Kisah Tukang Kopi Asongan

trukang kopi asongan kosapoin.com

Di sore hari menjelang magrib,
seorang Tukang kopi asongan menangis di depan Kantor Walikota Bogor,
Tangisannya menggugah perasaanku
Aku menghampirinya :
Kang tolong buatkan kopi, ya..
kopi hitam,
jangan terlalu banyak airnya..
Ya, Pak,
Kang, sudah sore begini belum pulang ?
Aku bertanya :
jawabannya tak diduga : Tukang kopi nyerocos sambil mengocek kopi pesananku :
Tega, tega, tega,
masa Tukang kopi asongan
seperti saya,
di todong pisau sama dua orang yang tidak tahu,
entah dari mana datangnya tiba-tiba pesan 2 kopi sambil menodongkan
pisau tajam ke leherku, membentak,
mulutnya bau alkohol : Mana, duitmu ?
Sini berikan padaku kalau tidak lehermu putus sama pisau ini..
kamu kan tadi ngambil duit dari ATM ?
Ya, saya tadi ngambil uang tabunganku
Aku tahu..
Ayo, cepat..
Saya berikan semuanya, uang itu sebanyak dua juta rupiah,
hasil nabung bertahun-tahun,
lenyap sesaat,
padahal untuk anak-anaku bayar SPP, makan, nambahin modal dagangan ini..
saya belum
bisa pulang sampai
malam begini,
biasanya saya jam seperti ini sudah ada di rumah,
kumpul dan ngobrol bersama keluarga
tapi malam ini,
saya sedih sekali,
Pak…
Oh, nasib, nasib,
semoga Penodong itu, mengembalikan uangnya dan tidak melakukan perbuatan yang tidak baik lagi.
Aamiin YRA
Aamiin YRA
Jawabku :
Ya, sudah Kang,
Ikhlaskan saja,
Insya Allah.
Allah Maha baik,
pasti memberikan yang terbaik buat Akang
Aamiin YRA
Memang sekarang ini,
Banyak orang melakukan
hal-hal buruk,
karena hidup smangkin sulit..

Gerimis turun mengiringi tangisan Tukang kopi
Aku tiup kopi hangat,
asap mengepul,
kuminum sedikit-sedikit, kunyalakan rokok,
asap rokok,
asap kopi
tangisan Tukang kopi
menyatu,
hilang tertiup angin..

Suara gerimis terus gemericik
Malam smangkin bertambah malam

bgrfeb26


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *