PUISI Lintang Ismaya

tanya

SAJAK PERTANYAAN

Jika guru beban negara
Kenapa kala Nagasaki dan Hiroshima
Luluh lantak: Kaisar bertanya, berapa
Guru yang tersisa? Jika guru beban
Negara, kenapa mau merdeka?
Bukankah penjajah
Sudah berbaik hati: Mendirikan
Sekolah-sekolah? Jika guru beban
Negara, kenapa menerima
Lowongan abdi negara dan kenapa pula
Honorer dianggap beban Yayasan?
Bukankah kalian bisa hidup itu
Karena ada yang dijual perihal mutu
Pendidikan? Siapakah yang membantu
Hidup keluarga kalian selain ilmu
Guru? Bantuankah? Bukankah
Bantuan itu ada kala guru
Bisa unjuk gigi
Tingkatkan prestasi anak didik
Demi masa depan negeri?
Siapakah yang bisa
Buat kalian tampil
Terampil di mimbar
Seminar
Dan televisi
Hingga suara
Kalian bisa dijual
Demi hidupi
Keluarga?
Ini zaman apa?
Katanya zaman kesempurnaan agama
Tapi lamat-lamat ilmu kian bias saja
Adakah karena adab pada guru sudah
Tiada? Sesungguhnya masa depan
Sebuah negeri itu ada
Di pundak siapa?
Kautahu: kultur negeri merdeka
Ramah pada sesama
Sekalipun pada penjajah
Tapi jangan lupakan sejarah
Jika sudah dijarah
Dan martabat
Diinjak habis-habisan
Bambu runcing bisa bicara
Pistol dan bom pun mati kutu
Adakah kaudengar itu?
Dan ini bukan puisi
Bukan pula narasi
Tapi nurani kita
Tak bisa
Mati
Dikebiri
: Bukankah
Beban itu
Harus
Diperhatikan?

2025

PUISI Ayie S. Bukhary
Baca Tulisan Lain

PUISI Ayie S. Bukhary


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *