PUISI Sosiawan Leak

ilustrasi Bandara Hantu Sumatra 1

SUMATRA TENGGELAM!

sumatra tenggelam
kala agamawan khusyuk bertarik tambang
sementara presiden pidato silabus pembelajaran
tentang sawit yang siap menggantikan hutan,
sang menteri memanggul sekarung beras sendirian
matanya berkaca-kaca di layar kaca
kakinya dimata-matai mata kamera
agar tetap bersih, indah, dan terjaga
tapak tilasnya

sumatra tenggelam
polisi dan tentara dikomando bekerja
tapi malah malih pahlawan di mulut perempuan tua
yang mencaci-maki mahasiswa.
ada petinggi terseret banjir ai
anggota dewan bertandang sebagai peragawan
bupati menjilati rezim masa depan
berbekal air mineral, minyak, dan mie instan
gula, selimut serta pakaian
yang ditandai sebagai ritual kemanusiaan

sumatra tenggelam
tobatan nasuha diserukan pejabat negara
bagi para penjahat, terkecuali dirinya

sumatra tenggelam
belantara hayati hanyut bersama nurani
ampas pembalakan longsor menyeret sisa keadilan
merupa lumpur kesewenangan baru
sebagai gelondongan kayu
yang diingkari penjaga-penjaga palsu
; budak para penjagal di bandara hantu!

solo, 3 desember 2025

NEGERI KAMPUNGAN

di negeri kampungan
pemerintahan dikelola dengan serabutan
ugal-ugalan tanpa kepastian aturan
cuma melibatkan kerabat dan handai taulan
yang dipilih berdasar kedekatan
senyampang memberi keistimewaan
pada keluarga dan sanak saudara
meski tanpa kompetensi, meritokrasi
apalagi keahlian

hukum disandera
demi melegalkan nafsu berkuasa
undang-undang ditawan di hotel bintang lima
menyingkiri anjloknya saham negara
lantaran pasar politik
yang langka oposisi serta alergi kritik

di negeri kampungan
para aparat dibiarkan bermain mata
mengelola kepentingan warga
sembari mematok keuntungan pribadi
demi ongkos mempertahankan posisi
atas nama gengsi petinggi
wajib melakoni korupsi
mesti menjalani kolusi
sebagai oli bagi mesin oligarki

polisi dan tentara
dijebak bermental ganda
patuh pada instruksi
sekalian mengkhianati hati nurani
mengabdi pada negara
sambil menghamba penguasa

di negeri kampungan
gemah ripah loh jinawi
hanya imajinasi
tata tentrem kerta raharja
cuma igau
kesejahteraan dan kemakmuran
hengkang ke tlatah seberang

di negeri kampungan
pimpinan berteriak kampungan
jelata bertindak kampungan
kaum menengah kalah tak sudah-sudah
menyandang marwah pemilah
tanpa pernah mau menyerah

solo, 19 maret 2025

PUISI Harris Priade Bah
Baca Tulisan Lain

PUISI Harris Priade Bah

NEGERI RONGSOKAN

di negeri rongsokan,
presidennya rongsokan
menteri-menterinya rongsokan
wakil rakyatnya rongsokan
juga gubernur, walikota, dan bupati
semuanya rongsokan
direkrut dari rezim masa silam
yang telah rusak, teronggok serta karatan

di negeri rongsokan,
presiden memulung pejabat serampangan
berbekal bagi-bagi kursi dan kedudukan
bebas menumpuk dukungan
leluasa memupuk kekuasaan

menteri-menteri menjumputi selebriti,
buzzer, badut, serta bandit jadi petinggi
sesuka hati, terpenting bekas soulmate terbestie

wakil rakyat kerap ongkang-ongkang
sembari gresek anggaran gasakan
atau nunggu orderan
: tarip apa yang hendak dinaikkan
program mana yang akan diorbitkan
subsidi siapa yang bakal dirongsokkan

meski gubernur, walikota, dan bupati
dipilih dalam rangka demokrasi
tapi tak pernah risi
dicengkeram siluman oligarki
yang siaga mengasah taring-taring kolusi
meneteskan ludah beracun manipulasi
mengkorusi otak dan hati

para aparat bekerja kampungan
kongkalikong bareng gali dan preman
menggasak tambang, hutan sekalian lautan
melabrak rumah warga, kebun serta lahan
atas nama proyek strategis abal-abal
demi menyongsong bonus demografi
rongsokan!

di negeri rongsokan,
ideologinya rongsokan
falsafahnya rongsokan
lambang negaranya rongsokan
undang-undang, jargon serta peraturan
semuanya rongsokan
asal comot dari kebijakan orde buram
yang mangkrak, kacau, dan awut-awutan

di negeri rongsokan,
sila-sila silih disalah-suluhkan
silap, saleh sulapan sahih disilakan
saling suap, silang tilap siap diselundupkan.

berbeda-beda falsafahnya
tetapi tetap satu jua tujuannya
: menimbun rongsokan harta dan kuasa.

lambang negara perkasa
malih perkakas pemaksa
yang memperkosa hak-hak bersama.

perundangan jadi perundingan
yang dirindangkan rundungannya
agar riang runtang-runtung
rentengan rentenya.

peraturan dirumuskan tanpa pertarungan
demi merumat kepentingan era urakan

undang-undang mengandung sandingan
mengundang pedagang gadungan tanpa sandungan
asal menyandang keuntungan segolongan
: rezim rongsokan!

di negeri rongsokan,
risak merasuk memerosokkan
tepekur di para otak yang nganggur
parkir di pikir pakar yang mangkir
sejak dari hulu hingga hilir

negeri rongsokan
negeri aneka loakan,
apkiran, dan rombengan
seperti negerimu aus dan usang
hingga berantakan
sebab diisap tak henti-henti
oleh lintah berdasi
: jelmaan vampir korporasi!

solo, 20 januari 2025

PUISI Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

PUISI Yesmil Anwar

PEMBANGKANGAN

jangan buka jalan
bagi strobo dan sirine arogan,
bakar motormu bila perlu
saat hendak disita razia palsu
kemplang pajak, curangi restribusi
katimbang dicuri rezim ingkar janji
tentang pemerintahan sejak dini
jika sesat dari konstitusi

kepada partai
jangan pernah percaya
selama mereka merestui penguasa
merampok hajat warga jelata,
menghalangi negara menyita harta koruptor
juga pejabat durjana
melepaskan tentara berkeliaran di jalanan
menghancurkan meja hijau dan palu keadilan
sembari membekali polisi sempritan,
surat tilang serta nota jual beli perkara
berancaman senjata

jangan patuhi penguasa
yang menyengsarakan warga
menginjak-injak harkat manusia
merusak cita-cita bersama
demi mengkhianati masa depan bangsa!

solo, 26 maret 2025

TURUN KE JALAN!

kala negara berubah jadi tempat sampah
sebab pemerintah tak pernah jengah
memproduksi kotoran dan limbah
merupa konstitusi semu, program tipu-tipu,
serta janji-janji palsu
kita, tak bisa lagi diam membisu

ketika undang-undang dan peraturan
menjadi alat kekuasaan
jabatan berseragam penyelewengan
berselempang aneka pangkat pemerasan
sementara aparat malih budak kekerasan
tanpa akal budi dan kemanusiaan
kita, sudah dekat arena perlawanan

saat petinggi sibuk memperkaya diri
tak peduli jelata berjuang merebut haknya
melawan perampokan yang dilegalkan penguasa
sembari menghancurkan harapan
yang semakin asing dalam kehidupan
kita, harus segera bergandeng tangan

bila angka kemakmuran tinggi
cuma bagi segelintir oligarki
sedang kesenjangan menguar lebar
pengangguran mengular, phk kian bar-bar
segala kerja serta usaha bubar
jurang miskin dan kaya makin menganga
kita, berjumpa tanda-tanda nyata

kala negara berubah jadi tempat sampah
kampus dan sekolah kebak gelisah
rumah-rumah banjir resah
parlemen ingkar dari marwah
kita, tiba pada aba-aba yang sah
untuk menentang kezaliman
dengan berjuta kepalan
: bergerak turun ke jalan!

solo, 24 maret 2025


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *