Alam bukan sekedar tanah, kayu atau tambang, ia kitab terbuka
ditulis oleh Yang Maha Kuasa dengan huruf-huruf berupa hutan, laut yang tak bertepi, gunung yang menyalakan matahari pagi.
Tapi apa yang kita lakukan? Kita menyebutnya pembangunan, modernisasi, kesejahteraan jargon, mantra palsu!
Orang-orang rakus… dengan tangan yang dingin, mereka keruk isi perut bumi seperti menyedot darah dari ibu yang melahirkan! Mereka pesta di atas jargon, sementara akar-akar tanah merintih!
Sesudah hutan habis, sesudah laut penuh racun, sesudah tanah merekah kering, mereka pun pergi. Meninggalkan kita… kita yang kecil, kita yang menggantungkan hidup pada alam nelayan, petani, anak-anak desa terperangkap dalam kemiskinan yang mereka wariskan.
Inilah ironi Anugerah yang semestinya dijaga, diperas sampai mati. Dan rakyat? Hanya mewarisi luka, hanya menelan pahit kata-kata manis.
pembangunan tanpa hati adalah pengkhianatan pada Sang Pemberi. Dan ketika bumi terkoyak, yang hilang bukan hanya hutan dan laut, tetapi juga wajah kita… sebagai manusia.
Yoyo C. Durachman lahir di Bandung 21 September 1954. Sejak lahir sampai sekarang tinggal di Kota Bandung dan Cimahi- Jawa Barat, meskipun tahun 1977 pernah tinggal di Jakarta selama enam bulan untuk menimba/mengamati pengalaman menjadi penulis dan aktivis teater.
Tahun 1978 menjadi Mahasiswa angkatan pertama Jurusan Teater ASTI (kini ISBI) Bandung dan sekaligus pada waktu itu juga bergabung dengan Studiklub Teater Bandung (STB) dengan kapasitas sebagai Aktor, Asisten Sutradara dan Sutradara, sampai sekarang. Di STB terlibat dalam pementasan pementasan; Lingkaran Kapur Putih, karya: Bertold Brecht; Antigone, karya: Sophokles, Egmont, karya: Goethe; Burung Camar, karya: Anton Chekov dan Impian di Tengah Musim, karya: W. Shakespeare. di STB pun pernah menyutradarai; Nyanyian Angsa, karya: Anton Chekov; Tiga Kehidupan Karya: Yasmina Resa dan Macbeth, karya: W. Shakespeare. Selain di STB aktif dalam pementasan Sanggar Kita Bandung, Jurusan Teater ISBI Bandung dengan kapasitas sebagai Aktor, Sutradara dan Produser.
Dunia kepenulisan meskipun tidak produktif, diakrabinya dengan menulis Cerpen, Puisi, Esai yang dimuat di Pikiran Rakyat, Sinar Harapan, Suara Karya, Gala, Bandung Pos, Prioritas dan Mandala, dan Jurnal Panggung serta dalam buku bunga rampai tulisan.
Sebagai Dosen Teater pernah mengajar di ISBI Bandung (1983-2019), IKIP (kini UPI- 1990-1995) dan IKJ (2002-2014).
Aktivitasnya sebagai penulis diperkaya dengan penelitian yang hasilnya dibukukan dengan Judul; Enam Teater/1996, Teater Tradisi dan Baru/2009, Perkembangan Konsep Penyutradaraan/2008.
Aktif menjadi Jury dan narasumber work shop dan seminar di Perguruan Tinggi dan beberapa Event dan Festival. Selain daripada itu pernah menjadi pengurus Dewan Kesenian Kota Bandung/2019-2023 dan kini menjadi Pengurus Dewan Kesenian Kota Cimahi (DKKC)2016 SD Sekarang.