SAJAK-SAJAK Ayie S. Buckhary

ayie

MENGGALI MAKOM SENDIRI

Tidaklah bisa berkaca keriuhan pada keriuhan pesta raya
Kecuali dibaca di kesunyian hening
Menghubungkan semua elemen dengan detail di pangkuan renung
Segenap kemampuan yang dimiliki dikerahkan
Seperti pasukan perang membaca medan tempur untuk dikuasai
Direbut setiap penjuru tanpa keikutsertaan nafsu duniawi
Lalu menyisir ulang semua yang dikuasai
Untuk meminimalisir kesalahan menafsir
Inkubasikan pada implementasi dan jadikan gaun diperagakan
Lantas jangan cepat cepat puas
Karena membaca tidak pernah tuntas
Hingga olah pikir lepas dari tugas

Bandung,15720217

PUISI Lintang Ismaya
Baca Tulisan Lain

PUISI Lintang Ismaya

QAUNIAH

Seperti biasanya pagi mengusung sejuk
Menebar kesegaran hingga saraf terkecil
Semua makhluk dapat sehela nafas pun manusia makhluk jumawa
Tanpa mengenal batas suku, bangsa, dan negara semua mendapat tempat
Bersyukur maupun kufur mendapat

PUISI Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

PUISI Yesmil Anwar

SISIFUS

Selilit sulit manusia pelit
Menampung aneka fana
Seolah semua nyata milik abadi
Di bui diri kuat jeruji

PUISI Sosiawan Leak
Baca Tulisan Lain

PUISI Sosiawan Leak

PADA

Aku pinjam matamu untuk melihat luasnya samudera dan menyelam dalamnya laut. Karena pandanganku sebatas dekat.

Aku pinjam matamu untuk mengangkasa menikmati rasi bintang. Karena sayapku patah mengepak.

Aku pinjam matamu untuk menelusuri hutan belantara, mendaki hingga puncak tertinggi di bumi.

Aku pinjam matamu untuk membuka halaman dunia bab demi bab. Karena bacaanku tidak berhalaman.

Aku pinjam kepalamu untuk berpikir kedalaman jiwa. Karena aku kurang pengetahuan.

Dan aku tidak akan meminjam hatimu, karena itu hanya kamu dan Tuhan yang tahu.

” Aku tidak utuh “

ABU_bdg_1462018

PUISI Ayie S Bukhary
Baca Tulisan Lain

PUISI Ayie S Bukhary

PAGI ITU ADA

Teh manis ba’da subuh
Lumuri pagi berlabuh
Sigaret kretek lepas napas
Nikmat sungguh mengupas

Bandung,2019

MASA

Kekuatan meredup di senja
Gelap melumat
Lalu senyap

Bandung, 2019

TANAH BELAH

Nostalgia terusung si tua
Melihat potret yang buram waktu muda
Regas tubuh dekat pusara
Duduk manis di kursi roda
Kulit merenda keriput tangan tersulam
Isi kepala timbul tenggelam
Mengingat masa silam
Cekung mata terbatas tatap
Rentang terkulai sayap
Kembali tertatih tahap
Tinggal sisa harap

Bandung,2020


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *