“Taburan Bunga di Ujung Tanya”(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman-2)
Pada suatu pagi yang tak pernah dijanjikan,
kau pergi,
seperti daun terakhir
yang luruh tanpa pamit
di pangkuan musim dingin.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman-2)
Aku menggenggam bayangmu,
tapi bayangan tak bisa kupeluk.
Yang tersisa hanya bau bantal
dan sunyi yang tak tahu
cara diam.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman-2)
Jiwaku retak.
Seperti cermin yang pecah di dalam dada
setiap kepingnya menanyakan hal yang sama:
“Kenapa aku?”
“Kenapa kau?”
“Kenapa sekarang?”(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman-2)
Aku berjalan di antara hari-hari kosong,
mencari jawaban di kerumunan doa,
di buku-buku,
di malam-malam
yang terlalu panjang untuk disebut malam.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman-2)
Tapi waktu,
ia tak menjawab.
Ia hanya terus berjalan,
membawaku perlahan
ke tepi keikhlasan.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman-2)
Dan di sana,
aku berdiri
bukan karena kuat,
tapi karena tak ada pilihan lain
selain menerima.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman-2)
Kini,
setiap rindu,
aku datang membawa bunga dan do’a.
Bukan untuk meratapi,
tapi untuk menyapa.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman-2)
Tabur demi tabur,
bukan tanda kehilangan,
tapi jejak cinta
yang tak selesai
meski maut sudah mengetuk.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman-2)
Dan di antara harum kelopak itu,
aku bisikkan satu hal:
“Aku mengerti, akhirnya.”
“Takdir tidak bisa dihindari,
tapi cinta… tak pernah ikut mati.”(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman-2)
1/4/23(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman-2)

PUISI Lintang Ismaya
Labirin(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman-2)
Aku berjalan dalam labirin sunyi,
Dinding-dindingnya bisu, namun penuh tanya.
Setiap tikungan adalah harapan yang patah,
Setiap lorong menggema langkahku sendiri.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman-2)
Tak ada peta, tak ada arah,
Hanya detak jantung yang kian cepat.
Apakah aku mengejar cahaya,
Atau justru berlari dari bayangan masa lalu?(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman-2)
Di persimpangan kusapa bayanganku,
Ia tak menjawab, hanya menatapku pilu.
Mungkin hidup memang bukan jalan lurus,
Tapi labirin tempat kita hilang, lalu bertumbuh.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman-2)
1/2/25(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman-2)

PUISI Yesmil Anwar
Kotaku(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman-2)
Kotaku tak pernah benar-benar tidur,
Tapi lelahnya terasa di tiap lampu yang meredup.
Dalam kelam malam yang menempel di dinding beton,
Aku mendengar rintih sunyi dari jendela-jendela tertutup.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman-2)
Di gang sempit yang beraroma kenangan,
Aku melihat anak-anak bermain dengan bayangan,
Menyusuri waktu yang tak pernah ramah,
Menertawakan kelam seolah itu pelangi.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman-2)
Dalam kotaku,
Kita bukan manusia, kita tanda tanya.
Tapi barangkali di antara beton dan asap,
Masih ada nyala kecil yang tak bisa padam.(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman-2)
5/4/25(Source: kosapoin.com/sajak-sajak-yoyo-c-durachman-2)

PUISI Diro Aritonang
Negara: United States (Ohio)
Device: Desktop
OS: Unknown, Browser: Unknown








