PUISI Harris Priade Bah

KEMBALILAH TERANG jpg

KEMBALILAH TERANG

berapa panjang akan bertahan
usia kepalsuan itu
?
tak lebih panjang dari cerutu
yang kau hisap tanpa ragu
di depan hamparan menu
yang kau santap bersama kolegamu

berapa lama mampu kau tutupi
kebusukan lakumu
?
tak lebih lama dari hidupmu
yang sepenghitungan jari itu
bahkan sebelum langkah kakimu kelu
daya ingatmu membeku

sampai kapan mulutmu ringan
menghujat Tuhan orang-orang yang kau anggap kafir
?
sampai matimu mendadak
tatkala kau tantang Tuhan
membuktikan keberhadiranNya

sampai di mana tanganmu kuat
mempersekusi kebenaran
menjadi korban kebebalanmu
?
sampai aspal jalan raya
muncul di keningmu yang menghitam

keabadian
hanya milik kenangan
engkau pecundang
atau pemenang
tinggal abadi dalam ingatan

kekekalan
hanya firman yang terbuktikan
sedari awal sesampai pengakhiran

engkau milik kedamaian
atau sepenuhnya derita yang tak tertanggungkan

puji-pujian yang kau nyanyikan
atau kertak gigi dan tangisan
yang tak berkesudahan

kembalilah
terang

19 Desember 2025

PUISI Rachman Sabur
Baca Tulisan Lain

PUISI Rachman Sabur


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *