EVOLUSI LAKU
menari dalam diam
diam gelisah dalam
basah diam-diam
kelam dalam diam
masa lalu dan
masa depan
bukan hanya
milik orang suci
dan bajingan saja.
buah dipetik
bermula dari
menanam biji
meski tak selamanya
bakal tumbuh
namun harapan tetap ada
sebelum bunga rampai
menghiasi tanah merah.
jejak yang terbakar itu
merubah hal kecil
sebagaimana ahli nurani
tak pernah lembut
sebagaimana sang bijak
yang menabur kabut
sebagaimana kekasihNya
dalam diamnya
merubah segala.
seperti aku ke kau
sekadar bancah.
diam dalam kelam
gelisah dalam diam
diam menari dalam
basah diam-diam.
2025

PUISI Yusef Muldiyana
AU REVOIR BISOUS
laut tampak tenang
melepaskan tarian.
alam terlahir
dari sumber yang sama
seperti kita
di bumiNya.
arus menembus laut
jadi ombak, jadi badai
dalam jiwa mereka.
Kubur-kubur digali
panji cinta perlahan
sirna.
2025

PUISI Yesmil Anwar
FRAGMEN CINTA YANG BERLIBUR
rayap lumut di dinding
tebing tak terpelanting
miring jalan setapak
pusing kaki menginjak
teringat riang anak
dan istri; berserak
di benak; gugur
almanak subur
tahun melipat umur
kulit lengan berjamur
cinta marah-marah
aku dikata payah
saban pagi wajib mandi
tubuh geligi tanpa geli
cinta senyam-senyum
kala kalah dalam aum
hari-hari sumringah
jalan-jalan basah
dunia seolah-olah
bebas dari wabah
anak bini surti
ceria terpatri
bebas dari iri
musim berganti
anak main hujan
cinta karu-karuan
aku kena getah
tak dapat jatah
semua berubah
muka tengadah
mulut bermadah
hati terdedah
jalan licin tepi tubir
jejak ciprat air terjun
ingin pulang takut cibir
cinta masih merah marun
2023

PUISI Ihya M Kulon
SKETSA
pada sepasang bunga mata
ada harapan yang tumbuh
di kemudian hari.
jarak kebersamaan kita
tinggal menyimpan tanya,
tapi hidup adalah hidup, katamu.
di balik kabut
suara-suara merayap
memanggil namaku
ini malam tak ada bulan
tak ada bintang
dan notasi angin
menabik-nabik batinku.
2024

SAJAK-SAJAK Ayie S. Bukhary
MEMBACA LAMBANG
dua perkutut sahut-menyahut
seperti mengirim kesedihan
aku yang sendirian di sini
buram cahaya bulan
diselimuti mega tipis
tanpa angin
tanpa gerimis
ini malam ke 23
satu-satu jejak
menanak almanak
siapakah yang membaca
ayat-ayatNya itu hingga
dadaku terguncang
bak dihantam gelombang
pasang.
alamat-alamat berlubang
karat-karat jadi boomerang
jadi instrumen lengang.
suara laju kereta dari jauh
getarnya terasa mengunggis hati
lamat-lamat ramadhan merayap pergi
seperti usia yang perlahan-lahan berlabuh
2025









