PUISI Harris Priadie Bah

HARIS BACA PUISI

MELAWAN BABI BABI INTOLERANSI

seperti menjadi babi
kenyataan yang memilukan itu
terbuka di hadapan langit

– yang tak sekalipun menutup mata –
bagaimana orang-orang di kemudian hari
melihatnya memakan kotorannya sendiri

orang-orang sholeh
memakluminya sebagai pelajaran bagi kemanusiaannya yang tak dirawatnya dengan waspada

para bajingan
memang cuma tahu
bagaimana menjadi babi
yang membuang kotorannya
di tempat di mana dia makan dan berada

sebagai ciptaan yang paling dimuliakan
para bajingan kerap kali lupa
atau boleh jadi memang itu maunya
agar mereka dapat berbuat seenaknya

begitulah kisahnya

selepas dikeluarkannya keputusan gila itu
udara seketika berbau petaka
bagi kedamaian negeri setengah sorga di dunia

negeri
tanah air beta
yang amat kucinta

langit meneteskan airmata akibat dari pedihnya luka
Tuhan memalingkan wajahnya
untuk yang kesekian kalinya

huru hara
telah dibakar otak jelaga
seorang walikota tak berjiwa

kegaduhan
telah diciptakan oleh tangan
penguasa gila
yang tak bisa memimpin kota

aku berteriak murka
dan kukutuk sang walikota
menjadi pohon cemara
yang kering daun-daunnya

medsos esok paginya
diramaikan dengan kabar
matinya kewibawaan
seorang walikota celaka
yang dibunuh oleh kebebalannya yang paling sempurna

dalam hitungan tak lama
tahun baru akan tiba
tutup semua pintu dan jendela
babi-babi intoleransi akan kembali masuk kota

kita jaga
sepenuh jiwa

ini musuh
bukan tak bertenaga
lebih bahaya dari belanda

aku hadang mereka di muka
dengan kata-kata yang kupunya

kalian melawannya
sekuat daya
dengan kesadaran
dan cinta

kita anak bangsa ini
mesti menangkan ini negeri
melawan babi-babi intoleransi

sekali biar pun mati
atau negeri ini
mereka kencingi

30 Desember 2025

SAJAK-SAJAK Rachman Sabur
Baca Tulisan Lain

SAJAK-SAJAK Rachman Sabur


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *