PUISI KOPI
Kopi…
Biji kopi…
Disemai ditanam…
Kalau ditanam tidak tumbuh ya tanam lagi…
Kalau tumbuh subur ya panjang umur…
Tumbuh subur berbuah ya dipanen…
Dipanen bisa berkilo-kilo, berkuintal-
Kuintal, berton-ton…
Tergantung birama tempo hidup kehidupan… Kata lirik lagu sunda,
Dengkleung dengdek buah kopi raranggeuyan… Ingkeun nu dewek ulah pati diheureuyan…
Ya begitulah buah2 kopi, menjadi biji2 kopi…
Biji2 kopi diolah disangrai tak sampai hitam hangus, rasa pahit nya lain lho… Diseduh, disuruput,
Rasanya pahit asam air kopi arabika.. Kesenanganku… Kesenanganmu…
Minum kopi dengan siapapun, dimanapun, kapanpun, pasti ada alur alir obrolan,
Kopi – ko-pi –
K – o – p – i – kop – i…
Kopi = Kelompok orang peminum intisari,
Kopi = Kondisi perhutani indonesia,
Kopi = Kordinasi obrolan perjudian indonesia,
Kopi = Kondisi pikiran,
Kopi = kehutanan objek penguasa indonesia…
Kopi = kiamat objek penguasa indonesia…
Kopi itu sama dengan sumber daya alam, akronimnya s.d.a.
S.d.a. = sama dengan atas… Bukan !!! S.d.a. = sumber daya alam…
Iya… S.d.a. = sesama kita tidak bisa sama yang atas itu lho…
Iya… S.d.a. = sebab dan akibat = kopi = kerakyatan objek penderitaan indonesia…
Kerakusan objek penguasa indonesia…
Sudah… !
Sudah lah… !
Sudah… !
Ngopi ngopi ngopi…
Ngobrol objektifitas penyadaran
Insfiratif…
Biji kopi itu kurang menguntungkan untuk para penguasa pengusaha oligarki feodalis kapitalis individualis imperialis orientalis kolonialis pada rakyat indonesia…
Biji sawit lebih menguntungkan para penguasa pengusaha oligarki…
Buat apa biji kopi, keuntungan nya tidak melimpah untuknya sebagai penguasa pengusaha besar yang pikirannya kesasar tak ada kesadaran pikiran nya…
Ya… Sudah…
Ngopi ngopi ngopi om ngopi…
Om shanti shanti shanti om… Rahayu jaya waluya walagri nugraha mulya sampurna sapapanjangna… Hung ahuuung bayuning rahayu sirna-sirna sagala rereged…
Pun tabe rahayu sehat bahagia senang gembira makmur sejahtera… Aamiin yra…
Bandung, Hari Kamis, Malam Jumat, 25.Desember.2025









