MOZAIK TRANSENDEN
Sepi itu selalu konsisten
Ruang hening mengembang
Tidak pernah selesai
Puzzle berserakan dari bentuk yang utuh
Perkembangan meluas jauh dari induk semula
Membentuk pecahan-pecahan jauh meruang
Semakin luas menyusun asal batang tubuh
Kerumitan masuk pada keteraturan kegelapan
Dan puzzle beranak-pinak puzzle baru
Setiap pemisahan dentuman supernova
Manusia tidak pernah selesai
Menembus yang tidak tersentuh
Kita adalah abadi struktur alam
Tanpa intervensi memang sudah mandiri
Satu gelombang frekuensi tinggi
Untuk diketahui alam ada pemilik jadi
Bandung, 2162025

SAJAK-SAJAK Ayie S Bukhary
TERBUKA JUA
Ironi mulut angkuh termakan buih sendiri
Rubuh tubuh membuka laku sungguh
Gering ringkih memang adanya
Bila saja mawas diri empati tidaklah incit
Tapi apa lacur bawaan jumawa
Awal akhir ternyata terbuka juga
Apa masih juga busung dada
Tidak jua guna barang seada
Akan terbuka kapan berlebihan lupa
…

PUISI Diro Aritonang
ISTANA
Hal yang bodoh membiarkan pintu terbuka
Untuk masuk hal usang
Hanya mengotori ruang pribadi yang sakral
Ruang lembab lebih indah berjamur
Karena sunyi terbentuk darinya
Sunyi harus runcing menusuk langit
Melubangi untuk masuk pribadi terpilih
Dari campuran tangan prasangka yang dangkal
Lebih baik membakar diri
Ketimbang perlahan-lahan dibakar
Campur tangan pihak luar
Bangunan kusam berjamur karena jati
Lebih estetis dari buih yang mengambang
Keterbukaan penyakit pembaal
Bagi sidik jari jadi
Perjalan harus sampai Aras
Karena berani mengibas tegas
Bdg, 3 Juni 2019
#Abu

SAJAK-SAJAK Lintang Ismaya
AYAT KLOSET :
Sebersih apa kesombongan
Bakteri sekujur tubuh berdesakan
Jongkok maupun duduk bau berterbangan
Membawa berita segala sampah dikeluarkan
Petantang petenteng jumawa tolak pinggang
Sampah limbah dibawa kemana melenggang
Lupa atau kebodohan membaca sekujur di timbangan
Manusia memang abangan
Angkuh ke segala arah serampangan
…

PUISI Diro Aritonang
PUKULAN TELAK
Syukurlah manusia belum selesai
Dan terbuat dari tanah
Sehingga lentur untuk menjadi
Ditangannya terjadi budaya, terjadi peradaban
Yang tidak bisa diatasi Para Dewa
Kompleksitas manusia diluar ekspektasi Para Dewa
Yang hanya berprasangka debu tak ada guna
Dengan tidak pernah selesainya manusia
Maka singgasana tidak lebih besar
Dari ekspektasinya
Melebihi kemewahan yang didapatnya
Sesempit spesialisasinya
Syukurlah manusia unggul
Dengan keterbatasan waktu
Sedikit raih seluas Dewa
Bandung, 362025








