SAJAK Mohammad Rohanudin

coba edit

SOEKARNO BAPAKKU

Soekarno bapakku, bangunlah kau dari istirahat panjangmu perhatikanlah tanah airmu yang sekarang menjadi tanah airku tanah air yang pernah engkau menderita, karena engkau telah memperjuangkan kemerdekaannya.

Soekarno bapakku, engkau memang telah lama wafat
tapi detak detik jantungmu terus melantunkan irama dan meyakinkan kami bahwa perjuanganmu tidak sia-sia

Engkau memang manusia
tapi jiwamu laksana malaikat memancarkan cahaya keemasan,
ΑΡΙ ΝΑΝ TAK KUNJUNG PADAM akan terus berkobar dalam nurani sang garuda
berapa generasi telah lewat
patah tumbuh hilang berganti sejak zaman Empu Tantular dengan Sotasomanya sakti dan penuh hikmah kearifan
bahwa dalam warna warni kita tetap tunggal
dengan keindahan dan cita mulya

Soekarno,
meskipun tantangan dan cobaan datang bertubi- tubi
bumi Tuhan Indonesia dan beribu-ribu pulau tetap bertahan dengan kehijauannya
bintang-bintang tetap tekun dengan gemerlapannya, padi-padi menguning
melambaikan selamat datang
pada setiap musim apapun,
semua musim disambut dengan gairah, walaupun di desa, di bukit, di batas-batas pulau
terhapuslah suara tangisan kesedihan membaur
jadi satu dengan dzikir mereka yang panjang dan tidak berujung

Soekarno,
saya tidak mengerti kapan ini berakhir begitulah pertanyaan demi pertanyaan seterusnya jawabannya berada dalam jiwa
dalam watak kesetiaan kepada Indonesia
yang lahir dari rahim bumi pertiwi

Soekarno bapakku, kami terima titipanmu di bumi Indonesia
tanah air terindah yang diperjuang dengan darah
dan tak terhitung dengan tetesan air mata
di bawah sumpah untuk berjuang
dan berbakti kepada Tuhan Yang Maha Esa

Soekarno,
Indonesia adalah kehormatanku, kehormatan kami,
dan kehormatan seluruh bangsa Indonesia

PUISI Ayie S Bukhary
Baca Tulisan Lain

PUISI Ayie S Bukhary

SUNGAI CILIWUNG

kata siapa kita juara?
kata siapa?
Bukankah Sungai Ciliwung
tersohor sebagai Sungai terkotor di dunia,
pekat bagai comberan
kita tutup rapat-rapat, tapi hati dan akal
lebih rapat dari menyumbat telinga

kata siapa laut kita indah?
kata siapa?
jutaan bangkai plastik, botol-botol mineral,
kantong-kantong cairan kimia,
tas kresek sampai pada jarum suntik narkoba,
meracuni lautan kita, masuk ke perut hiu
hiu hamil tanpa pejantan,
mati tanpa disembeleh

ikan yang kita nikmati terasa gurih hanya di mulut,
mengapung sampai batas kerongkongan,
beracun di perut
holopis kuntul baris
apakah kita akan terus
sempoyongan sampai pagi,
meneguk arak gelas demi gelas,
bola matapun terbalik-balik
seperti orang tidak waras

lalu siapakah yang
bertanggungjawab mencabut
akar budaya ini?
laut yang kita sanjung,
dengan deburan ombaknya yang mengalun syahdu,
sungai tempat kita mandi,
berwudhu, mencuci beras, kedelai tempe,
bukan lagi menjadi mainan anak-anak berenang,
mencipratkan dan menepuk
bunyian di air

sementara kita di kota lebih asyik bertengkar,
hidup seperti berpura-pura,
sibuk bertransaksi jual beli jabatan,
jadilah yang kurus semakin kisut,
yang lapar semakin tak ada yang dimakan
yang kaya mendirikan kerajaan dimana-mana
kita sering bicara keadilan
tapi keadilan seperti apa yang ingin
kita pertontonkan

laut keruh, sungai-sungai memuntahkan banjir ke jantung kota, rakyat riuh rendah terhunus bau anyir,
menyayat-nyayat masa depan

BERTASBIH

Bila waktunya sampai,
Begitu dalam
Bukan hanya sekedar milikku
Melainkan kesempurnaan yang dicipakan hingga begitu lekat
Ketulusan putih,
Putih cemerlang
Itulah derajat paling tinggi
Dan bertahta di atas keningku

PUISI Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

PUISI Yesmil Anwar

OASE ZAM-ZAM

di dekat Kiblat,
ada aroma rasa telaga
Shafa dan Marwah
Makkah belum dihuni manusia, gulita malam,
angin kencang, dahaga, panas berterik
perjuangan anak manusia
Ismail, dan gua pertapaanya Siti Hajar masih menyusui
dua hati lambang kepatuhan, keikhlasan dan air mata
demi Allah kami bersumpah
demi Ibrahim kami melawan

haus, lari-lari kecil,
jiwa, di padang pasir seram tanpa manusia, tanpa suara,
raga kelaparan seperti musafir

Tiba-tiba, gemuruh berkali-kali menggetar
degub jantung Ismali-Siti Hajar meledak,
di padang pasir yang tandus
di Safa-Marwah. Garis dan titik suara Allah
inilah mukjizat, Air memancur,
memancarkan peradaban kehidupan baru, imaji baru
menghirup udara segar.
adalah OASE ZAM-ZAM,
air mujizat di atas telaga.
telaga bagi yg meneguknya,
adalah surga Tuhan.

PUISI Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

PUISI Yesmil Anwar


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *