PENAFSIR
Simbol sama berserakannya dengan bintang gemintang
Pasir di bibir luas pantai
Dari yang bernama hingga yang belum punya nama
Daun dari rimba belantara
Tinta lautan lepas
Maka memberi nama adalah pekerjaan sebagai pencipta untuk mengakrabi
Imaji seluas gelap malam sunyi
Kemustahilan bagian pembacaan penulisan
Simbol untuk kemudahan perenungan
Pencarian frekuensi tinggi ke lepas jagat
Ruang dan waktu bukan batasan
Energi kecerdasan cahaya darinya tak beruang tak berwaktu
Ada dalam relung
Mencipta titah dari pemberi narasi
Maka tiada jadi ada karena adanya
Bandung, 12102025

PUISI Diro Aritonang
SULUR CAHAYA
Hal yang dangkal bila melulu dalam sinisme
Dalam taqlid buta mengunyah tanpa infiltrasi
Kebebasan berkehendak dalam tabir
Kelegaan jiwa terpasung karenanya
Memerdekakan diri kecerdasan pribadi
Jadi atau mati sebelum maut tiba
Pilihan ada di tangan
Kita punya kuasa
Karena kandungan cahaya telah ditiupkan
Melebihi kedekatan urat nadi sendiri
Di bukan akan terbuka
Dibiarkan tertutup gelap gulana
Maka frekuensi hasil upaya
Tinggi rendah makom jelas
Bandung, 12102025

PUISI Rachman Sabur
SULUR MUNAJAT
Dua pertiga malam
Pukul tiga dini hari
Tubuh tepat pada titik nol
Beriringan kesadaran
Jagat raya mengulur rantai emas
Seluruh jaringan tubuh menetapkan sigap
Siapa layak dapat sempat
Dari tetes air bening berkilau
Bersamudra kembali membiru
Terkabulnya hajat
Terpilih dalam hari
Nurani bersemi dalam luas hening
Jati batang terpilih
Bandung, 9102025

SAJAK-SAJAK Imas Utami Lokayanti
DAVID DAN GOLIAT
Teori telah dibangun
Penafsir seperti pengadil
Ruang sempit pengap udara
Luas panorama di luar
Jauh lapang kelegaan
Lokan di pasir pantai
Luas samudra tak bertepi
Jentik berusik lokan tak beriak
Samudra bergelombang menerjang
Hukum ada di alam keteraturan
Keselarasan dalam kecerdasan
Bandung, 9102025









