LEMBAB
Kubah-kubah tua masih setia
Mengumandangnkan suara
Menyerukan perintah, tapi
Suara tinggal suara bagi
Laku yang terhijab
Ruang-ruang sepi
Bukan imaji
Bersebab
Dari gairah kerja
Ada cadar yang lain
Hingga lonceng menggema
Ditabrak angin dingin
Jika kau tanya apa makna
Antara ingin dan ragu
Cahaya meronta-ronta
Melayari tangga lagu
Dan suara-suara semesta
Bergulir-gilir di ceruk rasa
Sebelum gugur daun
Dipungut sang maut
2026

PUISI Diro Aritonang
RUBAIYYAT
Angin kembali mendesir
Dipirig pekik camar ke hilir
Mengurai dirinya jadi puisi
Laku tafsir para musafir
2026

PUISI Yesmil Anwar
ENSIKLOPEDIA
Kedip bintang pada ujung kalimat
Ihwal izin tongkat ali bisa leluasa
Menembus celah elastis berbukit
Di atas altar, dua angin
Searus mengalir silih
Menyilih desir-mendesir
Kenapa ayam tak punya susu?
Tak punya tangan, jawab bunga
Telang, sambil merogoh kantung
Semar. Dan kini di atas ranjang
Putih, tubuhnya bak setumpuk
Pakaian lusuh. Tungku perapian
Menyala, tinggal lelatu keabadian
2026

PUISI Rachman Sabur
KUTUK
Bau bangkai
Sepekan lebih
Tersekat napas
Bak di ruang isolasi
Segudang tanya
Mengembara
Siapa pipis
Sembarang?
Bilamana kautahu
Ada banyak nama
Mengutukmu
Lamat-lamat
Jadi lelatu
Abadi
Dikitabkan waktu
Di detik ke depan
Ada apa denganmu
Sebab Tuhan
Tak pernah jemu
Meramu!
2026









