SARAPAN PAGI

SARAPAN PAGI

Tiga tanda orang munafik yang disabdakan Rasulullah itu menjadi rumus dalam mencermati tanda-tanda orang sombong, ia yang paling benar sendiri, siapa pun itu.

Isi dalam pembicaraannya cenderung banyak mengarah pada “riya” – “ke-aku-an”, langsung atupun tidak – “ingin” pengakuan – diakui – dari dan oleh orang disekitarnya. Baik gayanya blak-blakan atau lemah lembut, gambling atau metafora. Bisa diteliti oleh rasa netral (bening jiwa) dari kata saya atau aku atau kata lainnya yang ia lontarkan.

Pura-pura lupa terhadap apa yang menjadi komitmen dirinya, ‘pemanis buatan’. Contoh umumnya di masyarakat itu soal ‘hutang-piutang’, mau hutang uang atau piutang jasa. Padahal menyegerakan hal itu harus diutamakan.

Sering beralasan berisi alasan pembenaran padahal sikap kemalasan dirinya yang menjadi kebiasaan.

“Dan tentu ketiga hal itu saling berkaitan”. Rasulullah selalu mengajak berdialektika dengan para ‘pembaca’ [ihfa]

BELAJAR MENIKMATI SUARA
Baca Tulisan Lain

BELAJAR MENIKMATI SUARA


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *