SAJAK-SAJAK Yesmil Anwar

paris

YANG TERKAPAR
DI KAKI EIFFEL

Masih juga kiranya perjalanan ke barat itu menyala
Api keingintauan yang bebal
menyiksa rongga dada yang membisu
Langkah tak selesai mengelilingi kota-kota tua di Prancis
‘aku cinta Paris’ sebuah slogan yg diucapkan bagai mantera peradaban..
Ya, di kaki Eiffel dunia seolah sempurna, orang-orang memandangi dirinya
di wajah orang lain dengan mata turis yang ada di pusat peradaban dunia
saling bicara dan memuji, berfoto menyapa dunia

Di kaki eiffel aku terkapar dalam tanda tanya besar
seperti terbangun dari mimpi usang tersimpan di lipatan-lipatan harapan purba
Sungguh langit Eiffel terbakar
Aku bertanya lagi
Tak pernah ada jawaban
Dengung bising suara orang bicara
Sepertinya memang ini tempat yang terlalu sunyi

Yesmil Anwar, 2023

PUISI Diro Aritonang
Baca Tulisan Lain

PUISI Diro Aritonang

POHON YANG DI CEKIK KOTA

Seperti mesra
Apakah mesra….
Batang yang kokoh tak akan menyerah
Akar yang kuat tak berhenti memberi makan tubuh
Pohon yang di cekik
Pohon yang di kepung
Pohon yang di rindukan…

Kota tak mengajarkan etika
Kota tak hormat pada sesama
karena hanya sebatang pohon ciptaan Tuhan?

Tercekit Kota
dedaunan gugur…
Orang orang menikmati tubuhnya dalam tidur yang nyenyak…
Tertawa tawa santai
sambil minum kopi dan memeluk lambang peradaban yang tak beradab…

Yesmil Anwar, 2025

PUISI Rachman Sabur
Baca Tulisan Lain

PUISI Rachman Sabur

PAHLAWAN

Setiap akan dimunculkannya seorang pahlawan,
maka pada saat yang sama akan dibutuhkan seorang penjahat!
Siapa gerangan dia
yang keberadaannya bagaikan sekeping mata uang?
Sosok keduanya dapat dibedakan tapi tak dapat dipisahkan.
Sementara itu, kita mengatakan politik itu kotor…
Apakah seorang pahlawan bisa lahir dari rahim kenistaan
Lalu apa yang harus jadi pegangan dalam suasana pancaroba,
mega mendung dan penuh bayangan kabut ini?

Yesmil Anwar, 2018

#gambar Reny Hasanah Ninit

B A N J I R

apa yang kita pahami tentang kegelisahan air
saat ditinggal pergi pepohonan, hutan, dan gunung gemunung?
Karena sepinya ia pun mencari kota
Menahan jembatan dalam buaian
Lalu berbondong bondong meninggikan batas yang tak terjangkau rumah dan pertokoan…
Orang orang bersampan memandang dari kejauhan menanti air surut:
“Katanya banjir belum surut….?!”
Mereka menerka nerka.
Mereka menangkap tanda jatuhnya matahari di genangan terakhir, pendarnya menyilaukan mata.
Tak peduli betapa melelahkannya perjalanan sungai
yang memanggul beban rindu akan rindangnya hulu tempat mata air bersumber.
Orang orang pun berteriak, karena tidak sabaran: “tutup sumbernya, matikan keloknya!”.
Lalu beramai ramai mereka memperkosa sungai, gunung, hutan di rumah orang bunian
Dari balik mimpi para pengungsi
Matahari tak kunjung tiba,
sementara air semakin meninggi di ujung jemari ribuan anak sungai,
hutan-hutan dan gunung gemunung yang bertemu saling berpelukan

Yesmil Anwar, 2014

PUISI Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

PUISI Yesmil Anwar

MAHLIGAI

Senja menguncup di pucuk daun trembesi halaman rumah
selebihnya terserak di bumi tempat berpijak, sebagian luruh diharum hijabmu, menghias bola mata indahmu yang menyimpan kisah kehidupan

Tak terhitung berapa jumlahnya, serpihan suka duka yang terasakan bagai garam dapur, penyempurna indra pengecap kita..
Percakapan lirih menjelang tidur dan catatan-catatan kecil dalam puisi yang kita tulis akan abadi menjadi kenangan bagi anak cucu
Ada ruang dan waktu yang tersaji dalam mahligai cinta, meretas perjalanan hidup sejuta rembulan
kini kita menjadi tua bersama, memeluk rembulan yang mengantarkan suara malam yang hening di atas sajadah sujud abadi kita

kadang aku terkesiap ketika kau terlalu nyenyak tidur sesudah bertanya tentang tanggal kelahiran kita..
begitu banyak pertanyaan yang tak lagi butuh jawaban,
apakah ada yang harus dikatakan
untuk harapan yang belum rampung,
masih ada tersisa matahari sore yang lindap bagi mahligai cinta

biarlah awan berarak menyempurnakan langkah kita. Sementara jemarimu tetap kugenggam dalam tidur

Yesmil Anwar, 2019


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *