RITUAL TOGEL

RITUAL TOGEL e1751190584273

GENRE : Surialis

KONSEP CERITA
Konsep cerita dalam ’’Ritual Togel” adalah komedi, terdapat serentetan peristiwa yang syarat akan pesan moral. Hal ini kami pertimbangkan sebagai salah satu cara agar drama yang kami tampilkan tidak hanya dapat menjadi hiburan bagi penonton tapi juga dapat digunakan sebagai pelajaran dan media untuk merefleksi diri. Cerita ini merupakan salah satu cerita yang jamak terjadi di Masyarakat. di mana orang terbuai mimpi sehingga menghalalkan segala cara mulai dari yang absurd hingga cara ekstrim yang pada akhirnya merugikan dirinya dan orang-orang terdekatnya.

SINOPSIS
Cerita “Ritual Togel” dimulai Ketika Haban yang pengangguran, kadang bekerja sebagai buruh serabutan bercita– cita menjadi orang kaya semakin menggilai Togel. Meskipun sampai saat ini Haban belum pernah menang, tapi dia yakin suatu saat nanti ia akan kaya melalui Togel. Bahkan saking menggilai Togel,dia sampai membelanjaka n semua uang yang di dapat dari kerja serabutannya untuk membeli kupon togel tanpa menyisakan sedikitpun untuk menafkahi istrinya.

Suatu hari, ketika dia sedang melaksanakan ritual “Nggrandong” untuk mendapatkan angka jitu 4d, dia bertemu dengan seorang dukun yang bernama Nek Pa’ak. Dukun itu mengatakan bahwa Haban mempunyai “Nyoni” dalam hal per”togel”an dan menyaran kannya untuk menjadi bandot (Bandar Togel) jika ingin cepat kaya. Haban pun meyakini perkataan si nek pa’ak itu dan menjadi bandot. Namun apes, bukannya menjadi kaya berkat togel seperti yang selama ini diyakininya, dia bahkan mengalami kebangkrutan akibat banyak pemasang togel yang mendapat JP berturut-turut.

Sawah dan ladang warisan dari orang tuanya, harta benda yang ada di rumahnyap un semua habis. Istrinya pun semakin menderita karena harus pontang– panting seorang diri memenuhi kebutuhan keluarga. Suatu hari, seorang intel polisi yang mendapat informasi dari masyarakat yang gerah dengan ulah gila Haban dalam togel akhirnya menjebak Haban dengan berpura-pura akan memasang togel, Haban tanpa curiga melayani polisi tersebut. Dengan mudah polisi akhirnya menangkap Haban dan menjebloskannya ke Penjara. Apa daya, nasi sudah menjadi bubur, Haban hanya bisa menyesa li perbuatannya di balik jeruji besi.

KARAKTER TOKOH DALAM DRAMA Haban
Istri Haban (Baiduri) Anak Haban (Dewi) Nek Paak
Polisi (Bedu)
Petani 1 (Jubaidah) Petani 2 (Rope-ah) Warga 1 (Mia) Warga 2 (Wati)

KONSEP PANGGUNG:
Sebuah pohon rindang di depan rumah Haban

PROPERTI PANGGUNG:
Pohon Sepeda Kuali Piring Centong
Semprot tanaman Topi Jerami Cangkul
Pistol
Guci/ember

KONSEP BUSANA
Tata busana:
Haban : Kaos kumal dan celana kain dan sarung yang sudah luntur warnanya
Istri : Daster bolong
Anak : seragam SMA
Nek Paak : gamis hitam dan rambut panjang polisi : jas hitam dan celana hitam
petani 1 dan 2 : seragam kebun warga 1 : pakaian orkay
warga 2 : daster dan masker

ADEGAN 1
DI SEBUAH POHON YANG RINDANG DI DEPAN RUMAH KELUARGA YANG SANGAT SEDERHANA, TAMPAK HABAN YANG SEDANG MELAKUKAN RITUAL DAN KEMUDIAN MUNCUL ROH DUKUN NEK PAAK.

Haban : ’’KUR semangat … Kami jurahan sara Mungkur uten,wih muter sigemera deras… Pilih anggota tujuh, pulih anggota tubuh… Jarak Ari bele,gaib Ari seteruu.. Kurrrr semangaaatt’’(ritual dan datang seorang dukun menghampiri Haban)
Nek Pa’ak : Ehm Ehm….
Haban : Wah, Nek Pa’ak …. Ngagetin saya aja nih nek…
Nek Pa’ak : Memangnya kamu pikir aku nih apaan kok sampai muka kamu pucat gitu…
Haban : Hantu. Hehehehhe…
Nek Pa’ak : Kalo kamu takut hantu, ngapain ngundang lelembut buat minta nomer jitu? Dasar wong edan.
Haban : Kalo itu kan beda urusannya, Nek….
Nek Pa’ak : Ban, Haban… Kamu itu…
Haban : Oh ya, ngomong– ngomong Nenek tau dari mana saya lagi nyarinomer jitu?
Nek Pa’ak : Nek Pa’ak gitu lohh…. apa ce yang gak aku tau!
Haban : Wah, Nenek memang keren. Gak heran Nenek dapat gelar Dukun paling maknyuz seantero kampung
Nek Pa’ak : Maknyuz– maknyuz, memangnya aku ini santapannya Pak Bondan yang di wisata kuliner itu apa!
Haban : Maksud saya Nenek, tuh benar-benar dukun yang paling Te-O-Pe be-ge-te dah pokoknya! Hehehehe…
Nek Pa’ak : Ah, kamu ini bisa saja… Nyai kan jadi malu. Hehehehhe…
Haban : (Ngomong pelan-pelan ke arah penonton) udah tua ternyata labil juga nih dukun.
Nek Pa’ak : Kamu ngomong sesuatu, Haban ?
Haban : Eh, ndak kok Nenek, saya ndak ngomong apa-apa kok… Eh ya, Nenek ngapain kemari?
Nek Pa’ak : Mau dugem!
Haban: Ha? Di sini , NEK? Dugem ama kuntilanak ya?
Nek Pa’ak : Ya gak lah… mana mungkin ada orang bego yang dugem dikuburan serem macam ini?
Haban : Kali aja penyesuaian nama, kan nama Nenek, Nek Pa’ak . Jadi ya wajarlah kalo bego- bego dikit. Hehehehehe…
Nek Pa’ak : Dasar sudrun! Lagian kamu tanyanya aneh-aneh aja. Kalo ditempat gini malam– malam, sudah pasti Nenek ada kepentingan yang urgen tau!
Haban : Ceile… Nenek nih bahasanya macam pejabat aja, pake istilah urgen segala.
Kepentingan apa emangnya Nek?
Nek Pa’ak : Mau tau aja apa mau tau banget nih?
Haban : Banget pake tanda seru yang buanyak Nek
Nek Pa’ak : menurut penglihatan Nenek… Selama ini, kamu gak pernah menang togel tuh karena “nyoni” kamu tuh jadi bandar, bukannya pasang taruhan.
Haban : Apa kalo jadi bandar, saya akan cepat kaya, Nek?
Nek Pa’ak : Pasti itu! Masa kamu gak percaya sama kata-kataku. NeNek Pa’ak, dukun paling terkenal seantero kampung.
Haban : Saya percaya, Nek. Wah makasih ya, kalo gitu saya mau jadi bandar togel aja kalo gitu.
Nek Pa’ak : Ya…kemari…kemari duduk kamu disitu (sambil menunjuk kebawah pohon)

(NENEK DAN HABAN BERJOGET TIKTOK SEJENAK KEMUDIAN DILANJUTKAN RITUAL NENEK DENGAN TARIAN EXHUMA, LALU NENEK MENINGGALKAN HABAN BEGITU SAJA.)

ADEGAN II
(HABAN REBAHAN DIBAWAH POHON SAMBIL MENGHAYAL DAN MENGHITUNG MIMPI BERHARAP AKAN ADA MIMPI BARU YANG DIA DAPATKAN, TIBA TIBA LEWAT DUA ORANG PETANI LALU HABAN MENERIAKI MEREKA)

Haban : wooi ii….mimpi apa semalam?
Petani 1 : pue? mimpi ? mimpi kerbau tingeh ji eh
Haban : kamu mimpi apa? (bertanya ke petani 2)
Petani 2 : apa kau tanya mimpi, kucolok nanti mata kau (menakutkan Haban dan mengejarnya dengan cangkul, lalu mereka melanjutkan kegiatan mereka yang tertunda).

(Haban berlari kembali kebawah pohon dengan nafas terengah engah.)

Haban : apa mereka itu, aku cuma tanya mimpi malah diminta cangkul aku (lalu merebahkan lagi badannya dibawah pohon)
Haban : buk mana nasi ku buk, aku udah lapar mau makan (Ijah menghampiri Haban dan melemparkan piring kosong kedepan suaminya)
Haban : kok makannya cuma piring kosong, dasar istri ga becus

(Ijah Kembali menghampiri suaminya dengan alat tempurnya lalu kejar kejaran dengan suaminya sambil merepet repet).

ADEGAN III
( SIANAK YANG BARU SAJA PULANG SEKOLAH MENCARI IBUNYA)

Dewi : assalamualaikoomm… buk.. ibukkk… (Haban melihat dewi dan memanggilnya)
Haban : heh heh sini dulu, duduk sini, mimpi apa kamu semalam?
Dewi : mimpi, mimpi apa pak, mimpi ngeliat bapak kayak setan ( Berlari ketakutan smabil memanggil ibuknya)
Haban : apa bapak nya di bilang setan,emang semua orang sudah gila,udah ada mimpi ini,pertama kerbau eek,istri serigala,dan bapak setan.aa sudah ku pastikan tembus ini hahaha

LAMPU PANGGUNG MATI……

ADENGAN IV
(MASUK TUKANG KURIR COD NAIK SEPEDANYA)

Kurir : paket COD, ibu-ibu paket COD nya buuu (rombongan ibu-ibu berlari kearah tukang kurir dan menggerumuni nya sampai kurir nya pingsan).
Warga 2 : haa abang ganteng nya pingsan (mendekati kurir yang pingsan dan memanggil kurirnya)
Kurir : (terbangun dan terkejut) aaaaaa ada serigalaa…
Rombongan ibu-ibu : (ikut terkejut) ha? Serigala? Serigala’’mana- mana,tolong-tolong
Ijah : hai kami bukan serigal, kami ini yang mesan paket online itu.
Kurir : oohh maaf maaf saya kira serigala tadi
Rombongan ibu-ibu: jadi mana ini paket kami
Kurir : kalau begitu berbaris yang rapi jangan macam serigala keluar kendang saja.( memanggil satu persatu ibu-ibu tersebut dan menyebutkan harga paket yang mereka pesan)
Ijah : lah bang. Mana paket saya lama sekali
Kurir : sabar bu sabar ( kurirnya menyebutkan pesanan dan harga barang yang di pesan bu ijah)
Ijah : berapa harga semua barang nya bang?
Kurir : jumlah semua nya 500 jt bu
Ijah : (terkejut) mana ada saja punya uang sebanyak itu
kurir : aa kalau begitu.. (sambil melirik dewi anak bu ijah) yang disamping ibu itu siapa?
Ijah : ini anak saya
Kurir : aa berhubung harga ema sudah naik 6jt permanyam dan melihat jumlah pesanan ibu yang semahal ini,cukuplah saya membeli anak ibu yang modelan nya seperti ini untuk jadi pembantu saya.
Ijah : eee mana boleh begitu berani kau sentuh anak ku akanku rtakkan ginjal kau ( berteriak memanggil ibu-ibu untuk mengkroyok kurir itu)

(KURIR ITU DI KEROYOK OLEH ROMBONGAN IBU-IBU, DALAM KERICUHAN ITU TIBA-TIBA SEORANG KAKEK TUA MASUK)

Kakek Gadun : Mana Haban?

(SAMBIL BERTERIAK, SEKETIKA IBU-IBU YANG MENGEROYOKI TUKANG KURIR PUN BERHENTI)

Kakek Gadun : Heyy mana haban?
Nek pa’ak : Untuk apa haban? Kan ada guwe disini (sambil mendekati mengedip-ngedipkan matanya kepada kakek itu)
Kakek Gadun: Halah inong tuha gatai, jak saboh rot keudeh (mendorong nek pa’ak, membuat yang lain menertawakan nek pa’ak)
Ijah : Kepeu lako key?
Kakek Gadun: Oh kamu istrinya?
Ijah : Ya saya istrinya yang cantik dan manjalita (sambil memperlihatkan dasternya yang compang-camping)

(DI TENGAH KERICUHAN, SUARA DERAP LANGKAH CEPAT TERDENGAR. HABAN MUNCUL, BERKERINGAT, MENGGENGGAM SELEMBAR KERTAS LUSUH YANG TERLIPAT EMPAT. IA MENABRAK KERUMUNAN IBU-IBU YANG MASIH SEPARUH EMOSI SEPARUH BINGUNG.)

Haban : (tengah ngos-ngosan) Tunggu… tunggu dulu semua! Ini dia! Mimpinya sudah kutafsir! Ini… ini angka pasti keluar malam ini!
Kakek Gadun : (melotot, jalan mendekat) Kamu muncul juga, si pengepul harapan palsu! Mana hutang kau, Haban? Mana duitku?
Haban : (sambil menggoyang-goyangkan kertas) Lihat dulu Kek! Lihat ini, tafsir mimpi dari semalam. Aku mimpi gigi patah, dipatok ayam, terus naik becak… itu tandanya angka 08 – 71 – 26, langsung dapat rejeki nomplok! Hutang bisa lunas seketika!
Ijah : (berdiri dengan tangan di pinggang, dasternya beterbangan tertiup angin) HUH! Kau malah tafsir mimpi! Anak kita makan dari mana ha? Dasterku udah compang-camping kayak bendera perang, kau malah sok jadi dukun!
Nek Pa’ak : (menyela sambil ngupil) Menurut mimpi aku semalam, kau bakal digorok ayam pasar kalau masih hutang terus, Ban.
Kakek Gadun : (memukul tongkat ke tanah) Tak ada tafsir-tafsiran! Kalau tak bisa bayar… kasih anak gadismu saja, Dewi!

(Suasana hening. Semua menoleh ke arah Dewi, anak Haban, yang sedang asik main TikTok pakai efek filter kupu-kupu.)

Dewi : (angkat alis tanpa dosa) Hah? Maaf, saya no debat. Aku anak Gen Z, bukan alat bayar hutang. Emangnya aku crypto?
Ijah : (kembali berteriak) Tidak bisa, ini anak gadisku satu-satunya, enak saja kau tua bantet! (muncullah pelakor)
Pelakor : (muncul dramatis, rambut keriting megar, lipstik menor seperti abis minum sirup langsung oles bibir) Aku datang… demi cinta!
Ijah : MENJAHAT!!! SIAPA INI!
Pelakor : Aku adalah persimban
Semua : Ha persimban?
Pelakor : Ya! Persimban, perempuan simpanan haban, hahahaha
Ijah : KURANG HAJAR!

(Semua wanita langsung menyerbu Pelakor, dari Nek Pa’ak sampai ibu-ibu RT. Mereka membawa centong, sapu lidi, dan garpu sate.)

Pelakor : (dengan lantang dan penuh keyakinan) TUNGGU! Kalian belum dengar yang paling penting! Aku juga… punya tafsir mimpi!
Kakek Gadun : (ngucek mata, gak percaya) Apa-apaan ini… semua orang sekarang dukun mendadak?
Pelakor : (terserah, lanjut terus) Tadi malam… aku mimpi… (berjalan dramatis ke tengah kerumunan) …aku mimpi dikejar kucing oren naik motor! (semua langsung terdiam..)
Nek Pa’ak : (mengangkat alis) Kucing… naik motor?
Pelakor : (tegas) Iya! Dan kucing itu pakai helm proyek. Lalu dia menabrak warung bubur, dan dari dalam bubur itu muncul bayi kembar… satu warna emas, satu warna ungu.
Ijah : (mata berkedip-kedip) INI ORANG MABOK APA KESAMBIAN HANTU SLOT?
Pelakor : (makin semangat) Kata Mbah Google, itu tandanya angka 17 – 03 – 89, dan akan ada pertanda besar… yaitu… (berputar sambil menunjuk Haban) …kau, Haban, akan terjebak antara dua wanita dan satu hutang abadi!
Haban : (mengecilkan badan ke belakang) Lho kok aku kena ramalan juga…
Dewi : (sambil geleng-geleng, ke kamera TikTok milik si ibu-ibu) Gue rasa mimpi emak-emak satu ini tuh kayak sinetron: absurd, gak masuk akal, tapi kok bikin penasaran…
Pelakor : (mendekat ke Kakek Gadun, sok bijak) Kakek… percayalah, mimpi ini bukan kebetulan. Ini adalah peringatan! Jangan kejar anak gadis Haban. Tafsir mimpi saya jelas, itu pertanda… kalau kakek harus istirahat dari dunia perjogian. Ganti usaha… misalnya ternak lele.
Kakek Gadun : (merinding, mengelus dada) Astagaaaa… mimpi gila ini… bisa juga ya… agak masuk akal…
Warga 1 : Kalo mimpi bisa ditafsir begini mah, aku juga mimpi disemprot dispenser semalam.
Jadi kode alam apa tuh?
Nek Pa’ak : (angkat tangan) KODE ALAM KAU KEHAUSAN, GOBLOK!

(Semua tertawa pecah)

Kakek Gadun : (dengan mata membelalak, tongkatnya dihentakkan ke tanah) CUKUP!!! Aku sudah muak dengan tafsir mimpi, cinta segitiga, dan kucing naik motor!! (diam sebentar, lalu menunjuk Haban) HABAN! Kau pikir ini sinetron? HUTANG TETAP HUTANG! Aku gak mau angka togel, aku MAU DUIT atau… anak gadismu!
Ijah : (tiba-tiba membelalak, meledak seperti mercon lebaran) OH JADI BEGITU?!!!
(sambil menarik rambut pelakor dari belakang seperti sedang narik kelapa di sawah)
Pelakor : (berteriak) Aduhhhhh rambut aku, ini mahal! Ini hair extension Shopee flash sale jam dua subuh!
Ijah : (maju sambil nyeret pelakor) Kau kira cuma kau yang bisa drama? Nih lihat! (Ijah melempar pelakor ke depan Haban, lalu menarik singlet Haban yang sudah koyak) Dan ini, suamiku, bapak dari anakku, pencinta angka, penebar dusta! SINGLETMU KOYAK, HATIKU JUGA!!!
Haban : (panik) Sayang, ini singlet warisan bapak! Jangan ditarik sayang!! HAHH!! (Nek Pa’ak segera maju ke tengah arena seperti wasit MMA)
Nek Pa’ak : Hei hei hei! Ring satu, jangan tonjok wajah! Tonjok perasaan saja!
Warga 2 : (sambil rekam pakai HP jadul) Ini live ya, buat konten TikTok “RT VS Pelakor”, jangan lupa follow, like, dan shalawat.
Warga 1 : (bawa cangkul) Taruhan yuk, siapa yang menang? Gue jagoin Ijah, pelakor keliatannya lemah di bawah.
Dewi : (sambil makan keripik) Gue nonton dulu, nanti bantu kalo mama udah capek.

(Kericuhan makin memuncak. Singlet Haban nyaris copot total, pelakor teriak sambil nendang, dan rambut palsunya melayang ke kepala Nek Pa’ak. Semua tertawa. Lalu…)

Kurir : (diam-diam membuka tasnya, lalu…) DIAM!!! (mengacungkan pistol. Semua langsung terdiam. Bekas cabikan singlet menggantung di tangan Ijah. Pelakor terduduk dengan mata melotot. Haban kaku seperti patung). (Tukang Kurir mengangkat pistol ke udara, tegas). CUKUP! Aku… aku cuma kurir. Aku capek. Aku udah 3 jam muter cari alamat yang tulisannya “RT 0 RW bingung”. Tapi sekarang… (angkat satu paket lusuh) …aku harus pastikan, paket ini sampai ke tangan yang benar. Ini… Tafsir Mimpi Volume 13, edisi spesial: “Hutang, Cinta, dan Kucing Naik Motor.”
Semua : (diam… lalu secara bersamaan) AKU MAUUUU BUKUUUUUU ITUUUU!!!!

(KURIR MELIHAT KE HABAN SAMBIL BERGUMAM ‘’HMMM SERIGALA’,K URIR MERASA GELAGAT HABAN MENCURIGAKAN)

Kurir : (langsung menahan tangan Haban dan memborgor tangan nya) kamu di tangkap atas kasus perjudian dan menjadi bandar.
Haban : Eh, pak apa ini (dengan muka terkejut dan ketakutan) tolong-tolong,bu tolong bapak buu,
Ijah : ada apa ini pak? Suami saya di tahan ya pak?
Kurir : iya, suami ibu di tangkap karena kasus togel dan menjadi bandarnya, ini bukti- buktinya.
Ijah : Ya ampun pak, alhamdulillah sekali pak,bawa saja suami saya,saya pun sudah muak punya suami seperti dia itu.
Haban : (berteriak dan tidak terima sama omongan istrinya tersebut ) ibu tega sekali menyuruh orang jelek ini menangkap bapak yang ganteng ini,kalau bapak ditangap kita tidak bakalan jadi kaya rayaaa

(HABAN PUN DI BAWA OLEH KURIR POLISI ITU UNTUK DI BAWA KE KANTOR POLISI DAN DI PENJARAKAN DAN HABAN PUN MENYESALI PERBUATAN N YA DAN PERCAYA DENGAN OMONGAN NEK PA’AK ITU DI DALAM PENJARA )

TAMAT

THEME SONG RITUAL TOGEL
Judul: “Arwah Pun Pusing”

(Verse 1)
Malam Jumat aku bersila Di bawah pohon waringin tua
Bawa kemenyan, telur dua Tanya arwah: “Nomor keluar apa?”
(Chorus)
Arwah pun pusing, roh bingung sendiri “Tiwas mati, masih ditanyai!”
Togel-togel tiap hari Harap kaya, dompet malah nyeri!
(Verse 2)
Tetangga semedi, katanya sakti Nanya angka ke nenek di mimpi Dapat mimpi ayam naik becak
Dia pasang, eh… yang keluar kodok lompat!
(Chorus)
Arwah pun pusing, roh bingung sendiri “Tiwas mati, masih ditanyai!”
Togel-togel tiap hari Harap kaya, dompet malah nyeri!


Link Pertunjukan Teater “Ritual Togel”


ramdiana


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *