(Musik arang-arangan)
Masuk Jantuk menari kocak memakai sarung.
Lalolololo
Mantul pembukanya
Arang-arangan bertalu-talu dari dulu
Kini hanya sekali-kali
Dalam hajatan dan tempat wisata
Dulu ada sandiwara Sunda judulnya Mobok Manggih Gorowong alias lagi ngebongkar ngegangsir ketemu lubang – untung dah.
Sekarang juga banyak sandiwara julukannya satu: Mobokgrazi alias gila Maling-Madat-Madoni-Manguni gilalu Jaman Edan Jlid Sembilan.
Para aktornya orang-orang penting, petinggi-petinggi negeri sampai pejabat daerah dan desa. Mereka bersama-sama, bancakan uang rakyat. Tapi juga main dadu dan patpat gulipat, kongkalikong.
(Tiba-tiba terdengar suara anak-anak bernyanyi)
Patpat gulipat
Gulali dilipat-lipat
Kongkongkalingkong
Anak singkong jadi kingkong.
Dengar tuh anak-anak di negeri rakyat teriak serak bernyanyi begitu.
Saya jadi
Siapa penciptanya?
Mana saya tahu!
Lalolololo
Kalau sekarang pandemi virusnya gak mati-mati, sekarang juga korupsi ga ada matinya. Penyakit mental mabok mobok juga semakin menggila suap menyuap alias gratifikasi semakin bau, bau terasi kalah baunya tapi kuping-kuping mereka para mobok sudah peko alias tuli, tak ada kepekaan lagi, agamanya apa ya?
Agamanya? Kalau kata Bu Basajanah Nyang begitu agama uang. Uang Tuhannya sekaligus berhalanya.
Jangan tanyakan moral pada mereka para mobok moral sudah lama padam. Moral itu seperti api unggun. Menyala apinya besar kalau selalu diberi kayu bakar yang baik, tapi kalau dibiarkan tak diberi kayu perlahan dan pasti padam. Asap lalu debu. Itulah moral, datang angin diterbangkan dan hilang.
Mangkanya para mobok itu sudah tak bermoral. Dulu yang mobok segelintir orang, Sekarang para mobok sebagian besar orang, yang berpangkat tinggi, pejabat tinggi sampai perdesaan sampai dana asuransi di embat juga, asuransi jadi bancakan dengan cara-cara tak terduga semakin pintar mobilnya.
Lalolololo
Para mobok jadi para milyuner baru, yang lali jiwa, disangkanya tak akan mati. Eh keluarganya lagi, istri, anak, menantu, ikut menikmati. Gak peduli uang darimana asalnya yang penting hepi.
Lalolololo
Mobokgrazy zaman edan jilid sembilan di negeri rakyat berteriak serak. Keadilan sosial, kesejahteraan yang merata hanya utopia, dikatakan penyair Lisongsay. Dimasa hidupnya penyair yang saya kagumi menulis syair-syairnya, sajak-sajaknya, puisi-puisinya, drama-dramanya kritis yang membuat miris pewaris mobok.
Lalolololo
Di negeri rakyat berteriak serak, penyair dianggap batu kerikil yang mengganjal di sepatu.
Lalolololo
Saya mobok pamit, ada berita baru
OTT OTT lagi viral
Oh tidak, tidak…!
Lampu mati
19 Desember 2020
Catatan hitam pada korupsi









