Kota Tasikmalaya || Senin 01/09/25 – Ratusan warga Kota Tasikmalaya dari berbagai lapisan masyarakat berkumpul di Halaman Polresta Kota Tasikmalaya untuk melaksanakan kegiatan doa bersama. Kegiatan ini dihadiri oleh Forkopimda Kota Tasikmalaya, tokoh agama, tokoh masyarakat, Kapolres Kota Tasikmalaya, para pimpinan ormas Islam, para pimpinan pondok pesantren, serta sahabat-sahabat dari Paguyuban Ojek Online Bersatu Priangan Timur.
Kegiatan doa bersama ini diawali dengan sambutan dari Kapolres Kota Tasikmalaya yang menekankan pentingnya kebersamaan dan toleransi dalam membangun kota yang damai dan sejahtera. Dilanjutkan dengan sambutan dari tokoh agama oleh Ketua MUI Kota Tasikmalaya yang menyampaikan pentingnya peran agama dalam menciptakan keamanan dan ketenangan bagi masyarakat. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tawashshul oleh perwakilan pimpinan pondok pesantren, doa oleh Syuriah PCNU Kota Tasikmalaya, tausyiah singkat oleh perwakilan dari para ulama serta penyampaian aspirasi dari sahabat sahabat ojek online.
Dalam sesi penyampaian aspirasi masyarakat, tiga perwakilan Paguyuban Ojek online Bersatu Priangan Timur menyampaikan harapan dan keluhan masyarakat, khususnya keluhan yang dirasakan para ojek online. Berikut isi aspirasi yang mereka sampaikan ;
Mengenai pelayanan masyarakat yang belum nampak jelas terasa disampaikan kepada Walikota, menuntut dibuatkan perda khusus para pekerja ojek kepada Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, menuntut rekomendasi Kapolres, Danlanud Dandim untuk mengadili para penegak hukum yang menjadi pelaku kekerasan terhadap warga, khususnya yang menimpa alm. Affan secara transparan serta menekankan kepada aparat penegak hukum di kota Tasikmalaya untuk benar benar berperan menjadi pengayom dan pelindung masyarakat.
Kemudian penyampaian harapan juga kepada jajaran para ulama yang hadir dimana para ulama, guru kami semua adalah benteng terakhir bangsa, sebagai tempat berteduhnya masyarakat, sehingga kami harapkan peran ulama harus benar benar hadir membersamai kami dalam pembentukan akhlak untuk mewujudkan Tasik itu kota santri, ulama sebagai guru kami jangan salah peran yang membuat bingung masyarakat, malah berperan sebagai umaro, justru ulama lah yang bisa menasehati umaro. Pungkas mereka. Meskipun sesi ini cukup menegangkan, namun tetap berlangsung dalam keadaan lancar dan terkendali.
Kegiatan doa bersama ini diakhiri dengan bersalaman dan bersholawat bersama, serta pembagian beras bagi para peserta dari teman tema ojek online sembari membubarkan diri dengan tertib.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat silaturahmi dan kebersamaan antara masyarakat dan pemerintah, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan kota Tasikmalaya bagi kita semua.
Dengan kegiatan ini, masyarakat Kota Tasikmalaya berharap dapat terus hidup dalam harmoni dan kedamaian, serta dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan doa bersama ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya untuk terus bersatu dan bekerja sama dalam membangun kota yang lebih baik, nyaman dan berkeadilan. []









