LAWAN
- Api di matamu
membakar pikiranku
untuk berteriak
lawan! - Genderang perang
telah dibunyikan
kata-kata
jadi senjata
kepalkan tangan
lawan!
lawan! - Semua mata
menyaksikan
sejarah
sedang dijarah
lawan!
lawan!
lawan! - Berdiri tegak
tubuh-tubuh
kamisan
teruslah bergerak
lawan!
lawan!
lawan!
lawan! - Kepulan asap hitam
di upacara kamisan
kibarkan bendera
bendera hitam
bagi negeri gelap
lawan!
lawan!
lawan!
lawan!
lawan! - Hidup adalah
upacara
yang belum selesai
2025

SAJAK-SAJAK Arif Fathur
PALSU
Kau si palsu!
tanpa malu mengaku
raja jawa baru
kau sungguh
sungguh asu!
Sepuluh tahun
yang lalu
kau sihir negeri ini
dengan pidato
pidato palsumu.
Kata-katamu
bersahaja
namun bermakna ganda.
Pagi berkata kambing
sorenya berkata monyet
kemarin berkata kacang
besoknya berkata bawang.
Kau sungguh
sungguh terlalu!
suka-sukamu sendiri.
Kau si palsu!
yang terlahir
dari gorong-gorong
menyamar jadi
wong ndeso
merangkak menuju istana
mengatur berbagai siasat
merampas hak-hak rakyat
Sialan!
wajahmu picik
dan licik!
Seperti ular belang
berkepala dua
berekor cabang tiga
mematuk-membelit pawangnya
menyandera siapapun
tanpa terkecuali
para elite sekalipun.
Astaga!
sanak keluargamu
ternak-ternakmu
buzzer-buzzermu
preman-premanmu
parcok-parcokmu
kau biarkan
semakin barbar
semakin beringas
semakin cadas
pasang badan
siap menerkam
siapa saja
yang menggugat kekuasaanmu.
Sementara di senayan
pertunjukan komedi hitam
dimainkan para aktor
Dewan Perwakilan Rakyat
terus berlangsung.
Kau si palsu!
berwajah badak
berhidung Pinokio
sasar sana
sasar sini
tak hentinya
tebar pesona
menipu rakyat.
Sudahlah!
sebentar lagi kiamat
sandiwaramu
telah selesai
panggungmu
telah runtuh!
kepalsuanmu
selesai sudah
2025








