TEKS DRAMATIK Yoyo C. Durachman

layar

Bayangan di Cermin Layar

Layar ini…
seperti cermin tanpa kedalaman
Aku melihat wajahku di sana
dengan filter senyum yang tak selalu kupercaya.
Setiap geser, setiap klik,
ada dunia yang berteriak agar aku dikenal,
dipuja, dikutip, dibagikan.

Katanya, inilah zaman emas…
zaman di mana namamu bisa hidup abadi
jika kau sanggup menari di atas likes dan komentar.
Tapi benarkah?
Apakah kemasyhuran itu bernyawa?
Atau hanya bayang yang terus menuntut
dipeluk tanpa pernah bisa dipeluk kembali?

Aku pernah percaya…
bahwa jumlah pengikut adalah cermin keberhasilan.
Bahwa tepuk tangan virtual
adalah cinta yang nyata
Tapi setiap malam
aku pulang ke sunyi
Ke ruang yang tak punya notifikasi.
Ke aku… yang terlupa oleh aku sendiri

Kita ini…
menjadi aktor dalam sandiwara tanpa panggung,
tapi dengan jutaan mata yang menyaksikan
Jika sorotan itu mati,
apakah aku juga akan lenyap?

Aku tahu sekarang
tak semua sorotan itu cahaya
tak semua pujian itu kejujuran
tak semua popularitas kemenangan
Kadang, yang sejati justru tumbuh
dalam diam
dalam kerja
dalam cinta tanpa saksi

(15/7/25)


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *