RIWAYAT SARDEB

SARBED

I
MUNCUL TOKOH SARDEB PENCOLENG KELAS TERI TINGGAL DIPINGGIRAN REL. TERDENGAR SUARA KERETA API KALAU LEWAT RUMAH LIARNYA.
(MENYALAKAN CERUTU LALU MENGISAPNYA DALAM DALAM) Ah, enak cerutu apa nih mereknya (MEMBACA) Cohiba Behike (TERTAWA) Bahasa apa ya ?
(MENGISAP) Ah, emang gua pikirin. Ini kucuri dari turis asing. Emang aku pikirin yang penting aku nikmati!
(MELEMPARKAN DIRI KE SOFA BUTUT-TEPATNYA KASUR KECIL YNAG DISIMPAN DI KURSI ROTAN REYOT)
Andaikan aku jadi orang kaya (TERTAWA) Pencoleng tetap pencoleng
(TERDENGAR SUARA KERTA API LEWAT) Itu musik bagiku, aku sudah hapal jam berapa si ular besi itu lewat !
(MENGISAP CERUTU LAGI) Beginilah orang kaya setiap harinya (TERTAWA) Asap yang harum !
(TERDENGAR TERIAKAN YANG MENGGANGGU, SUARA PEREMPUAN MINTA TOLONG)
(SUARA CEMPRENG) Deb… Sardeb tolong !
Ah, Romlah ! (BANGUN) (MEMBUKA PINTU BELAKANG, CAHAYA TERANG DATANG)
ROMLAH
Kang tolong, si Sabung mau merkosa saya !
SARDEB
Si Sabung ? mabok dia ? dimana dia ?
ROMLAH
Saya lari, dia masih di ujung gudang !
SARDEB
Kamu masuk, aku cari dia !
(ROMLAH MASUK SARDEB KELUAR)
(SARDEB MEMBERI CERUTU. ROMLAH MENYEDOTNYA SAMBIL DUDUK DI KURSI BEKAS SARDEB)
ROMLAH
Cerutu ini kok beda ya, enak banget ? cerutu konglomerat kali ya ? apa mereknya ya (LIHAT KOTAKNYA) Cohiba Behike ? (TERTAWA) Bahasa apaan ya ? (MENIKMATI CERUTU ASAPNYA MENGHIASI SEKITAR WAJAHNYA)
Anjing si Sabung mau memperkosaku ! untung lah aku suka bawa bubuk cabe rawit pesan Bi Sapnah, ibu angkatku !
(LAMPU REDUP)
(TERDENGAR NYANYIAN GITAR AKUSTIK BERGAYA COUNTRY)
Anak-anak pinggiran rel
Tumbuh dan tumbuh seperti ikan makarel
Berdempetan dalam gubuk liar
Bercampur dengan keringat pengar
(MUSIK NAIK)
Kisah anak pinggiran rel
bernama Sardeb dan Romlah
Entah siapa ayah dan ibunya
Keduanya bukan saudara
Tapi sepermainan sejak kecil
Sardeb memang pemberani
Melindungi Romlah bagaikan ke adiknya sendiri
(LAMPU TERANG)

II
(BERGANTI DI TEMPAT SABUNG YANG TENGAH DUDUK DI BAN MOBIL BEKAS, SAMBIL MENCUCI WAJAHNYA BERKALI-KALI DENGAN AIR DI EMBER, DITEMANI COKOR SOBATNYA)
COKOR
Salah lu sih, si Romlah mau diembat !
SABUNG
Tong ngomong anjing ! mata aing perih !
COKOR
Masa, jagoan kalah sama bubuk cengek !
SABUNG
Gandeng anjing ! (MENGGUYUR AIR EMBER KE COKOR) perih anjing !
COKOR
Apaan lu ?
SABUNG
Tahu temen sendiri kena celaka ! kalahkah nganaha-naha ! (MENENDANG EMBER) Anjing siah perih siah !
(TIBA TIBA DATANG SARDEB)
SARDEB
Sabung ! anjing siah ! adi aing rek di ajag ku sia ! (MENENDANG EMBER)
(LANGSUNG MENGANCAM DENGAN OBENG)
Hayang modar sia teh ?
COKOR
Sabar kang, sabar !
SARDEB
Sia rek ngiluan modar, minggir !
COKOR
Maaf kang, tadi dia ao !
SARDEB
Ao ao paduli, tapi naha make rek ngarojok adi aing anjing !
COKOR
Kasihan kang, matanya pedih sekali !
SARDEB
(NGANCAM)
Dihampura sia ! sakali deui wani ngaganggu adi aing ! modar siah ! (PIPI SABUNG DIGORES OBENG)
(SARDEB PERGI)
SABUNG
Sardeb !
(TIBA TIBA SABUNG MENCABUT PISTOL RAKITAN) Modar anjing !
(SARDEB HANYA TERJENGKANG SESAAT, BERDIRI LAGI)
COKOR
Wah Sadeb kebal !
SABUNG
Anjing ! aing paeh !
(SRDEB BERGERAK MELAWAN, DITEMBAK SATU KALI LAGI TAK MEMPAN)
SARDEB
Cokor cokot !
(COKOR MEREBUT PISTOL)
SARDEB
Tembak !
COKOR
Sabung ditembak ?
SARDEB
Buruan !
(COKOR MENEMBAK SABUNG, KENA KEPALANYA)
9SABUNG MATI)
(SARDEB PERGI)
(LAMPU REDUP)
(TERDENGAR KEMBALI LAGU)

III
LIRIK
Itulah awal kisah Sardeb menghilang dari kampungnya
Dari pinggiran rel kota kami
Bersama Romlah menjelajah tinggal di pasar Glodok Tongkang atau Glatong
Sardeb menjadi kuli pelabuhan di pasar Glatong.
Romlah jadi babu nyuci nyonya Kaswari.
Di gubuk darurat mereka tinggal.
Kini punya televisi penghibur hati
SARDEB
(MEROKOK CERUTU) Ah, enaknya cerutu ini ! sisa curianku ! (TERTAWA) masih ingat saya ? Sardeb dan adikku Romlah !
Dia tidak pulang, nginep di rumah juragannya !
(MENGHIDUPKAN TELEVISI)
(CHANEL YANG DIHIDUPKAN AWALNYA TV YANG SAMA, TETAPI YANG BERIKUTNYA SENGAJA DIBUAT)
(PROGRAM BERITA)
(HANYA CAHAYA PERUBAHAN TV YANG MENYINARI SARDEB)
(ACARANYA TIDAK DIPERLIHATKAN)
PENYIAR (SUARA)
Baru baru ini telah ditangkap para pencoleng yang meresahkan masyarakat, kelompok ini menamakan dirinya Cokor Badag seorang residivis kambuhan yang pernah membunuh kawannya sendiri
SARDEB
Hey, si Cokor, rupanya sudah jagoan sekarang. Dia pasti menaruh dendam padaku. Aku harus waspada (TIBA-TIBA HP NYA BERBUNYI)
Ya Bun, ada apa ? di mana ? ! jangan aku ke sana ! ya di kerak besi !
(MEMATIKAN TELEVISI)
(LAMPU REDUP)
(TERDENGAR LIRIK LAGU DINYANYIKAN KEMBALI)
(TAMPAK DI LAYAR SUASANA BARANG RONGSOKAN BESI BESI TUA KAPAL, INILAH KERAK BESI)
TIGA ANAK BUAH SARDEB TENGAH MENUNGGU
(MUNCUL SARDEB DENGAN CERUTUNYA)
(MERELA MENGEPAL SAMBIL BERSERU)
Glatong !
SARDEB
Barang siapa ?
BUNAL
Seperti dibuang orang, ditenggelamkan ! kata Bantun dilempar orang berdasi !
SARDEB
Orang berdasi, kapal apa ?
BANTUN
Kalibri bendera julat jalit merah
SARDEB
Inggris itu ! bule ?
BANTUN
Bukan, seperti Cina !
SARDEB
Rum buka !
(RUM DAN BANTUN MEMBUKA PETI DENGAN MUDAHNYA)
(BEGITU DIBUKA, TERNYATA EMAS BATANGAN)
(MEREKA SALING PANDANG)
(TERTAWA SEMUA)
(SARDEB MENGAMBIL SEBATANG)
SARDEB
Ini rezeki kita, kita kaya !
(LAMPU REDUP)

IV
DI RUMAH APARTEMEN KELAS MENENGAH, TIDAK JAUH DARI PELABUHAN. HIDUP MEREKA BERUBAH. ROMLAH DAN SARDEB BERGANTI RUPA.
LEBIH NECIS DAN BERKECUKUPAN. MESKI TETAP MENYEMBUNYIKAN EMAS TEMUAN.
ROMLAH
Kang, akang tidak ingin kawin ?
SARDEB
Kawin ? (TERTAWA) aku sering !
ROMLAH
Maksudku nikah punya istri, begitu ?
SARDEB
Males, kamu aja yang nikah, aku lamarkan !
ROMLAH
Betul kang ? akang tidak marah ?
SARDEB
Emang siapa yang seneng sama kamu ?
ROMLAH
Saya ditaksir sama anaknya nyonya Kaswari
SARDEB
Bener ? (MENGCUNGKAN JEMPOL) kapan ?
ROMLAH
Tapi dia cacat kang …
SARDEB
Cacat ? apa, bisu tuli, buta tanpa daksa ?
ROMLAH
Buta kang, lolong …
SARDEB
Buta ? ya gak apa-apa ?
Yang penting tidak buta perabotnya ! (TERTAWA)
(LAMPU REDUP)
(TERDENGAR NYANYIAN)
Akhirnya Romlah menikah dengan Buntari
Anak nyonya Kaswari
Pesta meriah milik mereka berdua
Sardeb selesai mengasuh adiknya
Romlah punya suami baik hati

V
ROMLAH NAMPAK KEMBALI DENGAN DANDANAN MENOR. RAJIN MENGURUS SUAMINYA YANG BUTA.
ROMLAH
Mas Bun mau makan apa hari ini ?
BUNTARI
Apa saja yang kau mau, pasti aku makan
(BUNTARI TENGAH MELUKIS)
Kau bawa hoki buatku Rom, rumah makan Kaswari, ketika kau bilang ditambah burung di depannya, jadi burung kaswari dengan logo baru. Tiba-tiba ajaib pengunjung berdatangan. Menunya Rom, sambal delan bakar dan ayam bakar, lalab rumbah dan goreng biji kenari membuat mereka ketagihan
(ROMLAH SAMBIL MENYEDIAKAN MAKANAN) juga merpati bakar delan, ah apa kamu bilang ?
ROMLAH
Merpati pedo ! (TERTAWA)
BUNTARI
Ya merpati pedo
(MUNCUL SARDEB DENGAN STELAN BATIK LENGAN PANJANG)
SARDEB
Apa kabar de Buntari ?
BUNTARI
Ah, kang Sardeb (MEMANGGIL) Rom, kakakmu datang !
(MUNCUL ROMLAH YANG MENOR DAN BAHAGIA)
(MENARUH MINUM DAN MENGHORMATI KAKAK ANGKATNYA)
SARDEB
Aku jadi pangling, putri dari mana ?
ROMLAH
Masa pramusaji serwal serwul, ya kan mas ?
BUNTARI
Iya kang, berkat Rom, rumah makan burung Kaswari jadi laku keras
SARDEB
Bener ?
ROMLAH
Menu kampung pake delan bakar ! (TERTAWA) pedo kang !
SARDEB
Ini ? boleh aku coba ?
ROMLAH
Bukan, nanti besok kang Sardeb datang ke rumah makan
SARDEB
Wah, penasaran juga. Oh ya Bun, aku mau ngajak bisnis nih
BUNTARI
Bisnis, apaan kang ?
SARDEB
Jasa simpan pinjam, aku butuh toko samping gedung Tokeh, aku tahu itu pamanmu kan ?
BUNTARI
Paman Tokeh, ya nanti aku antar, kapan perlunya ?
SARDEB
Secepatnya sih…
ROMLAH
Mendingan makan dulu, besok saja urusannya
(LAMPU REDUP)

VI
LIRIK
Jadilah Sardeb di samping toko Tokeh simpan pinjam alias renteniran. Tikengip namanya.
Sardeb dijuluki si Tikengip.
Kawasan Tokehan jadi ramai
Juga rumah makan burung Kaswari.
Ternyata Cokor sudah keluar dari penjara.
Berburu dendam membalas kekalahan.
Mulailah perkelahian anjing-anjing geladak
(DITEMPAT SARDEB TIKENGIP, MUNCUL BUNAL TERHUYUNG SEDIH)
SARDEB
Kenapa ?
BUNAL
Tiga anjing geladak tadi tewas bang
SADEB
Si kumis ? atau si biru ?
BUNAL
Bukan kang, ini ada tanda !
(MEMBERIKAN KERTAS, GAMBAR JEJAK KAKI)
SARDEB
Ah, Cokor Badag ? tidak mungkin ? tapi mungkin ?
BUNAL
Akang kenal ?
SARDEB
Masa lalu gua, pecundang itu datang menuntut balas, kau harus waspada. Beli bren di black market, hubungi si belut putih !
BUNAL
Ilmu akang ? gak diwariskan ? bisa Kang ?
SARDEB
Mahal belinya !
BUNAL
Kan punya uang Kang ?
SADEB
Kau sanggup puasa empat puluh hari empat puluh malam ?
BUNAL
Puasa ? jadi bukan pake uang Kang ?
SARDEB
Sudahlah, cepat hubungi si belut putih, uzi saja biar praktis !
BUNAL
Siapa kang, aku penasaran Kang !
SARDEB
Aku bawa kau ke Kramat Karang kalau kau mau, guruku masih hidup !
BUNAL
Wah, terima kasih Kang !
(BUNAL PERGI)
SARDEB
Anjing si Cokor Badag..!
(MEREMAS KETAS BERGAMBAR JEJAK KAKI)
(TELPON BERBUNYI)
Ya, ada apa Bun ? (SENANG) ah, bener kapan ? di rumah sakit mana ? ya, ya aku ke sana !
(GEMBIRA) ah, si Romlah melahirkan anaknya laki-laki !
(SARDEB PERGI DAN MEMATIKAN RUANGAN)
(LAMPU MATI)

VII
(MUSIK MENAIK)
Huru hara huru hara di ibu kota
Huru hara huru hara yang disengaja
Ketegangan para anjing geladak dipakai lompatan
Kematian para anjing geladak dijadikan alasan
Perang antar geng liar
Begitu jendral Sabar bekoar karena itu singkirkan !
Di latar belakang koran-koran yang membuat pembunuhan misterius
(SEPERTI ADEGAN WAYANG KULIT KONTEMPORER)
(ADEGAN RAMPOGAN PISTOL DAN BEDIL, KEMATIAN PARA PREMAN)
(MUNCUL DI LAYAR. WAWANCARA JENDRAL SABAR)
JENDRAL SABAR
Saudara-saudara sependeritaan ! peristiwa kematian para preman bukan oleh aparat, tapi ini benar-benar perang antar geng liar, paragali. Aparat hanya dijadikan kambing hitam. Justru kamilah yang sedang berjuang. Para geng liar itu memang sudah keterlaluan !
(DIULANG ULANG)
sudah keterlaluan !
(LAMPU MATI)

VIII
LAMPU TERANG DALAM BULATAN DI TENGAH DALAM BULATAN.
TAMPAK SARDEB TUBUHNYA PENUH TATO DENGAN CELANA JEAN BELEL)
(MUSIK SEGALA ALAT TEPUK BERTALU TALU)
(TERDENGAR SUARA ROMLAH BERTERIAK TERIAK)
ROMLAH
Kabur Kang, ini bukan waktunya pamer kadugalan !
SARDEB
Kalau bukan karena kau, aku takkan lari Romlah, selamat berpisah !
ROMLAH
Semua teman akang sudah mati !
SARDEB
Jaga anakmu si Mahatma ! juga Buntari dia baik hati !
(TIBA TIBA MUNCUL CAHAYA DI SEBELAH)
(TAMPAK COKOR BADAG YANG TERJERAT TALI DILEHERNYA TERCEKIK, TUBUHNYA PENUH TATO)
COKOR
Anjing Sardeb, kau kabur ! (MELUDAH) Aku tak bisa balas dendam !
SARDEB
Jangan balas dendam ! (TERTAWA) kau mati ditangan jendral Sabar !
COKOR
Aku mati Sardeb, aku penasaran !
(COKOR MATI LIDAHNYA TERJULUR)
SARDEB
Kasihan Cokor, bagaimanapun kau teman bermain di pinggiran rel !
(TERDENGAR TEMBAKAN BREN)
(SARDEB HANYA MERUNDUK DAN BERZIGZAG)
(MUNCUL BUNTARI DISEBELAHNYA DENGAN DUDUK DIKURSI)
(DALAM LINGKARAN CAHAYA)
BUNTARI
Kang Sardeb jangan pulang, pergilah jauh ke mana kau mau !
SARDEB
Bun, jaga Romlah. Dia adikku, kasih sayangku !
BUNTARI
Dia cahayaku Kang, si Mahatma akan rindu akang !
(LAMPU YANG MENYINARI BUNTARI MATI, BEGITU JUGA YANG MENYINARI COKOR)
(TINGGAL SARDEB)
(MUSIK AGAK TENANG. BUNYI TEPUKAN KENDANG SEWAKTU WAKTU)
SARDEB
Ya, akhirnya aku selamat dari para penembak misterius. Aku diam sembunyi di sebuah pulau tak bernama
(MEMAKAI TOPI DEDAUNAN. TERDENGAR SUARA HUJAN)
Hujan ah air dari langit ini rejekiku, kutampung dengan tempurung
(MEMEGANG TEMPURUNG (BATOK KELAPA)
Apa yang terjadi di ibu kota ?
Ah, siapa yang punya cara-cara gila ini ?
(MEMINUM AIR TEMPURUNG)
Nikmat juga, aku harus bertahan
(TERDENGAR SUARA NYANYIAN SENANDUNG PEREMPUAN)
Suara nyanyian, ah aku menghayal ?
(NYANYIAN TERDENGAR LAGI)
Aku harus semedi!
(MENGUBAH DUDUKNYA, TEMPURUNG (BATOK KELAPA) DIPEGANGNYA DENGAN TENANG)
(PERLAHAN MUNCUL SOSOK PEREMPUAN SEPERTI MELAYANG MISTERUS)
Sadeba deba sadeba deba
sabedas bedas sabedas bedas
(BERULANG ULANG DIUCAPKAN PEREMPUAN ITU)
Kamu saksi yang lari dari api
Api manusia berasal dari hati
(PEREMPUAN ITU MEMASANG BATOK BATOK KELAPA BERNYALA API)
Sadeba deba sadeba deba
Sabedas bedas sabedas bedas
(TIBA PADA WAKTUNYA SEMUA TEMPURUNG MENGELILINGI SARDEB)
Kamu yang merubah diri dari api menjadi seorang pemegang kalam ilahi hirup waras waras Sadeb !
(TIBA TIBA PEREMPUAN ITU MENGHILANG)
(SARDEB TERSADAR)
Ah, aku berkhayal ?
Aku ingat apa yang dikatakan perempuan itu, apakah ini panggilan guruku ?
(LAMPU REDUP DAN SEMUA API MATI)

IX
TAMPAK SARDEB DUDUK MENJOROK DI BATU KARANG, TERDENGAR SUARA OMBAK BERDEBUR DI BAWAH TAMPAK KAKI LANGIT FAJAR MENYINGSING
SARDEB
Sudah berapa lama aku di sini ? rasanya sudah lama ? perempuan itu selalu datang dalam mimpi ? siapa dia ?
Aku tidak kenal dia ? apa mungkin ibuku ? nenekku ? (TERTAWA) aku tak mengenal mereka, pengasuhku hanya mang Satib, bagaimana kabarnya sekarang ! (MENYESAL) aku joledar ? ya aku sudah tak ingat dia ? harusnya dia kuberi uang, kubuat dia bahagia ! ya aku harus pulang tapi bagaimana caranya ?aku harus bikin rakit ? pohon kelapa golok rompang ? ah akan kucoba saja
(TERDENGAR NYANYIAN GEMBIRA SEPERTI LAGU MENANAM JAGUNG)
Rompang rompang si golok rompang. Membuat rakit dengan si golok rompang
Rompang-rompang golokmu membuat rakit jangan keliru !
(MUNCUL SARDEB DENGAN GOLOK ROMPANG)
Ah selesai juga akhirnya, aku pulang ! tapi pulang ke mana ? ah, guruku ! ya, dialah yang memberi banyak keberanian !
(LAMPU REDUP)

X
DITEMPAT GURU SARDEB DI DAERAH BANTAM. GURU SARDEB SEORANG YANG KREMPENG DAN AWET MUDA. BAHKAN SEPERTI ANAK-ANAK BERMAIN ANAK AYAM.
PAK KAMPEK
Aneh nih ayam matanya seperti ngomong, lu bilang apa ? ada tamu jauh terdampar di Sarbojo ? bener ? ya aku ke sana !
(PAK KAMPEK PUNYA ILMU SAKTI)
(LIRIK LAGU SEPERTI LAGU PA DENGDE DALAM NYANYIAN PRAMUKA)
Pak Kampek punya langkah-langkah besar
Pak Kampek punya langkah-langkah besar
Dengan kakinya…..
(TAMPAK TUBUH SARDEB TERDAMPAR TAK BERDAYA)
(MUNCUL PAK KAMPEK DI TEMPAT ITU DENGAN ANAK AYAMNYA)
PAK KAMPEK
(TERTAWA)
bener si Jalu, bangun Jalu, bangun !
(MENDEKATKAN ANAK AYAM KE DEKAT SARDEB)
Bangun Jalu, kamu selamat berkat nyi Dangdayang !
SARDEB
Ah, siapa ? di mana ?
PAK KAMPEK
Di rumah gurumu !
SARDEB
Guru, Wak Kampek ? (TERTAWA KECIL)
Aku selamat Wak ?
PAK KAMPEK
Ayo aku tahu dari Nyi Dangdayang !
SARDEB
(DUDUK PERLAHAN)
Nyi Dangdayang ?
Perempuan yang melayang dan berkata-kata ?
PAK KAMPEK
Kamu yang lari dari api
Api manusia berasal dari hati
kamu yang merubah diri dari api
menjadi pemegang kalam ilahi
(TERTAWA) benerkan begitu katanya ?
SARDEB
Bener guru, karena itu aku pulang
PAK KAMPEK
Kau lapar ya ?
SARDEB
Sangat guru, ada nasi ?
PAK KAMPEK
Kau gendong aku !
SARDEB
Bagaimana bisa, tenagaku tak ada !
(PAK KAMPEK MENGUSAP WAJAH SARDEB, LALU SARDEB BERDIRI SEGAR. PAK KAMPEK DIGENDONG)
(TERDENGAR LAGI LAGU PA DENGDE LAGI)
Pak Kampek punya langkah-langkah besar
Pak Kampek punya langkah-langkah besar
Dengan kakinya…..
(TAK LAMA SUDAH TIBA KE TEMPATNYA)
PAK KAMPEK
Kita sudah sampe, turunkan aku !
(SARDEB MENURUNKAN PAK KAMPEK, SARDEB LANGSUNG LESU)
Ah, kamu harus makan !
(LAMPU REDUP)
(SARDEB DISUWUK (DISUGUHI) MAKAN DENGAN MAKANAN KAMPUNG)
(PROPERTI HANYA BENDA BENDANYA SAJA: BOBOKO, PIRING, MANGKUK, DAN LAIN LAIN)
(SARDEB MAKAN LAHAP SEKALI)
(SARDEB BERSENDAWA, PAK KAMPEK TERTAWA SENANG)
PAK KAMPEK
Wah kalau sudah bersendawa itu tandanya pulih lagi ! aku senang kau pulang, apalagi akan menjadi pemegang kalam ilahi !
SARDEB
Bener itu teh Wak ?
PAK KAMPEK
Jalan terakhir adalah tobatan nasuha ! kau pernah dengar kisah Umar bin Khotob ?
SARDEB
Dulu di Tajug ustad Biding, waktu kecil dibawa Pak Satib
PAK KAMPEK
Bagus, jadi aku tak perlu menerangkan lagi, tapi kamu bukan Umar bin Khotob, kamu tetap Sardeb anak pinggiran rel ! (MEMANDANG) Kamu harus ganti kulit Sardeb
SARDEB
Ganti kulit Wak ? emangnya ular ?
PAK KAMPEK
(TERTAWA) kau memang ular ? (MEYAKINKAN) Ular bukan ?
SARDEB
Bukan Wak, aku manusia !
PAK KAMPEK
Syukurlah, berarti bukan ular !
(TERTAWA) begini, maksudku ganti kulit bukan seperti ular, tubuh yang bertato itu biarkan saja yang penting hati kamu, hati kamu sebab hati adalah kompas manusia !
SARDEB
Kompas manusia ?
PAK KAMPEK
Kalau hatimu gelap gelap juga kelakuanmu ! kalau hatimu terang terang juga kelakuanmu !
SARDEB
Hati gelap jadi hati terang ? (MEYAKINKAN) Begitu ?
PAK KAMPEK
Karena kau masih ingin hidup !
SARDEB
Makanya aku kabur dari kejaran jendral Sabar !
PAK KAMPEK
Sapa jendral Sabar ? musuhmu ?
SARDEB
Bukan Wak, aku tak punya hubungan apa-apa dengannya, tapi hartanya tenggelam, aku temukan !
PAK KAMPEK
Emang apaan yang ditenggelamkan ?
SARDEB
(MENGELUARKAN BATANG EMAS) ini Wak !
PAK KAMPEK
Emas sebesar kotak korek api ? (MENIMANG NIMANG) berat juga !
SARDEB
Itu buat Wak Kampek !
PAK KAMPEK
Bener ? (SENANG) aku bisa menikah lagi ! kau belum punya istri ?
SARDEB
Belum Wak, siapa yang mau padaku ?
PAK KAMPEK
Kau jangan bohong, kau cuman bujang tarangna ! (TERTAWA)
(MUNCUL BOAH PELAYAN WAK KAMPEK, TAPI MENGINGATKAN SARDEB PADA PEREMPUAN BERNAMA DANGDAYANG)
(BOAH MEMBERESKAN BEKAS MAKAN)
(SARDEB TERPESONA)
(BOAH PERGI TANPA BICARA)
SARDEB
Siapa dia Wak ?
PAK KAMPEK
Si Boah pelayanku, dia sedang tolabul ilmi !
SARDEB
Berguru ilmu apa ?
PAK KAMPEK
Ilmu Bulan tumanggal !
SARDEB
Untuk apa ?
PAK KAMPEK
Untuk membersihkan diri dari dosa-dosa !
SARDEB
Memang dia dulu apa ?
PAK KAMPEK
Ikok panggilan, mahal dia !
SARDEB
Tapi mengapa seperti wajahnya Dangdayang ?
PAK KAMPEK
(TERTWA) supaya kamu kemari !
SARDEB
Jadi ?
PAK KAMPEK
Kalau kau berhasil ganti kulit, kau sunting dia !
SARDEB
Bener Wak ? (SENANG)
(LAMPU REDUP)

XI
(LAGU BALADA SARDEB)
Sadeba deba deba
Sadeba deba deba
(MUNCUL SARDEB BERPAKAIAN PUTIH PUTIH BERKACAMATA HITAM MENARI KUNTULAN)
Sadeba deba deba
Sadeba deba deba
(TERUS SARDEB MENARI KUNTULAN)
Sardeb adalah seorang penjahat panas
Yang selalu untung tak buntung
Sardeb selalu datang membawa senang
Bagi semua orang Sardeb adalah pahlawan
Bagi jendral Sabar Sardeb adalah buruan
Yang harus dihilangkan !
SARDEB
Lama tak bertemu aku Sardeb orang baru bukan Sardeb yang diburu
Tapi Sardeb yang dirindu
(SARDEB MEMAKAI KOPIAH PUTIH)
Tobatan nasuha sudah kulakukan bersama Boah dalam pernikahan
Emas batangan kukirim ke jendral Sabar melalui kurir yang kurahasiakan
Aku kembali ke kota kami membuka pesantren kecil di kaki gunung di tepi sungai Bantar
Entah sudah berapa lama kulihat di televisi jendral Sabar mati
Aku hanya berdoa semoga arwahnya diterima di sisi-Nya

TAMAT

5 Agustur 2013
Revisi 29 November 2025
Akhir ramadhan untuk semua preman yang insyaf

RITUAL TOGEL
Baca Tulisan Lain

RITUAL TOGEL


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *