TASIKMALAYA, Maret 2026 | Di antara sisa-sisa cahaya Ramadan yang masih berpendar lembut, dan kehangatan lebaran yang belum sepenuhnya reda, sebuah panggung kembali disucikan oleh niat dan langkah. Pada 27 Maret 2026, dalam rangka memperingati Hari Teater Dunia (Hatedu), Ngaos Art mempersembahkan sebuah lakon pembuka bertajuk “Periods”, sebagai gerbang awal dari perhelatan bertema “Qobiltu Hatedu”—sebuah ikrar batin para pegiat teater yang menerima panggung sebagai ruang hidup dan kesaksian.
“Periods” merupakan hasil kolaborasi dua kekuatan muda: Teater 9 SMAN 9 Tasikmalaya dan Kresenter SMKN 1 Tasikmalaya. Mereka hadir bukan sekadar sebagai pengisi acara, melainkan sebagai penanda zaman—bahwa teater tidak pernah berhenti tumbuh, dan selalu menemukan tubuh barunya dalam generasi yang terus berganti.
Fragmen Waktu, Nafas Zaman
“Periods” adalah rangkaian fragmen yang merajut perjalanan teater dari masa ke masa. Ia tidak berdiri sebagai cerita tunggal, tetapi sebagai potongan-potongan zaman yang saling bersambung—dari jejak-jejak awal pertunjukan, pergulatan bentuk, hingga wajah teater hari ini yang terus mencari makna.
Dalam setiap fragmen, penonton diajak menyelami satu kesadaran: bahwa teater bukan hanya tentang membaca teks, melainkan membaca zaman—dan lebih dalam lagi, membaca diri sendiri.
Di panggung ini, waktu tidak berjalan lurus. Ia melingkar, berputar, kadang kembali ke titik awal, kadang melompat jauh ke depan. Para aktor muda menghadirkan tubuh sebagai arsip hidup, sebagai catatan yang tidak ditulis dengan tinta, tetapi dengan gerak, suara, dan keberanian.
Teater Sekolah: Benih Masa Depan
Dalam suasana lebaran yang sarat makna kembali ke fitrah, “Periods” menjadi semacam pengingat bahwa teater pun memiliki fitrahnya sendiri: tumbuh, berubah, dan diwariskan.
Teater sekolah adalah ladang awal dari semua itu. Di sanalah benih-benih ditanam—benih yang mungkin belum sempurna, belum matang, bahkan masih goyah. Namun justru di situlah letak keindahannya. Semangat muda yang belum selesai, gagasan yang masih mencari bentuk, dan keberanian yang belum sepenuhnya terukur—semua itu adalah energi yang menghidupkan teater.
Melalui kolaborasi Teater 9 SMAN 9 Tasikmalaya dan Kresenter SMKN 1 Tasikmalaya, panggung ini menjadi saksi bahwa masa depan teater Indonesia sedang disiapkan. Bukan di ruang-ruang besar yang megah, tetapi di ruang-ruang belajar yang sederhana, di antara latihan yang sering kali penuh keterbatasan, namun kaya akan harapan.
Qobiltu Hatedu: Ijab Kobul dengan Panggung
Sebagai prosesi pembuka, “Periods” tidak hanya membuka acara, tetapi juga membuka kesadaran. Ia adalah ijab—sebuah pernyataan awal—yang kemudian akan dijawab oleh seluruh rangkaian pertunjukan dalam perhelatan ini sebagai kabul.
Tema “Qobiltu Hatedu” menjadi ruh yang mengalir: bahwa setiap aktor, setiap kelompok, setiap generasi, sedang mengucapkan satu kalimat yang sama—aku terima panggung ini, dengan segala proses dan ketidaksempurnaannya.
Dalam hangatnya suasana pasca-lebaran, ketika hati masih terbuka dan jiwa masih jernih, masyarakat diajak untuk hadir dan menyaksikan “Periods” sebagai awal dari perjalanan panjang perayaan teater tahun ini.
Datang dan saksikan prosesi pembuka “Periods” pada 27 Maret 2026 di Studio Ngaos Art. Karena di panggung itu, waktu sedang berbicara, zaman sedang ditafsirkan, dan masa depan sedang diperkenalkan.
Dan kepada merekalah— para aktor muda dengan semangat yang menyala— kita titipkan satu harapan: bahwa teater akan terus hidup, selama masih ada yang berani membaca zaman, dan membaca dirinya sendiri.
Informasi Acara:
📅 27 Maret 2026
📍 Studio Ngaos Art, Amanda Residen, Kota Tasikmalaya
🎟️ Gratis
Kontak:
Ngaos Art Foundation – Tasikmalaya
CP Gilang M. Farizan (082320018851)









