PUISI Nina Minareli

ilustrasi puisi SYAIR BUMI

LORONG HITAM

Rimba-rimba yang tengadah di kepala
Senja pun berlarian mengurai musim
Burung-burung hanya melintasi udara
Aku tak berdaya memasuki pintu penjara
Dan kembali menjebol atap plafon ruang kedap suara

Aku tak berdaya jika cinta terbagi
Dan remuknya jemari keyakinan sebuah bangsa
Lalu syair-syair mengabdi bagai gundik yang tertantang
Melunaskan rasa putus asa sebagai racun serangga
Kutenggak dari mulut yang setengah menganga

SAJAK-SAJAK Arif Fathur
Baca Tulisan Lain

SAJAK-SAJAK Arif Fathur

SYAIR BUMI

Rahasia itu memang tersembunyi
Ketika kita harus tersudutkan
Di antara Lorong sempi kesementaraan

Gelombang bagai cinta tak berujung
Namun tertolak dalam batas-batas waktu
Dan kutukan

Lalu dengan seribu umpatan
Langit telah menjadikan bumi
Sebagai jembatan, nafsu
Yang senantiasa menggelepar tanpa alasan

Tapi inilah pengabdian akhir
Dari kematangan bahasa yang digumamkan
Seperti syair pemujaan juga dongeng
Yang sengaja dikaburkan alam

PUISI Rachman Sabur
Baca Tulisan Lain

PUISI Rachman Sabur

PUISI HIJAU

Karena kau terlalu kupuja
Kutinggalkan cahaya, kuberlari
Dan menangis membelah hutan
Yang tumbuh di batinku, kenangan
Arus sungai, pohon-pohon hijau
Dan kata-kata melintasi bukit

Kutemukan kau dan sisa pedang itu
Menorah cerita usang yang panjang
Keheningan cadas-cadas, sunyi menepi
Ke tepi pantai mega-mega bergerak
Kubunuh segala rasa karena kau
Terlalu kupuja


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *