SAJAK-SAJAK Ayie S. Bukhary

INCIT sajak ayie e1750832537680

MOZAIK TRANSENDEN

Sepi itu selalu konsisten
Ruang hening mengembang
Tidak pernah selesai
Puzzle berserakan dari bentuk yang utuh
Perkembangan meluas jauh dari induk semula
Membentuk pecahan-pecahan jauh meruang
Semakin luas menyusun asal batang tubuh
Kerumitan masuk pada keteraturan kegelapan
Dan puzzle beranak-pinak puzzle baru
Setiap pemisahan dentuman supernova
Manusia tidak pernah selesai
Menembus yang tidak tersentuh
Kita adalah abadi struktur alam
Tanpa intervensi memang sudah mandiri
Satu gelombang frekuensi tinggi
Untuk diketahui alam ada pemilik jadi

Bandung, 2162025

TERBUKA JUA

Ironi mulut angkuh termakan buih sendiri
Rubuh tubuh membuka laku sungguh
Gering ringkih memang adanya
Bila saja mawas diri empati tidaklah incit
Tapi apa lacur bawaan jumawa
Awal akhir ternyata terbuka juga
Apa masih juga busung dada
Tidak jua guna barang seada
Akan terbuka kapan berlebihan lupa

PUISI Diro Aritonang
Baca Tulisan Lain

PUISI Diro Aritonang

ISTANA

Hal yang bodoh membiarkan pintu terbuka
Untuk masuk hal usang
Hanya mengotori ruang pribadi yang sakral
Ruang lembab lebih indah berjamur
Karena sunyi terbentuk darinya

Sunyi harus runcing menusuk langit
Melubangi untuk masuk pribadi terpilih
Dari campuran tangan prasangka yang dangkal

Lebih baik membakar diri
Ketimbang perlahan-lahan dibakar
Campur tangan pihak luar

Bangunan kusam berjamur karena jati
Lebih estetis dari buih yang mengambang

Keterbukaan penyakit pembaal
Bagi sidik jari jadi
Perjalan harus sampai Aras
Karena berani mengibas tegas

Bdg, 3 Juni 2019
#Abu

AYAT KLOSET :

Sebersih apa kesombongan
Bakteri sekujur tubuh berdesakan
Jongkok maupun duduk bau berterbangan
Membawa berita segala sampah dikeluarkan
Petantang petenteng jumawa tolak pinggang
Sampah limbah dibawa kemana melenggang
Lupa atau kebodohan membaca sekujur di timbangan
Manusia memang abangan
Angkuh ke segala arah serampangan

PUISI Diro Aritonang
Baca Tulisan Lain

PUISI Diro Aritonang

PUKULAN TELAK

Syukurlah manusia belum selesai
Dan terbuat dari tanah
Sehingga lentur untuk menjadi
Ditangannya terjadi budaya, terjadi peradaban
Yang tidak bisa diatasi Para Dewa
Kompleksitas manusia diluar ekspektasi Para Dewa
Yang hanya berprasangka debu tak ada guna
Dengan tidak pernah selesainya manusia
Maka singgasana tidak lebih besar
Dari ekspektasinya
Melebihi kemewahan yang didapatnya
Sesempit spesialisasinya
Syukurlah manusia unggul
Dengan keterbatasan waktu
Sedikit raih seluas Dewa

Bandung, 362025

PUISI Ayie S Bukhary
Baca Tulisan Lain

PUISI Ayie S Bukhary


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *