Perkuat Kerukunan Melalui Early Warning System

Viman scaled

Kota Tasikmalaya (Humas Kemenag Kota Tasikmalaya) – Kementerian Agama Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan penguatan kerukunan umat beragama melalui early warning system di Hotel City, Rabu (10/09). Hadir dalam kesempatan tersebut Kakanwil Kemenag Jawa Barat H. Dudu Rohman, Wali Kota Viman Alfarizi, Forkopimda Kota Tasikmalaya, para penyuluh agama, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, hingga kepala KUA dan kepala madrasah se-Kota Tasikmalaya. Acara ini menjadi wadah strategis dan efektif dalam membangun sinergitas lintas sektor demi menjaga kerukunan antar umat di tengah masyarakat.

Kakanwil Kemenag Jawa Barat dalam sambutannya menekankan pentingnya layanan cinta atau mahabbah sebagai landasan dalam merawat kerukunan. “Layanan mahabbah ini bukan hanya jargon, tetapi implementasi nyata untuk menumbuhkan rasa kasih sayang dan saling menghormati antarumat beragama. Layanan Cinta ini sebagai acuan kinerja kanwil Kemenag jawabarat. Cepat tepat memberikan pelayanan dan menjadi solusi konkrit. Inovatif dalam melaksanakan tugas pelayanan. Nyaman ; mewujudkan nuansa kenyamanan di lingkungan kerja, Keluarga dan masyarakat. Transparan dalam mendayagunakan anggaran disetiap program kerja kami serta akuntabilitas ; kinerja kita dapat dipertanggungjawabkan lahir bathin. Tuturnya

Setidaknya ada empat pendekatan dalam upaya mencegah potensi konflik, pertama pendekatan agama dimana para tokoh agama, para penyuluh dan Agamawan senantiasa menyampaikan pesan pesan damai kepada masyarakat. Kedua pendekatan pendidikan, dimana peran guru sangat vital dalam mendistribusikan nilai toleransi dan kerukunan sejak dini terhadap anak didiknya, baik di lembaga formal maupun informal dan non formal. Ketiga pendidikan sosial budaya, dimana peran antar tokoh agama, masyarakat, pimpinan Ormas, sektor pemerintahan serta Forkopimda bahu membahu menjaga komunikasi untuk menjaga intensitas keharmonisan di masyarakat. Terkahir pendekatan hukum, dimana peran TNI Polri bergandengan tangan dengan lintas sektor di masyarakat untuk bekerja sama membangun kondusifitas di masyarakat.

“Dengan kegiatan ini, potensi konflik di lingkungan kita bisa di cegah sebelum melebar,” pungkasnya.

Kepala Kemenag Kota Tasikmalaya dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk komitmen lembaganya dalam mengawal salah satu asta protas kementerian agama Republik Indonesia, yakni Meningkatkan kerukunan dan cinta kemanusiaan. “Kami berusaha menghadirkan program-program yang solutif dalam menjawab tantangan kerukunan. Early warning system menjadi strategi penting agar setiap dinamika di masyarakat bisa direspons dengan tepat, dan solusi yang konkrit” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya dalam materinya memberikan apresiasi tinggi kepada Kemenag Kota Tasikmalaya atas langkah konkret menjaga kerukunan. “Rumah kita bersama ini harus dijaga. Kota Tasikmalaya patut bersyukur karena hingga kini tetap menjadi barometer kerukunan di Priangan Timur. Alhamdulillah, semua ini berkat kerja sama yang solid antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat,” tegasnya.

Ido Ridwanullah salah satu peserta menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat nilai kesadaran pentingnya perdamaian di seluruh elemen masyarakat. “Kerukunan adalah warisan leluhur kita yang wajib kita jaga . Dengan kegiatan ini, diharapkan konflik bisa dicegah, dan keharmonisan bisa terus dirawat untuk keberlangsungan pembangunan di Kota Tasikmalaya,” pungkasnya.


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *