PUISI Rachman Sabur

NYANYIAN ANGSA KOSAPOIN.COM

NYANYIAN ANGSA

Kursi-kursi kosong
tak ada lagi penonton
lampu panggung gelap
malam yang dingin
angin merayap sunyi
sembunyi di balik layar
mengintip dunia
di belakang panggung
bukan lagi sandiwara
kesetiaan tanpa reserve
mengalir panjang
dalam setiap nafasku.
“Akulah angsa tua itu!
tubuhku yang renta
bergetar sempoyongan
mabuk segala peran
tubuhku menggeliat
hidup dari panggung
ke panggung
lalu menjelma
menjadi angsa tua
dengan suara parau
nafas tersengal-sengal
aku nyanyikan
lagu hidup
seorang aktor.
Aku terbang bebas
di atas awan-awan
mencari-cari
bayangan sendiri.
Aku berjalan
menuju langit
di saat-saat lelah
aku terdiam
di sudut-sudut cafe
minum Vodka
sambil menyanyikan
lagu angsa tua
menjelang mati.
Aku terus minum
dan minum
sampai lupa berdiri.
Telah kuberikan
nyawa sebadan
untuk menciptakan
segala peran.
Akulah angsa tua itu!
yang ingin terbang
tapi sayap-sayapku
telah patah
aku sudah terlalu tua
untuk terbang
Ya…..
Akulah angsa tua itu!
yang hidupnya surut
menunggu saatnya tiba.
Wahai maut!
dimanakah?
di dekat urat leherku?
Kursi-kursi kosong
tak ada lagi penonton
lampu panggung gelap
malam semakin dingin
angin merayap
sunyi di balik layar
telah lama

2026

SONETA Lintang Ismaya
Baca Tulisan Lain

SONETA Lintang Ismaya


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *