TEKS DRAMATIK Yoyo C. Durachman

bn

Negeri di Antara Bayang dan Bayu

Aku
adalah bayang dari perahu purba
yang pernah menantang samudra tanpa peta.
Lambungku dari akar doa,
layarku dari tenun sejarah
tapi kini aku terombang ambing oleh bayu yang tak kumengerti.

Bayu itu bukan lagi dari langit timur
Ia datang dari menara-menara asing
dari jari-jari tak terlihat
yang menggeser arah tanpa sentuh layar

Simbol-simbol yang dulu kupeluk
kini jadi dekorasi pesta
Topeng tari ditukar lensa,
aksara tua ditelan mesin pencari
dan suara leluhurku
tersesat dalam bisu museum
yang lebih banyak berkilat daripada berbicara.

Kita, bangsa ini
duduk di meja makan dunia
bukan sebagai tamu,
tapi hidangan
Kopi kita diseruput
tapi cerita kita tak dicicipi
Tanah kita digali
tapi luka kita dibungkam
dengan mata uang yang tak punya nama

Dan perang
kini tak perlu senjata
Cukup sebar data, tekan satu tombol
lalu lihat
anak-anak negeri lupa pada lagu ibunya.

Tapi dengar
masih ada gemetar di tanah ini
Suara pelan dari akar yang belum tercabut
yang berkata:
“Ingat siapa dirimu, sebelum badai mengubahmu jadi debu.”

Aku bukan ingin menolak zaman
tapi aku tak ingin hilang dalam arus
Tak semua yang berkilau adalah jalan
Tak semua yang asing harus ditiru

Karena sebuah bangsa
bukan sekadar bendera
tapi luka dan cinta yang ditulis dengan tangan sendiri
Dan selama tidak lupa
belum tenggelam

Aku
masih di sini
Antara bayang dan bayu
Menjaga agar perahu ini tak kehilangan arah
meski layar-layarnya mulai koyak
oleh tangan kita sendiri

27/7/2025

PUISI LEMAH SYAHWAT
Baca Tulisan Lain

PUISI LEMAH SYAHWAT


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *