SAYAP LARON DI MESJID
Di musim hujan…
Laron berterbangan kian kemari di dalam mesjid, di warung dan tempat-tempat terang bercahaya seantero kota
Sayapnya berserakan di atas karpet dan sajadah jamaah…
Laron mencari ruang
Mencari sumber cahaya
Mengepungnya bagai sedang kelaparan…
Cahaya lampu mesjid sebagai sumber kehidupan yang di buru pendamba benderang_
Tubuhnya meninggalkan sayapnya pergi entah kemana, ke lorong-lorong gelap_ mati?
Meninggalkan ribuan sayap di atas karpet dan sajadah jamaah bagai potensi kehidupan yang melekat pada diri manusia yang tengah berdoa mengangkat kedua telapak tangan merindukan cahaya Illahi
Kita bagai laron_ mengejar cahaya, mengerubuti cahaya seperti tak hendak beranjak…
Kita menghampiri lewat luka yang teramat sakit_ kecewa dan papa…
Kita tinggalkan sayap-sayap kehidupan di lantai dan karpet mesjid, merasa terganggu padanya, pada potensi keimanan yang akan mengantar ke surga
Apa yang kita pikirkan
Hujan terus turun dengan lebatnya…
Lalu tiba-tiba berhenti, Sang Laron mencari ruang bergegas keluar dari lubang-lubang gelap_ mencari cahaya
Seperti hidup ini
Yang merindukan cahaya Illahi
2025










Très bien👌
Alhamdulillah, salah satu omku tersayang