Penulis: Lintang Ismaya
LEMBAB |2|
“Hai!”“Apa?”“Belum tidur?”“Jadwal tidur saya tak pernah berubah!”“Masih berdarah drakula dong!”“Maksud?”“Siang tidur. Malam kelayapan. Mending kalau kelelawar, hanya nyolong buah saja.…
METAMORFOSIS
Mengulang-ulang—mendaur kembali bahasa yang beterbangan di udara musim pancaroba, berputar tanpa pernah benar-benar hilang. Ada begitu banyak jejak kata yang…
PUISI Lintang Ismaya
ABSTRAK Jika malam bertanya pada bulanJika siang bertanya pada matahariAtau sebaliknya: jika malam bertanyaPada matahari dan siang pada bulan Jika…
PUISI Lintang Ismaya
PETA PEMBERONTAK: Albert Camus Pasca revolusiPembatas ideologi tumbuh subur Kaum proletar Ladang subur para demagogKeributan bergantung pada waktu 2000 HOMPIMPA…
ANTARA RUANG EDITOR DAN PEMILIK TULISAN
Di ini malam, saya mendapatkan sebuah pertanyaan dari pembaca: “Gimana ini… bahasa Indonesia masih belepotan gini sih…” “Sebagey???” Menjadi editor…
SAJAK-SAJAK Lintang Ismaya
SPEKTRUM Sepanjang pengembaraan tak ada baraSepanjang perjuangan tak ada juangSepanjang perjalanan tak ada jalanSepanjang penyebrangan tak ada Sebrang. Apa yang…
KUBUR-KUBUR TERBUKA
Duduk di dahan pohon yang tumbang tepi danau sambil melarungkan apa yang bisa dihanyutkan. Adakah ini tempat yang selama ini…
