PUISI Lintang Ismaya

puisi tarekat alam karya lintang ismaya fiks

SUMBER BAHAGIA

Dik, kokoh Pohon Akasia dalam berdiri
Merunduk mayung, rekah dalam alif
Kesendiriannya di Padang Sabana ini
Lukisan Manunggaling Kawula Gusti

Siapa bisa membaca siapa
Tak perlu mengupas siapa
Apa yang menjadi mengapa
Alamat dan peristiwanya maya

Metafora mengalurkan logika
Hari-hari diselimuti angin purba
Seru dan tanya itu hal yang biasa
Siapa paham puji di situ Tuhan ada

Kala asamu berkeping-keping
Janganlah lalu guilt tripping 1
Cukup hidangan sepiring
Dalam kunyah eling

2023

[1] Guilt tripping atau guilt-trip merupakan salah satu kosakata dalam Bahasa Inggris. Dikutip dari kamus Bahasa Inggris Merriam Webster, sebagai kata kerja, istilah guilt tripping artinya adalah upaya yang menyebabkan orang lain merasa bersalah. Atau arti kata guilt tripping bisa juga sebagai upaya untuk memanipulasi perilaku seseorang dengan menimbulkan perasaan bersalah. Bila dipakai sebagai kata benda, guilt trip artinya sebagai perasaan bersalah yang ditimbulkan oleh tindakan orang lain. Arti kata guilt tripping sebagai upaya membuat orang lain merasa bersalah inilah yang sering digunakan warganet di media sosial.

PUISI Lintang Ismaya
Baca Tulisan Lain

PUISI Lintang Ismaya

TAREKAT ALAM

laa ilaaha illa-Allah, laa mathluba illa-Allah.
alam mulki, alam syari’at, alam jasad, alam jagat, alam raga, alam segala benda.

Runduk mayung pohonan senantiasa berzikir. Peran dalam tegaknya jernihkan cuaca dan musim. Manusia zikir dalam lakunya: tanam benih bagi semesta. Manusia hilang zikirnya membabat hutan juga segala.

illa-Allah, laa ma’buuda illa-Allah.
alam malakut, alam tarekat, alam pikir, alam kalbu, alam nafsu.

Sujud gunung-gunung jadi paku bumi, tanda dari hakikat mengabdi. Pikir manusia haruslah sampai, janganlah nafsu menggulung tikai. Kala hilang akal manusia takkan sampai, nafsu sibuk dengan segala sansai.

Allah, laa maqshuuda illa-Allah.
alam jabarut, alam makrifat, alam sanubari, alam arwah, alam segala rasa.

Bumi, bulan, bintang menari pada porosNya. Sungai-sungai mengalir jauh pada cintaNya. Manusia cinta pada Tuhannya akan cinta pada alamnya. Manusia bebal membakar cinta pada alam juga Tuhannya.

hu, laa maujuuda illa-Allahu.
alam lahut, alam hakikat, alam sirr, alam rahasia, alam asrar.

Zikir batu diam karenaNya, jernihkan air di sungai-sungai. Zikir tanah subur karenaNya, merawat benih di hutan-hutan. Renung manusia haruslah merasa hembus nafas ada karenaNya. Manusia sombong kian merasa bahwa hidup karena dirinya. Sejatinya fana ada dalam laku, pikir, rasa, juga rahasia.

laa ilaaha illa-Allah, al-maujud fii kulli zamaan. laa ilaaha illa-Allah, al-ma’bud fii kulli makaan. laa ilaaha illa-Allah, al-mazkur fii kulli lisaan. laa ilaaha illa-Allah, al-ma’ruf bil ihsan. laa ilaaha illa-Allah, kulla yaumin huwa fii saan.

Sungguh dalam zikirnya hanya manusia yang tak fana. Kembara di buana bak indah pelangi menyapu hujan, dan setiap namanya disebut sekujur tubuh bergetar; dia itu nyata, yang lain fatamorgana. Sejatinya ada adalah ada, tanpa hakikat ada segala tak ada. Siapa baca siapa?

2023

SAJAK-SAJAK Rachman Sabur
Baca Tulisan Lain

SAJAK-SAJAK Rachman Sabur

KUATREN PERIMBANGAN

Dan ruang bernama awang
Dalam metamorfosis akuatik
Alam jagat di alur wayang
Debur ombak dirindu tukik

Metafora-metafora hidup
Bagai bendera Armenia
Teraduk dalam degup
Jadi laku histeria

Di batas giris berkabut
Daun-daun termaktub Hu
Gugurnya penanda rindu
Rayap Izrail mencabut

Satu demi satu melangit
Siapa yang bisa menolak?
Likat jalan setapak; kaki jinjit
Liang lahat digali Uak

Kenangan dalam tangis
Udara menaburkan tiris
Berpulang memuat amal
Tubuh kaku berbantal tanah

Ya, masih ada yang tersisa
Yang tersia pun tetap rahasia
Meski kisah tak pernah usai
Dilayarkan kenangan sansai

2023

PUISI Yesmil Anwar
Baca Tulisan Lain

PUISI Yesmil Anwar


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *