SAJAK-SAJAK Ramdiana

tubuhku panggung

PEREMPUAN DI UJUNG KABUT(Source: kosapoin.com/__trashed)

Di ujung kabut yang belum selesai,
berdiri satu sosok berselendang embun,
mata setajam riwayat yang dipendam,
tangan menggenggam benih dari langit purba.(Source: kosapoin.com/__trashed)

Ia tak bersuara,
namun angin tunduk mendengarkan.
Ia tak melangkah,
tapi bumi bergerak dalam diamnya.(Source: kosapoin.com/__trashed)

Perempuan itu bukan nama,
ia adalah isyarat,
pada bambu yang tak pernah patah,
pada bara yang sabar menyala dalam abu.(Source: kosapoin.com/__trashed)

Langit mengenalnya dari warna kainnya,
tanah mengenalnya dari langkah sunyinya,
air mengenangnya dalam deras nyanyian,
api menjaganya agar tidak padam.(Source: kosapoin.com/__trashed)

Ia sulam waktu dengan benang petuah,
menenun kisah dari abu perapian,
mewariskan bukan harta,
tapi suara—
yang bertahan bahkan setelah mulut diam.(Source: kosapoin.com/__trashed)

Ia bukan penjaga rumah.
Ia rumah itu sendiri.
Dindingnya dari larangan dan petuah,
atapnya dari langit yang dijunjung.(Source: kosapoin.com/__trashed)

Jika adat adalah pohon,
dialah akarnya.
Jika budaya adalah api,
dialah tungkunya.(Source: kosapoin.com/__trashed)

Dan bila zaman berubah jadi ombak,
perempuan itulah karang—
yang terluka,
tapi tetap berdiri.(Source: kosapoin.com/__trashed)

2025 rd(Source: kosapoin.com/__trashed)

PUISI De Eka Putrakha
Baca Tulisan Lain

PUISI De Eka Putrakha

TUBUHKU PANGGUNG(Source: kosapoin.com/__trashed)

Tubuhku bukan lagi tubuhku—
ia wadah segala yang ingin berkata
lewat tangis yang ditata,
lewat gerak yang sengaja tersiksa.(Source: kosapoin.com/__trashed)

Di ruang gelap, aku mencari nyawa
yang tak kutemukan di kartu identitas.
Kutempa suara, kutajamkan rasa,
hingga naskah bukan sekadar tulisan,
tapi denyut yang menjelma kehidupan.(Source: kosapoin.com/__trashed)

Latihan demi latihan—
keringat jatuh seperti mantra,
memanggil roh dari naskah tua
agar bisa hidup di tubuh fana.(Source: kosapoin.com/__trashed)

Aku bukan aku di atas panggung.
Aku bisa jadi ibu yang kehilangan,
anak yang memberontak,
raja yang jatuh,
atau bayang-bayang dari masa silam
yang hanya bisa hidup dalam terang lampu dan tepuk tangan.(Source: kosapoin.com/__trashed)

Tapi jangan salah—
teater bukan ilusi,
ia adalah kejujuran yang dirias agar lebih menyentuh.
Ia adalah cermin yang tak selalu jujur,
tapi selalu mengandung kebenaran yang disusun rapi.(Source: kosapoin.com/__trashed)

pentas tiba,
dan segala letih menjadi nyala.
Aku berdiri di tengah cerita,
dan untuk sejenak—
aku hidup seribu nyawa.(Source: kosapoin.com/__trashed)

2025 rd(Source: kosapoin.com/__trashed)

LANGKAHMU, SAYANG(Source: kosapoin.com/__trashed)

Nak,
dulu kau genggam jariku
seperti dunia tak boleh lepas dariku
kini kau berdiri di ambang waktu
dengan dada yang lapang, mata yang penuh cahaya itu.(Source: kosapoin.com/__trashed)

Aku tak lagi menuntun kakimu
tapi aku titipkan arah dalam doaku
agar langkahmu mantap walau sendiri
agar kau tahu — mandiri bukan berarti sepi.(Source: kosapoin.com/__trashed)

Anakku,
kau bukan lagi tunas kecil yang gemetar di angin
kau pohon muda yang harus kuat menantang musim
belajarlah menata resahmu sendiri
mengobati luka tanpa selalu mencari pelukan ini.(Source: kosapoin.com/__trashed)

Bukan karena aku ingin jauh,
tapi karena aku ingin kau tinggi,
lebih tinggi dari segala takut dan ragu
lebih kukuh dari segala duka yang menunggu.(Source: kosapoin.com/__trashed)

Bawalah cinta ini dalam diam
sebagai selimut saat dunia terasa asing
dan saat kau hampir lupa siapa dirimu,
ingat… ada ibu yang pernah jadi rumahmu.(Source: kosapoin.com/__trashed)

050725 rd(Source: kosapoin.com/__trashed)

SAJAK-SAJAK Husni Hamisi
Baca Tulisan Lain

SAJAK-SAJAK Husni Hamisi

TAK PERNAH KEMBALI(Source: kosapoin.com/__trashed)

Tak pernah kuambil hakmu,
tak kuganggu langkahmu,
aku berjalan di sisimu—bukan untuk mendahului,
hanya ingin jadi saudara, setara,
seperti dulu saat tawa kita masih tulus dan lugu.(Source: kosapoin.com/__trashed)

Tapi entah sejak kapan matamu menatapku penuh benci,
seolah aku pencuri bahagiamu,
padahal hatiku tak pernah iri,
tak pernah sekalipun mengingini milikmu.(Source: kosapoin.com/__trashed)

Kau lempar luka lewat kata,
kau bangun dinding yang tak bisa kutembus,
padahal aku berdiri di luar,
membawa damai, bukan dendam.(Source: kosapoin.com/__trashed)

Aku tak sempurna—itu pasti,
tapi benci yang kau rawat,
bukan karena dosaku yang nyata,
melainkan prasangka yang tumbuh diam-diam.(Source: kosapoin.com/__trashed)

Jika kelak kau lihat ke belakang,
dan sadar aku hanya mencoba mencintaimu—sebagai saudara,
maka biarlah waktu jadi saksi:
aku tak pernah mengambil apapun darimu,
kecuali harap, agar kau bahagia.(Source: kosapoin.com/__trashed)

2025 rd(Source: kosapoin.com/__trashed)

(Source: kosapoin.com/__trashed)


Apakah artikel ini membantu?
IP: 216.73.216.204
Negara: United States (Ohio)
Device: Desktop
OS: Unknown, Browser: Unknown

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *