TEKS DRAMATIK: Yoyo C. Durachman

ANUGERAH

ANUGERAH YANG TERKOYAK

Alam bukan sekedar tanah, kayu atau tambang, ia kitab terbuka

ditulis oleh Yang Maha Kuasa
dengan huruf-huruf berupa hutan,
laut yang tak bertepi,
gunung yang menyalakan matahari pagi.

Tapi apa yang kita lakukan?
Kita menyebutnya pembangunan,
modernisasi, kesejahteraan jargon, mantra palsu!

Orang-orang rakus…
dengan tangan yang dingin,
mereka keruk isi perut bumi
seperti menyedot darah dari ibu yang melahirkan!
Mereka pesta di atas jargon,
sementara akar-akar tanah merintih!

Sesudah hutan habis,
sesudah laut penuh racun,
sesudah tanah merekah kering,
mereka pun pergi.
Meninggalkan kita…
kita yang kecil,
kita yang menggantungkan hidup pada alam
nelayan, petani, anak-anak desa
terperangkap dalam kemiskinan yang mereka wariskan.

Inilah ironi
Anugerah yang semestinya dijaga,
diperas sampai mati.
Dan rakyat?
Hanya mewarisi luka,
hanya menelan pahit kata-kata manis.

pembangunan tanpa hati
adalah pengkhianatan pada Sang Pemberi.
Dan ketika bumi terkoyak,
yang hilang bukan hanya hutan dan laut,
tetapi juga wajah kita…
sebagai manusia.

2025


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *