SEORANG ANAK DI RUANG SUNYI
Ada lampu meredup
Menjelang petang,
Jalan kecil berliku
Memisahkan dinding rumah
Yang berdempet tak beraturan
Udara seperti membeku
Mengantarkan riak darah dalam
Nafas mergolak
Anak itu terdiam
Ketika bayangan gelap menyergap
Anak itu terdiam
Tatkala amarah menancap
Anak itu terbujur
Ketika ujar kehilangan nalar
Anak itu terbang ke langit malam
Dengan mimpi-mimpi indah
Lalu nama anak itu terpatri
Di ruang sunyi: “Al”
Jakarta, 2025.-

PUISI Yesmil Anwar
HARIMAU KEHILANGAN HUTAN
Suara mesin bersahutan
Membunuh nyanyian burung
Membungkam teriakan siamang
Menindas pekik gajah
Menyulap muka tanah
Sebagai kubangan derita
Harimau kehilangan hutan
Lalu tiba waktu yang tak biasa
Tanah memusuhi air
Tatkala datang guyuran bertubi-tubi.
Dalam udara berbalut mendung
Sungai-sungai murka
Air tak lagi manja
Bergemuruh mennjelma ribuan laknat
Hamparan sawah dan kampung
Diterjang dengan luapan amarah
Di saat yang sama
Pejabat buncit dan koleganya
Bermandi uang terkekeh-kekeh.
Bandung-Jakarta, 2025,-

SAJAK-SAJAK Mudjiono Emje
MEMBACA PETA
Apa artinya hutan
Bila tak ditemui sebatang pohonpun
Apa artinya sungai
Bila yang mengalir hanya kayu gelondongan
Apa artinya hujan
Bila yang tercurah hanya air mata
Apa artinya kampung
Bila hanya genangan lumpur dan batu
Apa artinya tempat ibadah
Bila yang bersimpuh hanya penyesalan
Apa artinya kekuasaan
Bila hanya melahirkan penderitaan rakyat.
Bandung-Jakarta, 2025,-




