POHON BERINGIN

beringin

Pohon beringin itu menjulang tinggi, dengan daun yang rimbun, pohon itu berfungsi sebagai penanda, bahwa di bawahnya terdapat sebuah lapang sepak bola.

Bagi warga di sekitarnya, lapangan itu memiliki arti tersendiri; tempat untuk berolah-raga dan berkumpul, bersosialisasi manakala ada perayaan besar, seperti peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus atau kadang juga tempat masyarakat menonton layar tancap.

Setelah sekian puluh tahun berlalu, apakah pohon beringin itu masih berdiri kokoh?

Tentu saja saat ini kawasan itu sudah lenyap ditelan waktu. Pohon beringin itu seolah raib tak bersisa, dan lahan di seputarnya juga sudah beralih fungsi. Dari petak-petak sawah dan kebun, kini menjadi kawasan perumahan elit dengan berbagai fasilitasnya.

Mungkin yang tersisa, hanya spot perkampungan yang terisolir dan sebidang lahan pekuburan kampung.

Kini orang sudah melupakan pohon beringin itu. Dan lupa juga, bahwa hamparan tanah sekitarnya pada akhir tahun 1970 an masih dihargai Rp 500,- per m2, sebuah angka yang sangat kecil apabila dibanding dengan Rp 10.000.000,- per m2 pada saat ini. []


Apakah artikel ini membantu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *