PUISI Yesmil Anwar

nitz

sebuah puisi renungan peringatan tahun baru:

TAHUN BARU
YANG BERTAYYAMUM

Belum layak rasanya mengusap peluh 2025 dengan acara extravaganza yang spektakuler ketika matahari menyingkap langkah pertama 2026
Masih terngiang jerit tangis yang memilukan saudara- saudara kita di bumi Swarnadwipa yang dilanda banjir bandang….
Kayu gelondongan dari hutan yang digunduli tanpa peduli alam raya
Kebun kelapa sawit yang merajalela ditanam dengan penuh kerakusan dengan membodohi rakyat

(Menyamakan daun dan akar sawit sama dengan hutan raya kemampuannya menahan air hujan yang…
Ternyata tak mampu menahan banjir bandang)

Begitu melimpah air bah
Dimana air suci yang mensucikan
Yang lahir dari hati yang bening bersih
Safar yang panjang..
Tak ada habisnya dimuka bumi
Tanah retak jantung keras berdetak menyongsong tahun yang baru

Korupsi menggila di semua lini kehidupan berbangsa dan bernegara
Jika rakyat kehilangan kepercayaan pada pemerintah, partai politik dan hukum
rakyat sulit untuk diajak membangun bangsa_terjadi pembangkangan sosial, krisis krisis kepercayaan…
demo dimana-mana….

Dari pejabat tinggi sampai kepala desa jadi predator bangsa
Mulai dari anggota dpr, penegak hukum, para pendidik, seniman, dan jurnalis_ stasiun tivi serta surat kabar
menyajikan tontonan banal dan sadisme keseharian…yang terkungkung kemunafikan
masif dengan dalih kebebasan pers dan kebebasan berekspresi_ etika seni dicampakan ke comberan
Dekadensi moral dan kejahatan Kerah Putih bagai tema kewajaran keseharian
Korupsi berjamaah,
Berlomba- lomba menghela gerobak panen uang rakyat untuk memperkaya diri.
Dimana air suci yang mensucikan
Yang lahir dari hati yang bersih bening
Tayyamum dalam safar sepanjang waktu

Kita masih harus merayakan tahun baru yang bertayyamum_ dengan wudhu solidaritas pada keprihatin anak bangsa

Tak layak rasanya menikmati pergantian tahun
melulu dengan pesta bakar-bakaran santapan bersama keluarga dan handaitolan…
Kita sisipkan renungan dan doa untuk saudara kita dan bangsa ini di tahun yang akan kita tapaki bersama

Tahun baru yang bertayyamum
Layak untuk bersujud dalam solat syukur kita…

2025_ 2026

PUISI Diro Aritonang
Baca Tulisan Lain

PUISI Diro Aritonang


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *