Skip to content
kosapoin.com

Kosapoin.com

"Kolom Sastra Potret Indonesia News

  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Galeri
    • Info
    • Ulasan
    • Sisipan
    • SOSOK
  • Sastra
    • Cerpen
    • Haiku
    • Diary
    • Essai
    • Opini
    • Fikmin
    • Prosa
    • Carpon
    • Cermin
    • CERBUNG
    • Puisi
    • Tanka
    • Sonian
  • Teater
    • Naskah
    • Kritik
    • Dramatik
    • Monolog
    • Opini
    • Kupas
  • Hiburan
    • Belanja
    • Musik
    • Celoteh
    • Kuliner
    • Wisata
  • Olahraga
    • Bola
    • Umum
  • Kalam
    • Akhlaq
    • Doa
    • Fiqh
    • Hadits
    • Sirah
    • Tafsir
    • Tashowwuf
    • Tauhid
    • Tadabbur
  • Ekonomi
    • Pasar
    • Bisnis
    • Target
  • Hukum
  • Pedoman Media Cyber

Penulis: Dom Puntila

Dom Puntila, salah satu nama pena yang dipakai oleh Doni Muhamad Nur dalam telaah drama, lahir di Tasikmalaya pada tahun 1979. Aktifitas sehari-harinya sebagai petani bonsai di galeri Vanya Art. Disamping itu aktif dan bergiat di DoManagemenTeater Kota Tasikmalaya.
SINAU KEPESANTRENAN BARENG GUS SABRANG: Santri, Pesantren dan Jalan Menjadi Manusia
BeritaDaerahUlasan

SINAU KEPESANTRENAN BARENG GUS SABRANG: Santri, Pesantren dan Jalan Menjadi Manusia

foto karya Acep LDM. dok. LDM Tasikmalaya KOTA TASIKMALAYA | Pada tanggal 27 Desember 2025, Pondok Pesantren Fajrul Islam yang…

byDom PuntilaDesember 27, 2025Januari 22, 2026
EPIGRAM
SastraCermin

EPIGRAM

“Mark Twain pernah menulis: Politik adalah satu-satunya profesi yang memungkinkan Anda berbohong, mencuri, menipu dan tetap dihormati. Barangkali dari sanalah…

byDom PuntilaDesember 16, 2025Desember 16, 2025
Noktah November di Bulan Desember
ProsaSastra

Noktah November di Bulan Desember

Di antara deru waktu yang terjaga dalam ruang-ruang maya, ada banyak narasi yang terbang, bak burung-burung malam yang merajut jaring…

byDom PuntilaDesember 5, 2025Desember 7, 2025
BEBAN FEMINISME MODERN: Antara Kekuatan dan Kebutuhan Emosional
TeaterBeritaDaerahKupasOpini

BEBAN FEMINISME MODERN: Antara Kekuatan dan Kebutuhan Emosional

Kota Tasikmalaya – 20 November 2025. Rika Jo, kembali mementaskan Teks monolog “Feminisme Kodrati” karya Ab. Asmarandana di Ngaost Art…

byDom PuntilaNovember 21, 2025November 21, 2025
HOROR 
SastraProsa

HOROR 

“Jika tak paham sastra, tolong jangan coba menafsir dalam kudeta.” Begitu yang pernah aku dengar dari seorang kritikus sekaligus sastrawan…

byDom PuntilaAgustus 30, 2025Januari 27, 2026
MIRROR
SastraProsa

MIRROR

Kala angin menelikung cakrawala, kau tak akan disinggahi debu. Sebagaimana skenario kedua harus dimainkan guna memecah konsentarsi para pendemo. Posisi…

byDom PuntilaAgustus 29, 2025Agustus 29, 2025
GUNTING PENYUNTING
CerminSastra

GUNTING PENYUNTING

Duduk di bantalan rel kereta api yang tercecer di tepian jalur lintasan. Ada kenangan yang mencuat ke permukaan, perihal sebuah…

byDom PuntilaAgustus 12, 2025Agustus 12, 2025
Road to Lanjong Art Festival 2025
BeritaInfoKritikKupasNasionalTeaterUlasan

Road to Lanjong Art Festival 2025

Teks drama “Anak Panggung di Negeri Panggung” yang ditulis oleh Ab Asmarandana (Ab), sebagai satu-satunya naskah wajib untuk dibawakan pada…

byDom PuntilaAgustus 2, 2025Mei 14, 2026
Bunga di Atas Awan-Awan Atawa Cinta Dibalut Hitam
BeritaInfoKupasTeater

Bunga di Atas Awan-Awan Atawa Cinta Dibalut Hitam

Nur Rahmat SN., seorang seniman teater yang lahir di tasikmalaya pada 19 Agustus 1966. Ia dikenal sebagai aktor gaek yang…

byDom PuntilaJuli 26, 2025Maret 28, 2026
MEMBACA ULANG LANGKAH 
SastraOpini

MEMBACA ULANG LANGKAH 

Benar adanya bahwa dunia berubah dan semua berubah dengan cepat, sehingga ada banyak ruang untuk berkreasi, salah satunya media sosial.…

byDom PuntilaJuli 21, 2025Juli 21, 2025
TAJUK RENCANA
HiburanCeloteh

TAJUK RENCANA

Pusing dengan ragam pemberitaan yang itu-itu saja, seakan tidak ada lagi yang lebih layak untuk diorbitkan para pewarta. Tradisi mengoplos…

byDom PuntilaJuli 18, 2025Juli 18, 2025
DETAK
SastraEssaiTadabbur

DETAK

Ada detik yang pergi di setiap bunyi akusmatik. Ada yang lahir. Ada yang mati. Semua itu tetap saja berhubungan dengan…

byDom PuntilaJuli 17, 2025Juli 18, 2025

Paginasi pos

Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya
  • Menghidupkan Ruang Mati dalam Kritik Monolog Beton di ISBI Bandung
  • Teater Ruang Hening Pentaskan “Topeng-Topeng” Karya Rachman Sabur di 3 Kota
  • Kenapa Orang Spiritual Selalu di cap meninggalkan Agama?
  • Ajaran Spiritual Wayan Mustika tentang Cara Membedakan Intuisi dan Imaginasi
  • RACUN PUJIAN

Recent Comments

  1. stanza mengenai Di Balik Bingkai yang Sunyi
  2. Di Balik Bingkai yang Sunyi - Kosapoin.com mengenai PUISI Bening Kusumaningtyas Az-Zahra
  3. PERSPEKTIF TEATER INDONESIA DARI TAHUN 1990 HINGGA 2026 BERFOKUS PADA TRANSISI MODERNISME BARAT MENUJU EKSPLORASI POSTDRAMATIK  - Kosapoin.com mengenai DUNIA DALAM DUNIA
  4. Dunia Kobong dan Paradigma Kehidupan - Kosapoin.com mengenai Makna Kosong dalam Puasa: Jalan Menuju Kejatnikaan
  5. Dunia Kobong dan Paradigma Kehidupan - Kosapoin.com mengenai REPRESI  NARASI PADA FILM PESTA BABI

Categories

  • ▼ Berita
    • Daerah
    • Galeri
    • Info
    • Internasional
    • Nasional
    • Sisipan
    • SOSOK
    • Ulasan
  • ▼ Ekonomi
    • Bisnis
    • Pasar
    • Target
  • ▼ Hiburan
    • Belanja
    • Celoteh
    • Kuliner
    • Musik
    • Wisata
  • ▼ Hukum
  • ▼ Kalam
    • Akhlaq
    • Doa
    • Fiqh
    • Hadits
    • Sirah
    • Tadabbur
    • Tafsir
    • Tashowwuf
    • Tauhid
  • ▼ Olahraga
    • Bola
    • Umum
  • ▼ Sastra
    • Carpon
    • CERBUNG
    • Cermin
    • Cerpen
    • Diary
    • Essai
    • Fikmin
    • Haiku
    • Opini
    • Prosa
    • Puisi
    • Sonian
    • Tanka
  • ▼ Teater
    • Dramatik
    • Kritik
    • Kupas
    • Monolog
    • Naskah
    • Opini

  • About Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Kriteria Tulisan

Copyright © 2026 Kosapoin.com

  • About Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Kriteria Tulisan