Pentas Seni. Kini ia membangkitkan kembali TEATER GeMBOL komunitas teater yang ia dirikan di Tasikmalaya, kota kelahirannya. Ia bergerak di Jakarta, terus berkesenian, terus mengalir, tidak pernah berhenti,takmengenallelah, tak mengenal putus asa dan selalu melakukannya dengan senang hati yang penuh ikhlas, tulus, jujur, cinta, nurani bening dan tetap gumbira. JANGAN BIARKAN PANGGUNG KOSONG.
SAJAK ORANG PANGGUNG Panggung,Kamu adalah nafas beningtiga perempat usiadari kepalasinggah di jiwamenjadi suara Panggung,petualangan cinta seluruh usiapada sela lantai panggungterinjak,…
mentari senjaaroma kopi tubrukkisah berakhir hujan menderasgetaran dalam jiwakumandang azan malam menepidedaunan berembunsujud terakhir pagi berkilausiluet pegunungantakbir mendesir siang nan…