Kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) kembali digelar oleh para Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bungursari di SMP dan SMA Nashrul Haq Sukasari, Sukarindik, Kota Tasikmalaya, Kamis (20/11/2025). Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dibuka oleh kepala sekolah yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia menegaskan bahwa pembinaan seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter dan masa depan peserta didik, serta berharap seluruh siswa mampu mengambil nilai-nilai yang bermanfaat bagi kehidupan mereka kelak. Hal ini sejalan dengan pesan Al-Qur’an dalam QS. At-Tahrim ayat 6 agar setiap muslim menjaga diri dan keluarganya dari hal-hal yang merugikan dunia dan akhirat.
Sesi pertama diisi oleh Penyuluh Agama Islam, Nina Kurniasih dan Ido Ridwanullah dengan materi “Menjadi Remaja Pencinta Al-Qur’an”. Ia menekankan pentingnya belajar Al-Qur’an sejak dini dengan prinsip “tidak ada kata terlambat untuk belajar Al-Qur’an dengan baik dan benar”. Nina mengutip firman Allah dalam QS. Al-Muzzammil ayat 4 tentang perintah membaca Al-Qur’an dengan tartil. Adapun ido mengingatkan dengan mengutip sebuah hadist bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari). Pembentukan karakter dimulai dari pendekatan mencintai Al-Qur’an, tutur Ido. Pesan ini menjadi motivasi kuat bagi para siswa untuk menumbuhkan kedekatan mereka dengan kitab suci.
Materi kedua disampaikan oleh H. Agus Al Amin, yang membahas tentang adab seorang murid terhadap guru serta etika dalam menuntut ilmu. Ia menegaskan bahwa adab adalah fondasi keberkahan ilmu, sebagaimana dikatakan oleh Imam Malik bahwa “Ilmu tidak akan bermanfaat tanpa adab.” Agus juga mencontohkan kisah para ulama terdahulu yang sangat menghormati gurunya sebagai bentuk pengamalan hadis Nabi SAW ; “Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua, tidak menyayangi yang lebih muda, dan tidak mengetahui hak para ulama” (HR. Ahmad). Penyampaian yang komunikatif membuat para siswa memahami bahwa keberhasilan belajar bukan hanya soal kecerdasan, tetapi juga kesungguhan menjaga adab.
Paparan ketiga diisi oleh Aceng Kosim yang mengangkat tema pergaulan remaja islami sebagai benteng karakter. Ia mengingatkan bahwa kualitas pergaulan sangat menentukan arah kehidupan seorang remaja. Aceng mengutip QS. Al-Kahfi ayat 28 yang menekankan pentingnya bergaul dengan orang-orang yang mengingat Allah, serta hadis Nabi SAW tentang perumpamaan teman baik dan teman buruk bagaikan penjual minyak wangi dan pandai besi (HR. Bukhari dan Muslim). Ia memberikan kiat-kiat praktis agar remaja mampu memilih lingkungan pertemanan yang maslahat, aman, dan membawa pada kebaikan.
Kegiatan BRUS ini diikuti oleh ratusan siswa-siswi SMP dan SMA Nashrul Haq yang tampak sangat khidmat dan antusias. Interaksi hangat antara pemateri dan peserta menambah semarak suasana, terutama saat sesi tanya jawab yang mengalir dengan penuh ketertarikan. Para pemateri menilai bahwa antusiasme tersebut merupakan tanda positif bahwa generasi muda memiliki minat besar untuk memahami nilai-nilai keislaman secara benar. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membentuk remaja Kota Tasikmalaya yang cerdas, berakhlak mulia, dan berkarakter Islami sesuai visi Kementerian Agama dalam penguatan moderasi beragama di kalangan pelajar.









